Beranda » Artikel » MENYIASATI RASA KANTUK KETIKA KAJIAN ILMU

MENYIASATI RASA KANTUK KETIKA KAJIAN ILMU

FAWAID DAURAH – SYAR’IYAH MUKATSAFAH – TRAWAS

PENJELASAN KITAB I’TIQOD AHLI SUNNAH oleh Imam al-Ismailiy rahimahullah (wafat 371 H)

MENYIASATI RASA KANTUK KETIKA KAJIAN ILMU

Sesi Hari Rabu 26 Rabiul Awal 1445 H – 11 Oktober 2023
Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Saliimullah ar-Ruhaily hafizhahullah

Setelah poin ke 19 dari kitab I’tiqod Ahli Sunnah oleh Imam al-Ismailiy rahimahullah tentang Al-Qur’an Kalam Allah bukan Makhluk, Syaikh Prof. Dr. Sulaiman bin Saliimullah ar-Ruhaily hafizhahullah mendapati sebagian para peserta daurah ada yang merasakan rasa ngantuk yang sulit untuk ditahan, maka Beliau hafizhahullah memberikan Penjelasan tentang materi dengan fenomena yang terjadi yaitu rasa kantuk dan tidur. Diselipkan dengan kisah dan nasehat yang menyentuh, itulah gaya mengajar yang bisa diteladani oleh para pengajar terhadap murid-muridnya.

Syaikh hafizhahullah berkata:

لو عطس أحدنا نقول عطس فلان لو نام واحد اثناء الدرس نقول نام فلان
بالمناسبة مرة كنت أدرس الدكتوراة وكان أكثر الطلاب قضاة فأنا وأنا أشرح أحدهم وهو أكبرهم سنا فوق الخمسين وأكبرهم منزلة
إذا بعيني تقع عليه وهو يربط عمامة الذي أمامه في الكرسي
فنظرت إليه مبتسما
فنظر إلي وقال والله يا شيخ السر في الكرسي
في الصباح نحن قضاة واذا جلسنا على هذي الكراسي ما أدري ماذا يحدث بنا
نصبح طلابه
إذا واقع الحال والله سبحانه وصف العباد بأنهم يعملون
ورتب على ذلك الثواب والعقاب

Kalau ada di antara kita yang bersin, kita bilang si fulan itu bersin. Kalau ada yang tertidur saat pelajaran, kita bilang si fulan itu tertidur. Ngomong-ngomong, suatu ketika saya sedang mengajar para pelajar untuk mendapatkan gelar doktor, dan sebagian besar mahasiswanya adalah hakim. Saya, dan saya, menjelaskan salah satu dari mereka, dan dia adalah yang tertua di antara mereka, berusia lebih dari lima puluh tahun. Dan dia yang paling tinggi statusnya Lalu mataku tertuju padanya yang sedang mengikat sorban di depannya di kursi. Aku melihatnya tersenyum
Dia menatapku dan berkata, “Demi Allah, wahai Syekh, rahasianya ada di kursi.”
Di pagi hari kami adalah hakim, dan jika kami duduk di kursi ini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami, Kita menjadi pelajarnya.
Jadi ini adalah keadaan nyata, Allah Subhanahu wa Ta’ala mensifati para hamba-Nya bahwa mereka itu senantiasa melakukan amalan, ganjaran dan hukuman diatur sesuai dengan hal itu

قال سبحانه مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ

Allah Subhanahu berfirman: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. (QS. An-Nahl: 97)

وقال سبحانه فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Allah Subhanahu berfirman: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

وقال سبحانه لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ

Allah Subhanahu berfirman: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (QS. Al-Baqarah: 286)

فجعل عملها الصالح كسبا لها وجعل عملها السيء اكتسابا عليها فالله خلق أعمال العباد وهي واقعة من العباد والعباد لهم قدرة على أعمالهم
وقوة عليها لكنها تحت مشيئة الله الكونية والقدرية فالعباد لهم قوة

Allah menjadikan amalan sholihnya menjadi usaha baginya dan menjadikan amalan kejelekannya sebagai hasil dari kejahatannya. Maka Allah telah menciptakan amalan-amalan hamba-Nya dan amalan tersebut terjadi nyata. Para hamba bagi mereka ada qudroh kekuasaan terhadap amalan-amalan mereka, namun kekuasaan tersebut dibahwa kehendak Allah yang bersifat universal dan ketetapan taqdir, maka para hamba itu mempunyai kekuasaan.

قال تعالى فَيَنظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَكَانُوا أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۚ

Allah Ta’ala berfirman: Maka mereka melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? (QS. Fathir; 44)

وقال سبحانه وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ

Allah berfirman: dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, (QS. Hud: 52)

وللعباد استطاعة

Bagi para hamba itu mempunyai kemampuan

قال الله عز وجل فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

Allah Azza wa Jalla berfirman Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu. (QS. At-Thaghobun: 16)

وللعباد مشيئة تحت مشيئة ربهم قال تعالى لِمَن شَاءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ

Bagi para hamba mempunyai kehendak dan kehendaknya dibawah kehendak Rabb mereka. Allah Ta’ala berfirman:
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. (QS. At-Takwir: 28)

وقال سبحانه وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ

Allah Subhanahu berfirman: Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. (QS. Al-Insan: 30)

والعبد يجد من نفسه يقينا أنه إذا أراد النظر فتح عينيه

Seorang hamba mendapati dirinya yakin bahwa jika dirinya ingin melihat maka dia membuka kedua matanya.

يا إخوة لو أن واحدا منا أراد النظر ما انفتحت عيناه ماذا يظن؟ ظن أنه اسود بالعمى
يدرك يقينا انه ان اراد النظر فتح عينه
وان اراد عدم النظر أغمض عينيه
وكل عاقل يجد هذا من نفسه
لا يحتاج الى كثرة تقرير للأدلة

Saudaraku, jika salah satu dari kita ingin melihat, namun matanya tidak terbuka, apa yang akan dia pikirkan? Dia pikir dia berkulit hitam dan buta. Dia menyadari dengan pasti bahwa jika dia ingin melihat, dia akan membuka matanya dan jika dia tidak ingin melihat, dia menutup matanya.
Setiap orang yang berakal menemukan hal tersebut dalam dirinya, tidak memerlukan banyak penetapan dalil.

كل واحد منا يعلم أنه أراد أن يأتي إلى القاعة اتى وإن لم يرد جلس في الغرفة
ما في شيء يجذبك مثل المغناطيس؟ وفجأة تجد نفسك في القاعة
تريد وتقوم وتسير وتصل ولو ما أردت نمت على السرير
وإن خفت من المراقب نمت تحت السرير

Masing-masing dari kita tahu bahwa jika seseorang ingin datang ke aula (tempat kajian), maka dia datang, dan jika dia tidak mau, maka dia bisa duduk di kamarnya. (Bahasa halus untuk menasehati para hadirin yang tertidur ketika kajian ilmu)

Apakah ada sesuatu yang menarikmu seperti magnet? Tiba-tiba engkau menemukan diri mu di aula? Engkau mau (datang), (maka) engkau bangun, dan engkau berjalan, dan engkau tiba, dan jika engkau tidak mau, engkau tidur di tempat tidur. Jika engaku takut diawasi, engkau bisa tidur di bawah tempat tidur

أنا كنت عميد شؤون الطلاب في الجامعة فترة
وأعرف ما يفعله الطلاب في التكلم، بعضهم كان في صلاة الفجر يكسل أن يذهب إلى المسجد ويصلي في الغرفة وإذا سمع بحركة المشرفين يدخل في الدولاب

Saya sempat menjadi Dekan Kemahasiswaan di universitas beberapa waktu. Saya tahu apa yang dilakukan siswa ketika berbicara. Beberapa dari mereka terlalu malas untuk pergi ke masjid saat shalat subuh. Dia salat di dalam kamarnya, dan ketika dia mendengar gerakan pengawas, dia masuk ke dalam lemari

إذا هذا الدليل الوجودي الواقعي بينٌ جدا وهناك أمور ليست تحت إرادة العبد لا تتعلق بفعله الاختياري

Jadi ini adalah bukti keberadaan yang realistis yang sangat jelas (tentang kehendak seorang hamba) dan ada hal-hal yang di luar kehendak hamba dan tidak ada kaitannya dengan perbuatan sukarelanya.

مثل مثلا الانسان إذا نام أغمض عينيه
هو ما يستطيع يفتح عينيه وهو نائم
العينان تغمضان وقت النوم
حركة العين هذه التي تحمى بها العين
هذه ليس للإنسان فيها الإرادة
يعني هي تتحرك يعني لم تتعلق بها إرادة الإنسان

Misalnya, jika seseorang tidur, maka ia menutup matanya
Dia tidak bisa membuka matanya saat tidur
Mata tertutup saat tidur, gerakan mata ini dimana mata dilindungi dengan gerakan tersebut. Dalam hal ini, manusia tidak mempunyai kehendak. Artinya mata bergerak, ini tidak berkaitan dengan kehendak manusia.

Itulah cuplikan Penjelasan Syaikh hafizhahullah tentang irodah kehendak dimana ketika Beliau hafizhahullah melihat ada fenomena unik di depannya maka Beliau memberikan contoh fenomena tersebut untuk menjelaskan kepada para hadirin tentang materi yang dijelaskan.

Semoga bermanfaat
Akhukum Zaki Rakhmawan Abu Usaid

————————

Mau dapat Ilmunya ?
Mau dapat pahalanya ?
Silahkan ikuti link dibawah ini dan jangan lupa tag, mention, like, subscribe, follow serta comment

🌐 Web: https://multaqaduat.com
🎬 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
🐝 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
📫 Telegram: https://t.me/multaqaduat
📮 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
💻 Facebook: https://www.facebook.com/multaqa2020/

Share yuk!!! Ikhwah!! Semoga kita dan saudara² mendapatkan faidah ilmu dari yang antum bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi antum yang telah menunjukkan kebaikan.

Semoga istiqomah dan mudah-mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiin…

Jazakumullah khair ala TA’AWUN

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Bela Sungkawa bagi Penduduk Maroko dan Libia

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Para tamu Kerajaan Arab Saudi yang datang dari warga Libya dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *