Beranda » donasi » Sudah Pernah Berkirim “minyak” ke Masjid Al-Aqsha?

Sudah Pernah Berkirim “minyak” ke Masjid Al-Aqsha?

Sudah Pernah Berkirim “minyak ” ke Masjid Al-Aqsha?

 

Suatu hari seorang Shahabiyat, Maimunah binti Sa’ad menanyakan perihal kewajiban untuk mendatangi Al-Aqsha.

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menyebutkan sebuah hadis yang berbunyi:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Dari Maimumah binti Sa’ad radhiyallahu ‘anha, perempuan budak, dia berkata, “Wahai Rasulullah, berilah fatwa kepada kami tentang Baitul Maqdis. Nabi menjawab, “Ia adalah negeri mahsyar (perkumpulan) dan mansyar (penebaran). Datanglah dan salatlah kalian di sana, karena satu kali salat di sana sama dengan seribu kali salat di tempat lain”. Aku bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak mampu mendatanginya?” Beliau menjawab, “Kirimkan minyak untuk menerangi lampu-lampunya. Siapa yang melakukan hal itu maka ia seperti telah mendatanginya”.

(Ibnu Majah (1407) Ia berkata, sanadnya shahih dan perawinya terpercaya. Ahmad, vol. 6 hal. 463, Abu Dawud (457), ath-Thabari dalam al-Mu’jamu al-Kabir, vol. XXV, hal. 54. Al-Baihaqi (4418). Abu Ya’la (7088). Dishahihkan oleh al-Albani.)

Ibnu Taimiyah berkata, “Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya kekuasaan kenabian itu ada di Syam. Tempat perkumpulan (hasyr) pun ada di sana. Segala penciptaan dan akhir segala urusan kembali kepada Baitul Maqdis dan sekitarnya. Di sanalah akan dikumpulkan semua makhluk. Islam pada akhir zaman pun akan berkuasa di sana”
(Majmu’ Al-Fatawa, Vol. 27, hal.44)

Hadis tersebut merupakan suatu petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang bagaimana sikap kita terhadap Baitul Maqdis yang saat ini dalam kondisi terjajah oleh zionis Israel sehingga hal tersebut membuat seseorang menjadi terhalang untuk berziarah ke sana. Kondisi berhalangan itu dapat diganti dengan dua cara:

Memberikan infak terbaik kita seperti yang diriwayatkan dalam hadis tersebut dengan mengirimkan “minyak” atau logistik untuk keperluan penjagaan Masjid Al-Aqsa dan mempertahankannya.
Menggantinya dengan salat di Masjid Nabawi atau Masjidil Haram.

Sahabat, hari ini, orang yang paling setia menjaga Masjid Al-Aqsha adalah orang-orang pilihan Allah. Mereka adalah murabith dan murabithah, garda terdepan yang tak gentar menghadang serdadu bersenjata yang terus merangsek masuk ke masjid kiblat pertama kita.

Namun, kita yang saat ini terpisah jarak dengan Al-Aqsha, bukan berarti menjadi orang-orang yang tidak terpilih…

Di sini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. menerangkan bahwa memberikan “minyak” berarti ikut serta memberikan dukungan dalam bentuk apa pun agar Masjid Al-Aqsha bisa terus terang benderang. Entah itu dalam bentuk doa, tenaga, dan dukungan untuk para penjaga yang terus menghidupkan Masjid Al-Aqsha.

Sudah tahu kabar terkini Masjid Al-Aqsha?

Kondisi Al-Aqsha kian genting! Masjid suci ketiga tersebut masih terancam dihancurkan dan digantikan oleh kuil khayalan kaum Zionis, yaitu Haikal Sulaiman.

Fondasi Al-Aqsha sudah goyah karena penggalian bawah tanah. Banyak terowongan yang dibangun di sana dan bisa mengakibatkan Masjid Al-Aqsha ambruk tiba-tiba. Bahkan saat ini, proyek membahayakan tersebut sudah membuat ratusan rumah di Palestina retak.

Banyak pula peninggalan Islam bersejarah yang dihancurkan penjajah.

Seperti istana-istana di sekeliling Al-Aqsha dibersihkan lalu diganti dengan bangunan-bangunan Yahudi. Ini menjadi langkah penghapusan jejak Islam di kota Al-Quds yang henti-hentinya digencarkan.

Al-Aqsha Diambang Bahaya, Para Penjaganya Tetap Setia Melindungi

Tahukah Sahabat, para penduduk Al-Quds banyak yang rela kehilangan pekerjaan demi menjaga keamanan masjid kiblat pertama ini.

Entah sudah berapa banyak harta dan waktu yang mereka korbankan demi menjaga kesucian Masjid Al-Aqsha. Siang malam mereka berjaga-jaga di gerbang dan perbatasan, tetapi sekarang tak sedikit dari mereka yang dilarang masuk ke Al-Aqsha, bahkan dimasukkan ke dalam bui-bui penjajahan.

Mereka sudah mewakili kita dan umat muslim dunia untuk merawat kiblat pertama yang bersejarah ini. Maka sebagai bangsa merdeka dan meyakini bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk sama-sama melepaskan Masjid Al-Aqsha dari segala bentuk penjajahan.

Al-Aqsha Butuh Banyak Penjaga, Termasuk KIta!

Selama kita terus menguatkan, insya Allah Masjid Al-Aqsha akan terus bertahan.

Ayo tambah berat timbangan kebaikan kita! Ambil andil untuk jaga kesucian Masjid Al-Aqsha!

Setiap bantuan yang terhimpun akan direalisasikan dalam bentuk bantuan pangan, sedekah air minuman, dan Al-Quran untuk para pemakmur Masjid Al-Aqsha. Insya Allah, manfaat dari bantuan ini juga akan diterima oleh anak-anak yang sedang belajar Qur’an, guru dan para pengajar di masjid Al-Aqsha.

Ayo tambah berat timbangan kebaikan kita! Ambil andil untuk jaga kesucian Masjid Al-Aqsha!

Caranya:

  1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”,
  2. Pilih pembayaran via Bank Syariah Mandiri,
  3. Dapatkan laporan perkembangan via e-mail.
User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Mari Sisihkan Bantuan Terbaik Anda

Multaqaduat.com | Perkembangan terkait korban gempa bumi yang terjadi di Maroko terus diperbaharui otoritas negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *