Beranda » Artikel » Kesan-pesan di Penghujung Perpisahan dengan Ramadhan

Kesan-pesan di Penghujung Perpisahan dengan Ramadhan

Ramadhan bulan penuh berkah, penuh rahmat dan ampunan dari Allah. Segala ibadah baik yang kita lakukan semua dilipatgandakan pahalanya oleh-Nya.

Namun kini, kenikmatan itu sebentar lagi akan berakhir. Sebuah ketenangan dan kedamaian dalam mendekatkan diri pada-Nya kini mulai terasa sirna.

Ramadhan saat pandemi wabah covid-19, menjadi berbeda dari Ramadhan sebelumnya, anjuran pemerintah untuk melaksanakan ibadah di rumah menambah suasana pilu di Ramadhan musim pandemi ini.

Kini bulan istimewa itu akan segera pergi, akan pergi jauh dan mungkin tidak ada lagi waktu untuk bertemu kembali.

Sedih rasanya, akan berpisah dengan tamu yang mulia, sementara belum maksimal menjamunya, hanya doa yang terselip disela waktu tersisa, semoga Allah menerima semua amal ibadah di Ramadhan ini, termasuk hadiah terbesar yaitu “Malam Kemuliaan” atau Lailatul Qadar.

Ramadhan mulia di musim pandemi covid-19 begitu berkesan. Semoga berlalunya Ramadhan teriring pula doa agar segera berlalu pula penyebaran pandemi covid-19 di Indonesia dan negeri-negeri kaum muslimin terlebih biladil haramain sebagai pusat tujuan peribadatan kaum muslimin, sehingga kita dapat menjalani kembali kehidupan yang normal seperti sedia kala.

Kini Ramadhan akan pergi meninggalkan kita. Dan kita telah menyaksikan kejahatan orang yang jahat, dan kebaikan orang yang baik, dan masing-masing telah menerima bagiannya dari untung dan rugi.

Maka, alangkah menyesalnya orang yang semberono (melampaui batas), ia telah men-sia-siakan masa. Alangkah kecewanya orang yang menunda-nunda, seakan-akan ia merasa aman dari bahaya maut, atau mengetahui bahwa ia akan hidup hingga Ramadhan yang akan datang.

Para Salaf mengajarkan doa,

اللهم اجعل خير عمري أخره و خير عملي خواتيمه و خير أيامي يوم لقائك

“Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat)” (Dari Abu Bakar As-Siddiq, HR Ibnus Sunny, dan Ibnu Syaibah, 30124)

Al-Hafizh Ibnu Rajab رحمه الله berkata,

عباد الله إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إلا القليل فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى

“Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan telah bertekad untuk pergi, dan tidak tersisa waktunya kecuali sedikit, Maka siapa yang telah berbuat baik di dalamnya hendaklah ia sempurnakan, dan siapa yang telah menyia-nyiakannya hendaklah ia menutupnya dengan yang lebih baik.”

كيف لا تجرى للمؤمن على فراقه دموع وهو لا يدري هل بقي له في عمره إليه رجوع

“Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak menetes tatkala berpisah dengan Ramadhan,
Sedang ia tidak tahu apakah masih ada sisa umurnya untuk berjumpa lagi.”
(Lathaiful Ma’arif, hal 216, terj. Ust. Sofyan Cholidruray)

Kita perbanyak istighfar di saat-saat akhir Ramadhan ini. Semoga Allah menerina shiyam kita, qiyam kita, qiro’ah kita dan semua ibadah kita. Teriring doa mohon dengan penuh kesungguhan dan kekhusyu’an kepada Allah agar diberi kesempatan berjumpa lagi dengan Ramadhan yang akan datang dengan lebih baik lagi…

Wallahu a’lam

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *