Beranda » Artikel » Sempurnakan Puasa dengan Zakat Fithr

Sempurnakan Puasa dengan Zakat Fithr

Sempurnakan Puasa dengan Zakat Fithr

 

Seputar Zakat Fitri…

Zakat fitri adalah mengeluarkan bahan makanan pokok dengan ukuran tertentu setelah terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan, malam 1 Syawwal dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan .
Sebagai penyempurna dan pembersih orang-orang yang berpuasa.

[1] Meluruskan istilah.
Istilah yang benar adalah “zakat fitri” ( زَكَاةِ الْفِطْرِ) bukan “zakat fitrah” (زَكَاة الْفِطْرَةِ).
Dari Abdullah bin Umar;
Rasulullah menyuruh mengeluarkan

زَكَاةِ الْفِطْرِ

(HR Muslim, 986).

[2] Hukum Zakat Fitri
Zakat fitri hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memiliki sisa bahan makanan sebanyak satu sha’ (sekitar 3 kg) untuk dirinya dan keluarganya selama sehari semalam ketika hari raya.
Dari Ibn Umar,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى العَبْدِ وَالحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيرِ وَالكَبِيرِ مِنَ المُسْلِمِينَ، وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

Rasulullah mewajibkan zakat fitrah dengan satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum, kepada setiap budak atau orang merdeka, laki-laki atau wanita, anak maupun dewasa, dari kalangan kaum muslimin. Beliau memerintahkan untuk ditunaikan sebelum masyarakat berangkat shalat id. (HR. Al-Bukhari)

[3] Zakat fitri harus dikeluarkan dengan makanan pokok suatu kaum bukan dengan uang sebagaimana hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan imam Bukhari

[4] Yang wajib mengeluarkan zakat fitr adalah yang memenuhi 2 syarat:
– Beragama Islam.
– Mampu untuk menunaikannya, betdasarkan hadits riwayat Abu Dawud, 1611 dari Ibnu Abbas.

[5] Ringkasan kadar zakat fitri.
1 sha’ = 4 mud
1 mud = cakupan penuh dua telapak tangan normal yang digabungkan
1 sha’ = 4 kali cakupan penuh dua telapak tangan normal yang digabungkan
1 sha’ beras kurang lebih setara dengan 3 kg beras.

[6] Yang berhak menerima zakat fitri.
Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah mewajibkan zakat fitri,

زكاة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث،  وطعمة للمساكين

… zakat fitr itu pembersih orang yang puasa dari kesia-sian dan kata yang kotor dan sebagai makanan bagi orang miskin ….” (HR. Abu Daud; dihasankan Syekh Al-Albani)

Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu fungsi zakat fitri adalah sebagai makanan bagi orang miskin. Ini merupakan penegasan bahwa orang yang berhak menerima zakat fitri adalah golongan fakir dan miskin.

Berkaitan dengan hadis ini, Asy-Syaukani mengatakan, “Dalam hadis ini, terdapat dalil bahwa zakat fitri hanya (boleh) diberikan kepada fakir miskin, bukan 6 golongan penerima zakat lainnya.” (Nailul Authar, 2:7)

Dalam hadis ini, ditegaskan bahwa fungsi zakat fitri adalah untuk mencukupi kebutuhan orang miskin ketika hari raya. Sebagian ulama mengatakan bahwa salah satu kemungkinan tujuan perintah untuk mencukupi kebutuhan orang miskin di hari raya adalah agar mereka tidak disibukkan dengan memikirkan kebutuhan makanan di hari tersebut

[7] Zakat fitri boleh ditunaikan di awal ramadhan, namun dianjurkan untuk ditunaikan malam hari raya sampai sebelum berangkat shalat id.

Sebagaimana diriwatatkan dari Abdulloh bin Umar yang mengekuarkan zakat fitr 1 atau 2 hari menjelang hari raya.(HR. Al-Bukhari, 1511)

[8] Disunahkan menunaikan zakat fitri di daerah tempat orang tersebut berada ketika hari raya. Hanya saja, diperbolehkan menunaikan zakat fitri di luar tempat orang tersebut berdomisili.

Syahnun bertanya kepada Ibnul Qasim (murid Imam Malik), “Apa pendapat Imam Malik tentang orang Afrika yang tinggal di Mesir pada saat hari raya; di manakah zakat fitrinya ditunaikan?” Ibnul Qasim menjawab, “Imam Malik mengatakan, ‘Zakat fitri ditunaikan di tempat dia berada. Jika keluarganya di Afrika membayarkan zakat fitri untuknya, hukumnya boleh dan sah.” (Al-Mudawwanah, 2:367)

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ditanya tentang tempat yang disyariatkna untuk penunaikan zakat fitri. Beliau menjawab, “Selayaknya, kita memahami kaidah bahwasanya zakat fitri itu mengikuti badan. Maksudnya, badan orang yang dizakati. Adapun zakat harta itu mengikuti (lokasi) harta tersebut berada.

Berdasarkan hal ini, zakat fitri oleh orang yang berada di Mekkah itu ditunaikan di Mekkah, sedangkan untuk keluarganya yang tinggal di luar Mekkah maka zakat fitrinya ditunaikan di tempat mereka masing-masing.” (Majmu’ Fatawa Ibni Utsaimin)

[10] Yang membayar zakat fitr.
Syeikh Muhammad Shalih al-Utsaimin –rahimahullah– mengatakan: “Setiap orang, yang dirinya menjadi mukallaf (sudah dikenai hukum syariah padanya) agar menunaikan zakat fitrahnya sendiri. Tetapi jika ia seorang ayah, atau kakak tertua, atau suami, ingin mengeluarkan zakat untuk orang lain sedangkan ia rela maka hal itu tidaklah mengapa. Seperti itu juga pendapat yang diriwayatkan salaf mengenai masalah ini” (Fatawa Fi Ahkam al-Zakah (Kumpulan Fatwa Syeikh Muhammad Shalih al-Utsaimin), hal. 270).

[11] Yang wajib mengeluarkan zakat fitr.
Zakat fitrah wajib bagi setiap orang islam yang mampu dan hidup di sebagian bulan Ramadhan.
Yaitu, orang yang meninggal sebelum masuk waktu maghrib malam lebaran (malam 1 Syawwal) wajib baginya zakat fitrah. Begitu juga bayi yang dilahirkan sesaat sebelum terbenamnya matahari di hari terakhir bulan Ramadhan dan hidup.

Tapi sebaliknya, orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari di akhir bulan Sya’ban atau bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari di malam 1 Syawwal tidak diwajibkan baginya zakat fitrah.

Pelaksanaan zakat fitri merupakan bentuk pengejewantahan rasa kasih sayang kepada kaum fakir miskin sehingga mereka tidak perlu mengemis di hari raya. Hal ini bertujuan agar mereka turut merasakan kegembiraan bersama kaum muslimin yang lain dengan datangnya hari raya.

Selain itu, zakat fitri merupakan salah satu sarana untuk melebur berbagai kekeliruan yang dilakukan seorang ketika berpuasa di bulan Ramadhan seperti perbuatan sia-sia dan perkataan yang keji sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Ibnu Abbas.
Wallohu a’lam.
Semoga bermanfaat…

Diringkas dari berbagai artikel zakat fitr oleh Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

——————-

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *