Manhaj Salafy
Trending

Al Haq Senantiasa bersama Ashabul Hadits -semoga Allah Memuliakan-

Berkata Imam Asy Syafi’i “ Berpeganglah kalian dengan Ashhabul hadist, dikarenakan merekalah kalangan yang paling banyak memperoleh kebenaran”. Atsar Shohih. Dikeluarkan oleh Al harawi dalam Dzammul Kalam 2/308 dan Adz Dzahabi dalam As Siyar 1/197 dari jalan Abu Yahya As Saaji dari Al Buwaiti …

Saya katakan : Sanadnya shohih. Dan juga disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Tawaliit Ta’siis hal. 110 dan Ibnu Muflih dalam Al Adaab Asy Syar’iyah 1/238. Berkata Al Waliid Al Karabisi رحمه االله تعالى,, “ Berpeganglah kalian dengan pegangan Ashhabul hadist dikarenakan saya melihat kebenaran bersama dengan      mereka “. Atsar Shohih. Dikeluarkan oleh Al Khothib dalam Syarf Ashhabul Hadist hal. 109 dan Tarikh Baghdad 3/441 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 14 dari jalan Ahmad bin Ubaid berkata diceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Sulaiman berkata saya mendengar dari Ahmad bin Sinan. Saya katakan : Dan sanad ini shohih.

Berkata Abul Hasanat Al Laknawi رحمه االله تعالى, dalam Imamul Kalam hal. 156,

 “Barang siapa yang hendak memperhatikan secara adil dan mau menyelam dalam lautan fiqh  dan ushul dengan menjauhkan diri dari kepongahan, akan mengetahui dengan yakin bahwa kebanyakan masalah furu’iyah dan ushuliyah yang mana para ulama berbeda pendapat pada masalah tersebut, maka madzhab muhadditsin (ahli hadist) lebih kuat daripada madzhab lainnya. Dan ketika saya menekuni cabang-cabang perselisihan pendapat, saya dapati madzhab muhadditsin dalam hal itu lebih dekat kepada keadilan, Dari Allah-lah kebaikan bagi mereka dan kepada-Nya kesyukuran mereka, betapa tidak, mereka itulah pewaris Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam yang sebenarnya dan wakil-wakil syari’at yang benar, semoga Allah ta’ala mengupulkan kita semua dalam kelompok mereka dan mewafatkan kita dalam kecintaan terhadap mereka dan diatas jalan mereka“.  Berkata Ad Dahlawi dalam Tarikh Ahlul Hadist hal. 130, “Al haq selalu bersama Ahlul Hadist dan merekalah Firqotun Najiyah”. Berkata Abu Mudzaffar As Sam’ani dalam Al Intishar liashabul Hadist hal. 44, “Allah ta’ala enggan menyertakan Al haq dan Aqidah yang shohih kecuali bersama Ahlul Hadist dan Atsar dikarenakan mereka mempelajari agama, mereka meneruskan dari kalangan salaf, dari masa ke masa, sampai kepada para Tabi’in. Dan para Tabi’in mempelajarinya dari para Shohabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam dan mereka para shohabat radhiallahu ‘anhum mengambilnya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam. Dan tiada jalan lain untuk mengenal da’wah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam kesegenap manusia yang berupa Agama yang lurus dan jalan yang kokoh kecuali dengan jalan ini yang telah ditempuh oleh Ashhabul Hadist“.

Adapun firqoh-firqoh lainnya mereka mencari Agama ini tidak melalui jalan yang sebenarnya, dikarenakan mereka mengembalikannya kepada pemikiran-pemikiran mereka, benak-benak mereka, pendapat-pendapat mereka, mereka mempelajari Agama dari sisi-sisi ini. J[/padding]ika mereka mendengar suatu nash dari Al Kitab dan Sunnah mereka kembalikan pada ukuran akal-akal mereka dan jika selaras mereka menerimanya dan jika tidak selaras dalam timbangan akal mereka, merekapun menolaknya. Dan jika mereka terdesak untuk menerima nash itu, mereka alihkan dengan segala macam pen-ta’wilan yang teramat jauh (penyimpangannya) dan dengan makna-makna yang munkar, maka merekapun menyimpang dari kebenaran dan menyeleweng dari kebenaran dan mereka menempatkan agama ini dibelakang mereka dan menaruh Sunnah dibawah telapak kaki mereka, Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.

post-image-1Adapun Ahlul Haq, mereka meletakkan Al Kitab dan Sunnah didepan mereka dan mempelajari Agama ini dari sumber sebenarnya,

 

dan sesuatu yang terbetik dalam akal dan benak mereka, maka mereka hadapkan kepada Al Kitab dan Sunnah, jika mereka mendapatinya sesuai, mereka-pun menerimanya, bersyukur kepada Allah telah menunjuki mereka dan memberikan taufiq kepada mereka, dan jika mereka dapati menyelisihi Al Kitab dan Sunnah mereka meninggalkan apa yang mereka dapati –dari benak dan pemikiran mereka, pen- dan mereka menjunjug Al Kitab dan Sunnah lalu menuding kepada diri mereka sendiri, dikarenakan Al Kitab dan Sunnah tidaklah memberiakn petunjuk melainkan kepada kebenaran, adapun ro’yi (akal) manusia bisa menjangkau kebenaran dan bisa pula kebatilan.

Maka jelaslah bahwa Al Haq senantiasa bersama Ahlul Hadist dan demikian pulalah mereka adalah thoifah (golongan) yang paling benar. Berkata Ibnul Qoyyim , “ Setiap orang mengetahui bahwa Ahlul Hadist adalah thoifaf yang  paling benar”. Berkata Ibnul Mubarak رحمه االله تعالى : “Telah saya dapatkan Agama yang sebenarnya ada pada Ahlul Hadist, Ilmu Kalam pada Mu’tazilah, Kedustaan ada pada Syi’ah Rawafidha, dan Tipu-daya pada Ahlu Ro’yi dan kejelekan pemikiran dan pemahaman pada keluarga Abu Fulan“.  Saya katakan : Ahlul Hadist, merekalah yang telah menginterpretasikan kebenaran dengan kejujuran mereka dalam Agama.

Berkata Imam Asy Syafi’i رحمه االله تعالى :

Siapa saja yang telah mempelajari Al Qur’an akan menjadi agung kedudukannya, dan barang siapa yang mendalami fiqh derajatnya menjadi tinggi dan barang siapa yang menuliskan Hadist akan kuat hujjahnya –pegangan/dalil, pen-   Atsar Shohih. Dikeluarkan oleh Al Baihaqi dalam Al Madkhal hal.324 dan Manaqib Asy Syafi’I 1/281, Abu Nu’aim dalam Al Hilyah 9/123, Al Khothib dalam Syarf Ashhabul Hadist hal. 131 dan Al Faqih wal Mutafaqqih 1/36 dari jalan Al Muzani berkata saya mendengar Asy Syafi’I berkata …. Saya katakan : Sanadnya hasan.

post-image-2Saya katakan : Ini dikarenakan hadist Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam adal pegengan kedua dalam mengambil pengarahan dalil dan hujjah. Berkata Ibnu Mulaqqin dalam Al Muqni’ fil Ulumil Hadist 1/37, : ilmu tentang hadist Nabi n dan periwayatannya adalah bagian  dari ilmu-ilmu yang mulia, dikarenakan ia adalah asas kedua (setelah Al Qur’an – pen) dan didahulukan dari ijma’ dan qiyas.”

Berkata Ibnu Taimiyah dlam Majmu’ Fatawa 4/91, “ Dan hal yang telah diketahui bahwa setiap yang lebih mengenal akan perkataan orang yang diikuti dan segala keadaannya dan hal-hal yang tersembunyi dari perintahnya dan yang nampak dan ia dengan pengetahuan itu lebih kokoh adalah yang paling pantas dikhususkan dengannya. Dan tidak diragukan lagi bahwasanya Ahlul Hadist adalah kalangan dari ummat ini dan yang paling mengkhususkan diri dengan ilmu Rasulullah shollallahu’laihi wasallam, dan ilmu orang-orang terdekat beliau seperti para Khulafaur Rasyidiin dan sepuluh shohabat yang dijamin masuk sorga … dan selain dari mereka yang lebih     mengkhususkan diri dengan Rasulullah dan lebih mengenal perkara-perkara beliau yang batin lantas paling dekat dalam ittiba’, maka tentulah ulama Hadist yang merupakan kalangan paling mengenal akan keberadaan mereka dan perkara bathin mereka dan paling dekat dalam ittiba’ kepada mereka semua akan memiliki ilmu tersebut, ilmu kaum yang paling dekat kepada Rasulullah dan kepercayaan beliau …

Terjemahan dari Kitab Al Azhar Al Mantsuroh, Karya Asy Syaikh Abu ‘Abdirrohman Fauziy Al Atsariy. 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker