Beranda » Artikel » Manusia yang Paling Hina

Manusia yang Paling Hina

Manusia yang Paling Hina

Mutiara Nasehat Para Ulama

 

Hanya Allah yang mampu meninggikan dan merendahkan derajat manusia secara mutlak.

قُلِ ٱللَّهُمَّ مَـٰلِكَ ٱلۡمُلۡكِ تُؤۡتِی ٱلۡمُلۡكَ مَن تَشَاۤءُ وَتَنزِعُ ٱلۡمُلۡكَ مِمَّن تَشَاۤءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاۤءُۖ بِیَدِكَ ٱلۡخَیۡرُۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَیۡءࣲ قَدِیرࣱ.

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Surat Ali ‘Imran : 26]

Secara tegas Allah menyatakan dalam ayat ini bahwa Milik Dia sendirilah kerajaan dan kekuasaan yang mutlak itu, dan Dia saja yang akan memberikan kerajaan, harta dan kekuasaan di bumi bagi orang-orang yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan hanya Dia sendiri pulalah yang mampu mengambil kerajaan dari orang-orang yang dikehendakinya, demikian pula memberikan kemuliaan di dunia dan di akhirat bagi siapa saja yang dikehendaki, dan juga menjadikan kehinaan kepada orang yang dikehendaki, di tangannyalah segala kebaikan, Sesungguhnya Allah-lah satu-satunya Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu.

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di رحمه الله,
Di dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan mencabut kekuasaan para kisra dan kaisar serta kekuasaan orang-orang yang mengikuti jejak mereka, dan akan memberikan kekuasaan itu kepada umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan hal itu telah terjadi falillahil hamd. Oleh karena itu, memperoleh kekuasaan atau tercabutnya kekuasaan mengikuti kehendak Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Namun yang demikian, tidaklah menafikan sunnatullah, berupa sebab-sebab kauniyyah (di alam semesta) dan diniyyah (agama) yang menjadi sebab tetapnya kerajaan, memperolehnya kerajaan atau sebab hilangnya kerajaan. Semua itu terjadi dengan kehendak Allah, sebab tidaklah mewujudkan apa-apa secara sendiri, bahkan semua sebab mengikuti qadha’ dan qadar Allah. Di antara sebab yang dijadikan Allah sebagai sebab memperoleh kekuasaan adalah iman dan amal shalih, bersatunya kaum muslimin, mereka memiliki persiapan yang mereka sanggupi, sabar dan tidak bertengkar (lihat surat An Nur: 55, Al Anfal: 45-46 dan 62-63). Oleh karena itu, sebab utama runtuhnya negara Islam adalah meninggalkan agamanya dan berpecah belah.
(Taisir Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di-tafsirweb)

Allah memerintahkan hambanya yang beriman untuk bergantung dan meminta tolong hanya kepada-Nya sebagaimana yang dia baca setiap kali sholat dalam Al-fatihah,

إِیَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِیَّاكَ نَسۡتَعِینُ.

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” [Surat Al-Fatihah : 5]

Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengingatkan bahayanya menggantungkan sesuatu kepada selsin Allah. Beliau bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا وُكِلَ إِلَيْهِ

“Barang siapa yang bergantung kepada sesuatu maka dia serahkan kepadanya” (HR. Tirmidzi, 2072 dihasankan Asy Syaikh Al-Albany)

Dan perbuatan menggantungkan sesuatu kepada makhluk atau selain Allah, selain hal itu menunjukkan kelemahan dan dan kehinaan juga menunjukkan tidak adanya martabat dia dihadapan manusia. Sungguh wajar jika mereka yang melakukan hal itu termasuk dikatakan sebagai manusia yang paling hina.

قال ابن القيم ، رحمه الله :
أعظـم الناس خُذلَاناً :
من تعـلّق بغير اللّه.

مدارج السالكين ( 458 / 1 ).

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله,
Manusia yang paling hina adalah orang yang bergantung dengan selain Allah.

Madarijus Salikin (1/458)

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

——————-

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *