Beranda » Artikel » Getirnya Menjadi Manusia Terkenal

Getirnya Menjadi Manusia Terkenal

Getirnya Menjadi Manusia Terkenal

Mutiara Nasehat Para Ulama Salaf

 

Negeri akhirat itu Allah jadikan kenikmatannya bagi orang-orang yang tidak menghendaki sikap sombong terhadap kebenaran di muka bumi dan kerusakan di sana. Dan tempat kesudahan yang baik (yaitu surga) adalah bagi orang-orang yang membentengi diri dari siksaan Allah, melakukan amal ketaatan, dan meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan.
Allah berfirman,

تِلْكَ الدَّارُ الآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لا يُرِيدُونَ عُلُوّاً فِي الأَرْضِ وَلا فَسَاداً وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ القصص:83

Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Surat Al-Qashash : 83]

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi,
Ketika Allah mengisahkan tentang Qarun dan harta kekayaan dunia yang dianugerahkan kepadanya, serta akhir kesudahan yang menimpanya, dan bahwa orang-orang yang beriman mengatakan, “Pahala Allah itu lebih baik bagi orang yang beriman dan beramal shalih, maka Allah mengajak untuk mencintai negeri akhirat dan Dia menginformasikam jalan yang bisa mengantarkan kepadanya, seraya berfirman, “Negeri akhirat itu,” yang diberitakan oleh Allah di dalam kitab-kitab suci-Nya dan dikabarkan oleh para rasulNya, yaitu negeri yang menghimpun seluruh kenikmatan, dan tersingkir darinya segala yang dapat mengotori dan menyempitkan, “Kami jadikan” sebagai negeri dan tempat tinggal “untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di bumi.” Maksudnya, mereka sama sekali tidak mempunyai niat. Bagaimana mungkin akan berbuat kesombongan di muka bumi ini terhadap hamba-hamba Allah, takabur terhadap mereka dan terhadap kebenaran?
“Dan tidak pula berbuat kerusakan,” ini mencakup seluruh kemaksiatan. Kalau mereka sudah tidak mempunyai niat (keinginan) untuk berbuat sombong di muka bumi ini dan tidak pula kerusakan, maka sudah pasti keinginan mereka terpusatkan kepada Allah, dan tujuan mereka adalah negeri akhirat, sikap mereka adalah merendahkan diri terhadap hamba-hamba Allah, tunduk kepada kebenaran dan beramal shalih. Mereka itulah orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang memperoleh keberuntungan. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Dan kesudahan (yang baik) itu.” Maksudnya, suasana keberuntungan dan kesuksesan yang pasti dan terus adalah bagi orang yang bertakwa kepada Allah. Sedangkan selain mereka, sekalipun mereka memperoleh sebagian dari keunggulan (duniawi) dan kelapangan, namun itu semua tidak akan lama waktunya dan akan musnah dalam waktu yang singkat.

Dapat diketahui dari uraian dalam ayat di atas bahwa orang-orang yang menginginkan kesombongan di muka bumi atau kerusakan, mereka di akhirat tidak mempunyai bagian, dan mereka juga tidak mendapatkan bagian sedikit pun darinya.
(An-Nafahat Al-Makkiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi-tafsirweb)

Banyak orang yang ingin terkenal, maka mereka harus bersiap-siap akan mendapatkan balasan akhir seperti Qorun dan semisalnya.
Tidak akan ada yang bisa mereka nikmati dari keinginannya berupa kenikmatan dunia melainkan hanya sedikit, dan di akherat hisab yang panjang akan menantikan dirinya untuk bertanggung jawab dihadapan Allah.

قال بشر بن حارث رحمه الله:
لا يجد حلاوة الآخرة رجل يحب أن يعرفه الناس.

حلية الأولياء وطبقات الأصفياء لأبي نعيم الأصبهاني: (٨/٣٤٣)
(Tawhedbook.com)

Berkata Bisyir bin Haris رحمه الله,
Seseorang yg suka dikenal oleh manusia itu tdk akan merasakan manisnya akherat.

Hilyah Al-Auliya’ wa Thabaqathul Ashfiya’Abu Nu’aim Al-Asbahany (8/343). (Tawhedbook.com

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

——————-

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *