Beranda » Akidah » Apakah Ritual Perayaan Maulid, Sanadnya Sampai Ke Nabi Muhammad??

Apakah Ritual Perayaan Maulid, Sanadnya Sampai Ke Nabi Muhammad??

Apakah Ritual Perayaan Maulid, Sanadnya Sampai Ke Nabi Muhammad??

 

Istilah Maulid atau ritual perayaan hari kelahiran (ulangtahun) Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah dikenal dalam Islam. Berikut alasannya:

1. Nabi Muhammad sendiri tidak pernah merayakan ulangtahunnya (setahun sekali). Terbukti dari para ahli sejarah yang berbeda pendapat dalam menentukan tanggal kelahiran Nabi kita, namun sepakat dengan tanggal kematian (wafat) beliau yaitu dihari Senin tgl 12 Rabi’ul Awal, tahun 11 Hijriyah.

Jadi apakah ditanggal 12 Rabi’ul Awal itu kita merayakan hari lahir atau hari kematian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?

https://konsultasisyariah.com/10410-bernakah-12-rabiul-awal-hari-kelahiran-nabi.html

2. Adanya pernyataan Nabi kita melalui hadits shohih riwayat Muslim, bahwasannya salah satu sebab beliau berpuasa dihari Senin ialah karena:
“Hari Senin adalah hari lahirku, hari aku mulai diutus, atau hari mulai diturunkannya wahyu”..

Dijadikan dalil disyariatkannya Maulid setahun sekali, maka ini tentu saja keliru..

Seharusnya kita sebagai sebagai seorang muslim yang mengaku sangat mengidolakan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ikut meneladani nya (memperingati hari lahirnya) dengan cara ikut berpuasa Sunnah pula di hari Senin, yaitu 4-5 kali dalam sebulan, bukan dengan cara sebaliknya yaitu makan-makan dan bersenang-senang setahun sekali di bulan Rabi’ul Awal saja.
https://almanhaj.or.id/7978-syubhat-perayaan-maulid-dengan-alasan-raslullh-berpuasa-pada-hari-senin-yang-merupakan-hari-kelahirannya.html

3. Istri-istri Nabi Muhammad, anak dan cucu Nabi, Para Shahabatnya (murid-murid terdekat Nabi),.. setelah wafatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah sekalipun kita dapati dalam kitab-kitab hadits shohih apalagi dalam kitab-kitab 4 Imam Madzhab, yang meriwayatkan bahwasannya mereka merayakan maulid (ulangtahun) nya Nabi dan hari kematian Nabi dengan cara melakukan ritual tahlilan kematian.

4. Ritual Maulid sanadnya hanya sampai pada Dinasti Fathimiyyun (kaum agama Syi’ah) saja.
Maksudnya: yang mempelopori lahirnya ritual Maulid Nabi di muka bumi ini adalah Mu’izh Lidinillah dari Dinasti Fathimiyyun/Bani ‘Ubaidiyyun kaum Agama Syi’ah (yang mana saat itu mereka dikenal sebagai penyembah Ali bukan penyembah Allah dan hal ini tentu saja lebih kufur dari kaum Yahudi dan Nashrani).

Silahkan simak pengakuan Ketua PBNU di link berikut:

Tujuan Dinasti Fathimiyyun (‘Ubaidiyyun) mengadakan Maulid tsb, tidak lain agar kaum muslimin banyak yang tertipu (agar mereka terlihat seperti muslim asli, terlihat sebagai pendukung dakwah Islam) sehingga mereka dengan mudahnya menggiring kaum muslimin masuk ke dalam keyakinan kufur mereka.

5. Ibnu Taimiyah, Sholahuddin Al Ayyubi tidak pernah sekalipun mendukung apalagi menganjurkan untuk mengadakan perayaan Maulid Nabi.

Jadi, jika masih ada kita dapati fatwa- fatwa bolehnya ritual Maulid atas nama mereka, maka yakinlah itu adalah kabar HOAX (dusta atas nama mereka).

6. Banyak yang menyatakan ritual ibadah Maulid itu baik, karena ada tausiyahnya, pembacaan sholawat, pembacaan Al Qur’an didalamnya..

Kami jawab:
“Maka tolong tunjukkan dalil Al Qur’an (firman Allah Ta’ala) dan hadits shohih (sabda Nabi, perkataan Para Shahabatnya) yang menunjukkan perayaan Maulid itu baik?
Sholat Shubuh ditambah menjadi 3,4,5 rakaat-pun sangat baik karena semakin banyak Ayat Al Qur’an, dzikir, doa yang bisa dibaca, maka akan semakin banyak pula pahala yang bisa didapatkan??..”

Memang baik menurut kita tapi apakah kita sudah yakin Allah dan Rasul-Nya menganggapnya baik? Hati-hati berdusta atas Nama Allah dan Rasul-Nya.

Jika patokan kebenaran itu adalah dengan banyaknya orang yang meyakini baik, maka keyakinan kufur orang-orang Nashrani penyembah Yesus tidak boleh kita salahkan karena mayoritas manusia di dunia ini (2,4 miliyar) meyakini menyembah Yesus itu adalah baik.

Kan tidak ada dalil yang melarang perayaan Maulid?

Kami jawab:
“Tidak ada pula dalil yang melarang adzan sebelum sholat Idul Fitri dan Idul Adha, tidak ada pula dalil yang melarang sholat Maghrib 4 raka’at atau Shubuh 3 raka’at padahal didalamnya ada dzikir, doa, membaca Al Qur’an, dsb..??”

Perhatikanlah kaidah yang sudah ma’ruf dikalangan Para Ulama berikut:

الأصل في العبادات التحريم

Hukum asal ibadah adalah haram (sampai ada dalil yang menganjurkan nya).”

Ulama Syafi’i berkata:

اَلْأَصْلَ فِي اَلْعِبَادَةِ اَلتَّوَقُّف

Hukum asal ibadah adalah tawaqquf (diam sampai datang dalil).”

Perkataan di atas disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (5: 43). Ibnu Hajar adalah di antara ulama besar Syafii’iyah yang jadi rujukan. Perkataan Ibnu Hajar tersebut menunjukkan bahwa jika tidak ada dalil, maka suatu amalan tidak boleh dilakukan. Itu artinya asal ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan.

Adapun perkara dunia seperti penggunaan hp, mobil, motor, pesawat, gedung sekolah, mikrofon, profesi guru, mekanik, .. selama tidak ada dalil yang mengharamkannya maka hukumnya mubah.

7. Karena perayaan Maulid tidak dikenal dalam syariat Islam, maka tidak ada pahala bagi yang merayakannya dan bahkan akan mendatangkan dosa bagi yang ikut merayakannya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak/tidak sah.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718).

Dalam riwayat lain disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak/tidak diterima.” (HR. Muslim no. 1718).

Begitu pula dalam hadits Al ‘Irbadh bin Sariyah disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Hati-hatilah dengan perkara baru dalam agama. Karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Daud no. 4607, Tirmidzi no. 2676, An Nasa’i no. 46)

Wallaahu a’lam

Bagi yang tidak percaya dengan dalil-dalil yang kami sajikan diatas, maka silahkan merujuk/membaca langsung kitab-kitab Ulama yang menjadi referensi kami tsb.

Semoga kita semua bisa menjadi orang-orang yang senantiasa bersikap ilmiah dan adil (inshof) pada tempatnya.

Ummu Muhammad Al Bimawiyyah

——————-

Bismillah..

Mau dapat Ilmunya ?
Mau dapat pahalanya ?
Silahkan ikuti link dibawah ini dan jangan lupa tag, mention, like, subscribe, follow serta comment

🌐 Web: https://multaqaduat.com
🎬 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
🐝 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
📫 Telegram: https://t.me/multaqaduat
📮 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
💻 Facebook: https://www.facebook.com/multaqa2020/
💻 Facebook: https://www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
📲 WAgrup Ikhwan MDI : https://chat.whatsapp.com/DLCDjuJ9nJR0Z4uGV53mAn
📲 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
📧 Email : team.media.mdi@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6281320205670

Share yuk!!! Ikhwah!! Semoga kita dan saudara² mendapatkan faidah ilmu dari yang antum bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi antum yang telah menunjukkan kebaikan.

Semoga istiqomah dan mudah-mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiin…

Jazakumullah khair ala TA’AWUN

Multaqa Du’at Indonesia
Forum Kerjasama Da’i Indonesia

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA   Disampaikan oleh Al-Ustadz Maududi Abdullah –hafidzahullah-, tadi malam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *