Beranda » Artikel » Seputar Puasa Ramadhan

Seputar Puasa Ramadhan

Seputar Puasa Ramadhan

 

Alhamdulillah, Kita sedang berada di Romadhon. Nikmat yang tidak semua hambanya diberi rasa syukur dengannya.
Padahal ini adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan, yang sangat ingin orang-orang yang sudah meninggal seandainya bisa kembali kedunia untuk dihidupkan dan memuliakannya.
Sehingga, jangan sampai kita menyesal kalau sampai terlewat begitu saja dengan sia-sia kemulyaan dan keberkahan nya.

Allah berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَy يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (Al-Baqarah : 185)

Berikut beberapa hal yang menyebabkan puasa menjadi sia-sia, pahalanya berkurang, atau tidak berpahala sama sekali.

Niat puasa yang tidak ikhlas
Bisa jadi seseorang niat puasanya hanya sekedar ikut-ikutan atau bahkan gengsi kalau tidak puasa. Atau puasa karena nanti ada acara buka bersama, padahal sebelumnya ia malas puasa.
Maka hendaknya puasa kita niatkan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala, dan setiap orang diberi ganjaran sesuai dengan niatnya (puasa).

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berkata-kata yang tidak baik dan berkata kotor
Ada dari sebagian kaum muslimin mungkin ia mampu menahan lapar dan dahaga, akan tetapi belum tentu ia mampu menahan lisannya. Selama puasa ia sering berkata-kata yanga tidak baik, berkata kotor, menggunjing, menggibah, dan mengadu domba. Bahkan ada yang beteriak-teriak tidak jelas tujuannya dan membuang-buang energi pada hal yang sia-sia.

Hal ini harus dihindari selama berpuasa. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, ”Apabila seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor, berteriak-teriak (bertengkar), dan bertindak bodoh. Jika ada orang yang mencela atau mengajaknya bertengkar maka katakanlah : ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menjaga ucapan tidak hanya diperintahkan ketika berpuasa saja, akan tetapi di setiap tempat dan setiap waktu. Larangan Rasulullah tersebut menunjukkan agungnya ibadah puasa.
Nabi bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam”(HR. Bukhari dan Muslim)

Dan memang lisan adalah kunci keselamatan seseorang, ketika ia bisa menjaga lisannya, maka selamatlah ia.
Nabi bersabda, “Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya, niscaya aku menjamin surga baginya. (HR. Bukhari)

Dan termasuk dalam hal ini adalah berkata-kata dusta. Bahkan Nabi mengingatkan langsung mengenai hal ini,
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari)

Dan termasuk di dalamnya juga adalah banyak berkata-kata yang sia-sia, tidak jelas, dan tidak bermanfaat. Begitu juga dengan perkataan -yang maaf- “jorok dan porno”. Hal ini sangat dilarang bagi orang yang sedang berpuasa.
Rasulullah bersabda, “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan jorok. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah,dishahihkan Al-Albany)

Sering melakukan kemaksiatan dan tidak berusaha melawan dan menguranginya
Telah kita ketahui bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga menahan diri dari syahwat, menahan diri dari perbuatan maksiat. Ada sebagian kaum muslimin tetap melakukan kemaksiatan yang sering ia lakukan, ia tidak berusaha mengurangi atau melawannya, ia tidak memanfaatkan momentum puasa Ramadhan untuk lepas dari kebiasaannya tersebut.

Hikmah berpuasa adalah agar kita menjadi orang yang bertakwa, menjadi orang yang takut kepada Allah ketika akan bermaksiat. Sebagaimana yang Allah firmankan,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa juga telah diwajibkan atas umat-umat sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Baqarah : 183)

Rasulullah mengingatkan kita, agar jangan merugi dengan kedatangan ramadhan.

Diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Ujrah berkata,
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,

احضروا المنبر فحضرنا فلما ارتقى درجة، قال آمين.

فلما نزل قلنا يا رسول الله لقد سمعنا منك اليوم شيئا ما كنا نسمعه.
قال إن جبريل عليه السلام عرض لي فقال بعد من أدرك رمضان فلم يغفر له، قلت آمين.
….

“Kemarilah ke dekat mimbar!’
Kami pun mendatangi mimbar.

Ketika beliau menaiki satu anak tangga, beliau berkata, ‘Amin ….’
….
Sewaktu beliau turun, kami katakan, ‘Wahai Rasulullah, kami tadi mendengarmu mengucapkan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya.’
Beliau bersabda, ‘Jibril ‘alaihis salam mendatangiku. Dia berkata, ‘Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan tapi dosanya tidak diampuni.’ Kukatakan, ‘Amin ….’
…..
.” (HR. Al-Hakim dishahihkan Al-Albany dalam At-Targhib wa At-Tarhib)

Semoga bermanfaat

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *