Beranda » Artikel » PELAJARAN SAAT BERPISAH DENGAN RAMADHAN

PELAJARAN SAAT BERPISAH DENGAN RAMADHAN

PELAJARAN SAAT BERPISAH DENGAN RAMADHAN

 

Dikala harus berpisah dengan bulan penuh berkah, maka ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita petik, diantaranya :

[1] Bersyukur atas nikmat karena dipertemukan dengan Bulan Ramadhan.

Syaikh Abdurrazzaq hafidzahullah berkata :

أيُّهَا الإِخْوَةُ الْكِرَامُ لَا شَكَّ أَنَّ بُلُوْغَ هَذَا الْمَوْسِمِ الْعَظِيْمِ وَإِدْرَاكَ هَذَا الْوَقْتِ الْفَاضِلِ وَالْمَعُوْنَةَ فِيْهِ عَلَى الطَّاعَةِ صَلَاةً وَصِيَاماً وَذِكْراً وَتِلاَوَةً لِكَلَامِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَصَدَقَةً وَبَذْلاً وَبِرًّا وَإِحْسَاناً إِلَى غَيْرِ ذَلِكُمْ مِنْ وُجُوْهِ الْبِرِّ كلُّ ذَلِكُمْ مِنَ النِّعَمِ الْعِظَامِ وَالْمِنَنِ الْجِسَامِ الَّتِيْ تَسْتَوْجِبُ الشُّكْرَ لِلْمُنْعِمِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى .

Wahai saudaraku yang mulia, tidak ragu lagi bahwasanya pertemuan dengan musim ibadah yang agung serta menjumpai waktu yang memiliki keutamaan, mendapatkan pertolongan mengisinya dengan berbagai macam ketaatan, seperti shalat, puasa, dzikir, membaca kalam Allah subhanahu wa ta’ala, sedekah, mencurahkan (kebaikan) bakti, berbuat baik, dan lain lain dari bentuk perbuatan baik semuanya adalah nikmat besar yang wajib disyukuri terhadap Dzat yang memberikan nikmat yaitu Allah subhahu wa ta’ala.

Ma’la bin Al fadhl rahimahullah berkata :

كَانُوا يَدْعُوْنَ اللَّهَ تَعَالَى سِتَةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ رَمَضَانَ يَدْعُوْنَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَّقَبَّلَ مِنْهُمْ

“Para Salaf senantiasa berdo’a selama 6 bulan kepada Allah agar di pertemukan dengan bulan romadhan, dan mereka berdo’a juga 6 bulan setelahnya agar amalan mereka diterima disisi Allah”

Allah Ta’ala berfirman tentang ayat puasa Ramadhan yang didalamnya penyebutan beberapa ni’mat yang agung kemudian ditutup dengan ungkapan bersyukur :

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah : 185).

Diantara ni’mat yang disebutkan :

(1)-Diturunkannya Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai pembeda anatar yang haq dan yang batil.

Allah Ta’ala berfirman :

{شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ}

Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (QS. Al Baqarah : 185).

(2)-Diantara nikmat yang lainnya yang terdapat dalam ayat adalah nikmat dipertemukannya dengan bulan Ramadhan dan diberi taufiq oleh Allah untuk menjalankan ibadah yang agung yaitu puasa. Hal ini tertuang dalam firman Allah :

{ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ}

“……Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu……”. (QS. Al Baqarah : 185).

(3)-Kenikmatan berupa RUKHSHAKH dalam menjalankan puasa ketika ada udzur di bolehkan untuk berbuka dengan menggantinya dihari yang lain.

Allah Ta’ala berfirman :

{ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ}

dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.. (QS. Al Baqarah : 185).

(4)-Diantara nikmat yang Allah sebutkan dalam ayat yang mulia diatas adalah nikmat kemudahan syari’at Islam. Allah Ta’ala telah berfirman ;

{ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ }

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.. (QS Al Baqarah : 185).

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda:

«إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا، وَأَبْشِرُوا، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَيْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ»

“Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah ((berangkat di waktu malam) “ (HR. Bukhari)

(5)-Diantara nikmat yang disebutkan adalah disempurnakannya bilangan bulan pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Allah Ta’ala berfirman :

{وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ}

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya. (QS. Al Baqarah : 185).

(6)-Diantara nikmat yang disebutkan adalah disyariatkannya Takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. Sebagaimana Allah Ta’ala telah berfirman :

{وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ}

“…….Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu……..” (QS. Al Baqarah : 185).

Semua nikmat nikmat yang besar yang telah disebutkan dalam ayat tersebut wajib disyukuri baik dengan hati, dengan lisan dan anggota badan. Oleh karena itu diakhir ayat Allah Ta’ala berfirman :

{ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ}

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Baqarah : 185).

[2] Merenungi akan berakhirnya umur dan terbatasnya ajal hidup didunia.

Nabi ﷺ bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِمَنْكِبِي فَقَالَ كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَقُولُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Rasûlullâh ﷺ memegang kedua pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir’ [dan persiapkan dirimu termasuk orang yang akan menjadi penghuni kubur (pasti akan mati)].”Dan Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah mengatakan, “Jika engkau berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Bukhari dan yang lainnya)

Ibnu Rajab al Hanbali –rahimahullah– berkata :

وَهَذَا الْحَدِيثُ أَصْلٌ فِي قِصَرِ الْأَمَلِ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَّ الْمُؤْمِنَ لَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَتَّخِذَ الدُّنْيَا وَطَنًا وَمَسْكَنًا، فَيَطْمَئِنَّ فِيهَا، وَلَكِنْ يَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ فِيهَا كَأَنَّهُ عَلَى جَنَاحِ سَفَرٍ: يُهَيِّئُ جِهَازَهُ لِلرَّحِيلِ. وَقَدِ اتَّفَقَتْ عَلَى ذَلِكَ وَصَايَا الْأَنْبِيَاءِ وَأَتْبَاعِهِمْ، قَالَ تَعَالَى حَاكِيًا عَنْ مُؤْمِنِ آلِ فِرْعَوْنَ أَنَّهُ قَالَ: {يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ} [غافر: 39] . «وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَا لِي وَلِلدُّنْيَا إِنَّمَا مَثَلِي وَمَثَلُ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رَاكِبٍ قَالَ فِي ظِلِّ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا»

“Hadits diatas sebagai dalil tentang disyari’atkannya untuk tidak panjang angan angan (dalam hidup) didunia, dan seorang Mukmin tidak sepantasnya untuk menjadikan dunia sebagai tempat tinggal dan tempat menetapnya yang merasa tentram didalamnya, namun hendaknya menjadikannya hidup didunia seolah dalam tengah perjalanan safar yang senantiasa mempersiapkan bekalnya untuk perjalanan. Sungguh telah bersepakat atas hal ini wasiatnya para Rasul dan pengikut mereka. Allah berfirman menceritakan tentang seorang Mukmin dari keluarga Fir’aun, yang berkata : “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”. (QS. Ghofir : 39). Dan Nabi –shalallahu alaihi wasallam- bersabda, “Apa urusanku dengan dunia ini, sesungguhnya perumpaanku dengan dunia adalah seperti seorang Pengendara (yang tengah dalam safar) yang sedang beristirahat siang dibawah pohon kemudian pergi meninggalkannya” (Jaami’ul ‘Ulum Wal Hikam 2/377)

Kemudian beliau pun membawakan perkataan Ali bin Abi Thalib :

وَكَانَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: إِنَّ الدُّنْيَا قَدِ ارْتَحَلَتْ مُدْبِرَةً، وَإِنَّ الْآخِرَةَ قَدِ ارْتَحَلَتْ مُقْبِلَةً، وَلِكُلٍّ مِنْهُمَا بِنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ، وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلَ.

“Ali bin Abi Thalib berkata, Sesungguhnya dunia ini telah bergerak pergi dan sesungguhnya akhirat telah bergerak datang, dan masing masing keduanya memiliki pengikut, maka jadilah kalian menjadi para pengikut akhirat, dan jangan kalian menjadi para pengikut dunia, karena hari ini adalah amal tidak ada hisab, sedangkan hari esok adalah hisab dan tidak ada lagi amal” (HR. Bukhari), Wallaahu Waliyyut Taufiiq.

Ustadz AGS

——————-

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *