Beranda » Akhlak » Sikap Ulama, Terhadap Para Pejabat, Tokoh Politik, Konglomerat

Sikap Ulama, Terhadap Para Pejabat, Tokoh Politik, Konglomerat

Sikap Ulama, Terhadap Para Pejabat, Tokoh Politik, Konglomerat

 

Bagaimana sikap ulama, ustadz, kyai, atau da’i terhadap para pejabat, tokoh politik, konglomerat, orang-orang kaya? Jawabannya, bukan menjauh secara mutlak dan bukan juga mendekat secara mutlak. Simak penjelasan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy Syaikh berikut ini:

“Diantara adab ulama dan penuntut ilmu adalah menahan diri untuk tidak dekat-dekat dengan para raja (pemimpin) dan abna-ud dunya (pejabat, tokoh politik, orang-orang kaya). Berusaha tidak terlibat dengan mereka selama ada celah untuk lari dari mereka. UNTUK MENJAGA ILMU, sebagaimana dilakukan oleh para salaf radhiallahu ta’ala ‘anhum.

Ulama atau penuntut ilmu yang melakukan hal itu (terlibat dengan mereka) maka ia telah menyerahkan dirinya pada sesuatu yang tidak akan ia sanggupi, dan ia mengkhianati amanahnya (untuk menyampaikan al haq), karena ilmu adalah amanah baginya.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. Al Anfal: 27).

Namun jika ADA KEBUTUHAN, atau DARURAT atau ada MASLAHAT AGAMA yang lebih kuat dari mafsadah-nya, dan disertai dengan niat yang lurus, maka tidak mengapa insya Allahu ta’ala.

Pada kemungkinan inilah kita memaknai perbuatan sebagian salaf yang mendatangi raja-raja dan ulil amri. Bukan karena mereka mencari tujuan-tujuan duniawi dengan hal itu, camkanlah itu!”

(Mukhtashar Al Mu’lim bi Adabil Mu’allim wal Muta’allim, 41).

Ilmu syar’i itu mulia, majelis ilmu syari itu tinggi dan agung, jangan direndahkan dengan tujuan-tujuan duniawi seperti untuk mencari harta dunia atau mencari kedudukan.

Nasehat ini umum, terutama untuk kami sendiri, untuk anda dan untuk kita semua. Semoga Allah memberi taufik.

Penulis: Ustadz Yulian Purnama

——————-

Bismillah..

Mau dapat Ilmunya ?
Mau dapat pahalanya ?
Silahkan ikuti link dibawah ini dan jangan lupa tag, mention, like, subscribe, follow serta comment

🌐 Web: https://multaqaduat.com
🎬 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
🐝 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
📫 Telegram: https://t.me/multaqaduat
📮 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
💻 Facebook: https://www.facebook.com/multaqa2020/
💻 Facebook: https://www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
📲 WAgrup Ikhwan MDI : https://chat.whatsapp.com/DLCDjuJ9nJR0Z4uGV53mAn
📲 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
📧 Email : team.media.mdi@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6281320205670

Share yuk!!! Ikhwah!! Semoga kita dan saudara² mendapatkan faidah ilmu dari yang antum bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi antum yang telah menunjukkan kebaikan.

Semoga istiqomah dan mudah-mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiin…

Jazakumullah khair ala TA’AWUN

Multaqa Du’at Indonesia
Forum Kerjasama Da’i Indonesia

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA   Disampaikan oleh Al-Ustadz Maududi Abdullah –hafidzahullah-, tadi malam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *