Beranda » Artikel » Tidak Ada yang Cacat dalam Ciptaan Allah

Tidak Ada yang Cacat dalam Ciptaan Allah

Tidak Ada yang Cacat dalam Ciptaan Allah

Mutiara Hikmah dari Al-Qur’an

 

Seimbangnya ukuran makhluk ciptaan Allah

Allah berfirman,

ٱلَّذِی خَلَقَ سَبۡعَ سَمَـٰوَ ٰ⁠تࣲ طِبَاقࣰاۖ مَّا تَرَىٰ فِی خَلۡقِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ مِن تَفَـٰوُتࣲۖ فَٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ هَلۡ تَرَىٰ مِن فُطُورࣲ.

Dia (Allah) Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” [Al-Mulk : 3]

Allah menunjukkan kepada hamba-Nya, diantara cara untuk mengenal Allah sebagai Rabb satu-satunya yang berhak disembah adalah dengan melihat dan merenungi ciptaan-Nya. Dan ketika kesempurnaan itu telah diketahui dengan pasti dan yakin, maka Allah memerintahkan hamba-Nya untuk melihat kedua kalinya. Karena sesungguhnya, seorang hamba yang berusaha mencari aib dan celanya, ia tidak akan melihat aib dan kekurangan dari segala yang diciptakan oleh Allah. Dan Dzat yang Maha Sempurna dalam menciptakan alam ini, hanya Dialah yang pantas untuk disembah.

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi,
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.” Masing-masing bersusun rapi, di mana yang satu di atas yang lain dan bukan hanya satu lapis saja. Allah menciptakannya dengan amat baik dan sempurna. “Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang..” yakni cela dan kekurangan. Karena terbebas dari kekurangan dari berbagai seginya, maka ciptaan tersebut menjadi baik, sempurna, dan serasi di berbagai halnya, baik dari segi warna, kondisi, ketinggian dan dengan adanya matahari, bulan, bintang yang bercahaya, bintang yang tetap berada di tempatnya dan yang berpindah. Karena kesempurnaan penciptaan langit dan bumi bisa dilihat dan diketahui, maka Allah memerintahkan agar selalu dipandangi dan direnungkan seluruh penjurunya seraya berfirman, “Maka lihatlah berulang-ulang,” maksudnya, pandanglah berulang-ulang seraya memetik pelajaran. “Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang,” maksudnya, apakah ada kekurangan dan ketimpangan?
(An-Nafahat Al-Makkiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syaw)

Subhanallah …
Sungguh menakjubkan ayat-ayat Allah..!
Kuasa Allah menciptakan hidup dan mati dikaitkan dengan kuasa-Nya menciptakan alam raya. Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis sangat serasi dan harmonis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang aib atau tidak sempurna, pada ciptaan tuhan yang maha pengasih tuhan yang rahmat-Nya mencakup seluruh wujud, baik pada ciptaan-Nya yang kecil maupun yang besar.

Maka yang menciptakan alam semesta yang sempurna tanpa cacat ini, sungguh pantas untuk diibadahi, sedangkan yang lainnya sungguh batil penghambaan kepadanya dari sisi apapun.

Demikian juga,
Allah yang menciptakan ayat-ayat kauniyyah (alam semesta) dengan seimbang dan sempurna, maka Dia yang menurunkan ayat Al-Qur’an itu pasti aturan-aturan yang terkandung dalam syariatnya adalah aturan yang pas dan tepat untuk dijadikan pedoman hidup bagi hamba-Nya yang beriman kepada-Nya.

Sehingga sempurna lah pengakuan hambanya akan ke-Maha sempurna nya Allah yang menciptakan semua makhluknya.

إِنَّ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّیۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَـَٔایَـٰتࣲ لِّأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ ۝ ٱلَّذِینَ یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِیَـٰمࣰا وَقُعُودࣰا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَیَتَفَكَّرُونَ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلࣰا سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali ‘Imran : 190 – 191]

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *