Beranda » Artikel » SAKIT YANG MENGHANTARKAN JALAN HIDAYAH

SAKIT YANG MENGHANTARKAN JALAN HIDAYAH

SAKIT YANG MENGHANTARKAN JALAN HIDAYAH

 

Hidayah datang setelah sakit seorang wanita dari Maroko yang bernama Nayla al-Halwah, ia menceritakan kisahnya bahwasanya ia terkena penyakit kanker ganas di bagian payudara maka iya kemudian berobat ke Belgia dan meminta obat yang memiliki efek samping yang ringan kemudian ia pulang ke Maroko. Ia meminum obat resep dari dokter dari Belgia setelah berlalu enam bulan ternyata malah membuat penyakitnya semakin dakit dan semakin berat, berat badannya mulai turun dan rambut di kepalanya mulai rontok. lalu ia kembali ke Belgia untuk berobat Namun ternyata dokter sudah tidak sanggup lagi mengobati sudah menyerah karena penyakit kankernya sudah menyebar diseluruh tubuhnya kemudian penyakitnya sudah semakin parah bahkan dokter menyarankan suaminya agar membawa istrinya Laila untuk pulang ke negerinya, merawatnya sampai dia meninggal dunia artinya dokter sudah menyerah bahkan memvonis umurnya.

Tidak putus asa ia bersama suaminya pergi ke Perancis untuk berobat, namun tidak ada jalan pengobatan lagi.

Suami Laila mengingatkan bahwa mereka telah lalai dari Allah Ta’ala, tidak perhatian dengan ibadah kepadaNya. Ia mulai ingat pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sudah tidak ada lagi harapan dari makhluk kecuali hanya harapan dari Allah, iia sadar bahwa selama ini dari mulai dia dewasa sampai sekarang telah menyia-nyiakan ibadah kepada Allah, tidak memperhatikan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kemudian dia ingin memperbaiki di sisa umurnya yang ada dia ingin bertaubat kepada Allah Ia juga tidak mempedulikan penyakitnya sudah tidak diberikan obat apa-apa dia hanya ingin bertobat kepada Allah dan Ia diajak suaminya untuk berziarah ke Masjidil Haram ke Mekkah Mukaromah untuk bersimpuh sujud di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bertaubat Nasuha berharap Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Setelah itu dia bersama suaminya dari kota Paris mulai bertakbir dan bertahlil menuju ke Mekah ke Masjidil Haram.

Di kota Mekkah mereka menyewa hotel di sekitar Masjidil Haram, kemudian setelah memasuki Masjidil Haram dia menangis sejadi-jadinya, betul-betul bertaubat mengingat dosa-dosa yang telah lalu, menangis bersimpuh di hadapan Allah, yang ketika itu ada beberapa orang wanita dari Mesir bertanya kepadanya kenapa ia sampai menangis seperti itu lalu dia menceritakan kejadian dirinya dan juga penyakit kanker yang dialaminya, kemudian dia meminta izin kepada suaminya untuk itikaf berdiam di Masjidil Haram dalam rangka taqarrub kepada Allah Ta’ala, dan ia itu juga diikuti oleh teman-temannya para wanita Mesir yang ia kenal. Bersama-sama mereka salat doa berzikir terus siang dan malam, Bahkan mereka hanya tidur sebentar dan hanya memakan makanan yang ringan dan meminum banyak air zam-zam dan ia berharap dengan meminum air zam-zam itu bisa menyembuhkan penyakitnya, setelah beberapa waktu teman-temannya menyarankan agar dia membasuh atau mengguyurkan air zam-zam ke tempat sakitnya di bagian payudaranya pada awalnya dia merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk namun teman-temannya meyakinkan dia tentang barokahnya air zam-zam.

Ia mulai mengguyurkan sedikit-sedikit air zam-zam ke tubuhnya bagian atas ke bagian yang sakit, setelah beberapa waktu kemudian dia kaget karena ketika ia meraba ke bagian payudaranya sudah tidak ada benjolan lagi sudah hilang dan tidak terasa sakit lagi dia bersyukur pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang memberikan kesembuhan dan kesempatan dia untuk hidup untuk bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hijrah di jalanNya. Setelah itu ia pulang ke hotel bertemu dengan suaminya dan mengabarkan ke suaminya tentang penyakitnya yang yang sudah tumbuh sama sekali dengan izin Allah, suaminya heran dan sangat senang sekali kemudian dia bawa istrinya ke dokter, setelah diperiksa dokter, dokter tidak percaya ini ternyata penyakit kankernya sudah sembuh, hilang tak berbekas. Akhirnya Layla kembali kepada Allah Ta’ala, menjadi seorang wanita yang taat dan tekun beribadah.

Diterjemahkan secara ringkas oleh Dr. Agus Santoso dari Kitab Qashash Muatstsirah wa Hikaayaah Mu’abbirah hlm. 13.

——————-

Bismillah..

Mau dapat Ilmunya ?
Mau dapat pahalanya ?
Silahkan ikuti link dibawah ini dan jangan lupa tag, mention, like, subscribe, follow serta comment

🌐 Web: https://multaqaduat.com
🎬 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
🐝 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
📫 Telegram: https://t.me/multaqaduat
📮 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
💻 Facebook: https://www.facebook.com/multaqa2020/
💻 Facebook: https://www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
📲 WAgrup Ikhwan MDI : https://chat.whatsapp.com/DLCDjuJ9nJR0Z4uGV53mAn
📲 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
📧 Email : team.media.mdi@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6281320205670

Share yuk!!! Ikhwah!! Semoga kita dan saudara² mendapatkan faidah ilmu dari yang antum bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi antum yang telah menunjukkan kebaikan.

Semoga istiqomah dan mudah-mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiin…

Jazakumullah khair ala TA’AWUN

Multaqa Du’at Indonesia
Forum Kerjasama Da’i Indonesia

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Agar Mudah Memahami Ilmu

Agar Mudah Memahami Ilmu Kajian Ustadz Abu Haidar As Sundawi, hafizhahullah 16 Jumadal Ula 1443/ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *