Beranda » Artikel » Semua Karena Adanya Taufiq dan Bimbingan dari Allah

Semua Karena Adanya Taufiq dan Bimbingan dari Allah

Semua Karena Adanya Taufiq dan Bimbingan dari Allah

Mutiara Nasehat Para Ulama

 

Allah mengisyaratkan hal ini dalam firman-nya tentang orang-orang munafik yang tidak berangkat berjihad bersama Nabi صلى الله عليه وسلم dalam memerangi orang-orang kafir dikarenakan Allah tidak memberikan Taufiq-Nya kepada mereka.
Allah berfirman,

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu”.” [Surat At-Taubah : 46]

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili رحمه الله,
Allah berfirman menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak ikut serta dalam berjihad dari kalangan orang-orang munafik, telah Nampak dari mereka indikasi-indikasi tidak ingin berjihad sama sekali, dan bahwa alasan yang mereka ajukan adalah batil, karena alasan yang benar adalah penghalang yang menghalangi jika seorang hamba telah mengeluarkan upayanya dan berusaha melakukan sebab-sebab yang dengannya dia bisa keluar berjihad lalu dia terhalangi oleh penghalang yang syar’I inilah yang di anggap sebagai alasan, adapun orang-orang munafik itu seandainya “mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu.” Yakni, mereka pasti bersiap-siap dan melakukan sarana-sarana yang membantu, akan tetapi karena mereka tidak melakukan persiapan, maka terbuktilah bahwa memang mereka tidak ingin berangkat. “Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka”, bersamamu kepada jihad, “maka Allah melemahkan keinginan mereka”, dengan qadha dan qadarnya, meskipun Dia telah memerintahkan mereka dan mendorong mereka untuk keluar berjihad dan menjadikan mereka mampu untuk itu akan tetapi dengan hikmahNya Dia tidak berkenan membantu mereka, Dia membiarkan dan melemahkan niat mereka, “dan dikatakan kepada mereka, ‘Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu’.” Dari kalangan para wanita dan orang-orang yang berhalangan.
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili-tafsirweb)

Dan sekiranya orang-orang munafik itu memang berkehendak keluar bersama Nabi صلى الله عليه menuju jihad, pastilah mereka akan bersiap-siap menyongsongnya dengan perbekalan dan kendaraan. Akan tetapi, Allah tidak meyukai mereka ikut keluar (berangkat), sehingga amat beratlah bagi mereka untuk keluar, sebagai ketatapan Qadha’ dan Qadhar, meskipun memerintahkan mereka untuk itu dalam syariat. Dan dikatakan kepada mereka, “Tinggalah kalian bersama orang-orang yang tinggal seperti orang-orang yang sakit, orang-orang yang lemah dan kaum wanita serta anak-anak.

Dan Allah sajalah yang dapat memberikan Taufiq kepada hambanya untuk menerima hidayah atau mau beramal kebaikan.
Firman-nya,
“Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).” [Surat Al-Baqarah : 272]

Imam Ibnul Qoyyim رحمه الله mengungkapkan dengan bahasa yang indah lagi dalam, saat mengungkapkan permasalahan ini dalam kitab beliau.

قال ابنُ القيّم-رحمهُ الله :
لاتحسبْ أنَّ نفسك هي التي ساقتكَ إلى فعلِ الخيرات، بل إنّك عبدٌ أحبّكَ اللّه فلا تُفرِّط في هذه المحبة فينساك.

عدة الصابرين، 304.

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله,
Janganlah kamu mengira bahwa dirimu sendirilah yang mampu mengantarkan kamu untuk melakukan kebaikan.
Akan tetapi engkau itu hanyalah seorang hamba, Allah-lah yang menumbuhkan kecintaan itu kepadamu sehingga jangan kalian melalaikan kecintaan (Allah) ini sehingga Allah akan melupakanmu.

‘Uddatush-Shonirin, 304

Wallahu a’lam.

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

——————-

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *