Beranda » Artikel » Kemenangan itu Janji Pasti untuk Orang yang Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya

Kemenangan itu Janji Pasti untuk Orang yang Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya

Kemenangan itu Janji Pasti untuk Orang yang Taat Kepada Allah dan Rasul-Nya

Mutiara Hikmah dari Al-Qur’an

 

Taat kepada Allah dan Rasul-Nya adalah syarat mutlak mendapatkan kemenangan

Allah telah menjanjikan hal yang menggiurkan dan prestisius kepada hambanya yang taat kepada-Nya. Hal tersebut mengharuskan adanya kualifikasi (penyeleksian) orang-orang yang dikategorikan sebagai memiliki keimanan dan ketaatan yang sangat ketat. Jika tidak, tentulah banyak orang, bahkan semua orang, yang akan mengaku-aku diri sebagai orang beriman dan taat.

Untuk menghindari ini dan untuk mengukur pula seberapa kadar keimanan dan ketaatan seorang manusia, dilakukanlah proses pembuktian terlebih dahulu, sebagaimana pembuktian ini dilakukan terhadap generasi-generasi dahulu.
Allah berfirman,

وَمَن یُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَیَخۡشَ ٱللَّهَ وَیَتَّقۡهِ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡفَاۤىِٕزُونَ.

Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.” [An-Nur : 52]

Berkata Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili رحمه الله,
Tatkala Allah menyebutkan keutamaan taat dalam berhukum secara khusus, maka Dia menyebutkan keutamaan taat secara umum pada seluruh keadaan. Allah berfirman, ”dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya,” lalu membenarkan al-khabar dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya “dan takut kepada Allah,” maksudnya takut kepada-Nya dengan ketakutan yang berkaitan dengan pengetahuan, sehingga dia meninggalkan apa yang dilarang, menahan dirinya dari apa yang diinginkan nafsunya “dan bertakwa kepada-Nya,” dengan meninggalkan perkara-perkara yang dilarang. Karena, hakikat takwa secara umum, mencakup melakukan perintah dan menjauhi larangan. Tatkala lafazh at-taqwa bersanding dengan lafazh al-birr (kebaikan) atau ath-tha’ah (ketaatan) –sebagaimana dalam pembahasan di sini- maka ditafsirkan dengan membentengi diri dari azab Allah dengan cara meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya. “maka mereka,” yang telah memadukan antara ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, rasa takut dan takwa kepada-Nya “adalah orang-orang yang mendapat kemenangan,” dengan selamatnya mereka dari azab karena mereka meninggalkan perkara-perkara pemicunya sehingga meraih pahala karena telah menempuh sebab kausalitasnya. Kemenangan hanya terbatas bagi mereka (saja). Adapun orang yang belum menyandangi diri dengan sifat-sifat mereka, maka sungguh dia akan kehilangan kemenangan ini sesuai dengan kadar kekurangan untuk menyempurnakaan sifat-sifat ini. Ayat ini mencakup hak kolektif antara Allah dan Rasul-Nya. Yaitu, ketaatan yang berkonsekuensi kepada keimanan dan (mengandung) hak khusus untuk Allah yaitu rasa takut dan ketakwaan. Masih tersisa (jenis hak) ketiga yang khusus bagi Rasul-Nya, yaitu pemberian dukungan dan pengagungan, sebagaimana Allah telah menggabungkan tiga hak ini dalam surah al-fath. “supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama) Nya, membesarkannya dan bertasbih kepadaNya di waktu pagi dan petang.” (al-Fath : 9)
(Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili-tafsirweb)

Ketika kaum muslimin sangat kuat dalam memegang dan menjalankan syariat Allah, maka Allah meninggikan derajat mereka dihadapan semua ummat manusia. Dimasa para Khulafaur Rasyidin, kemudian dimasa Bani Umayyah, Bani Abbasiyah dan setelahnya syariat Islam menjadi pedoman utama dalam.kehidupan mereka.
Namun, setelah mereka mulai mengendorkan pegangannya dengan syariat bahkan mulai membebek atau tasyabbuh dengan ummat yang lain dengan mengadopsi pemahaman filsafat dan teologi dari kaum pagan Yunani, Romawi, Persia atau filsafat dan teologi dari Yahudi, Nasrani dan Majusi dan teori-teori sufistik dari Hindu, Budha dan kaum pagan yang lainnya, disinilah mulai runtuh ketinggian derajat mereka dari panggung sejarah ummat manusia.

Ayat ini menjadi renungan yang berharga untuk kembali meraih kemuliaan ummat Islam dengan mengencangkan lagi pegangan kepada syari’at Islam yang hak dengan mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya dalam kehidupan beribadah maupun muamalah.

Faedah dari ayat,
Janji Allah itu pasti,dan tidak pernah berubah.
Bahwa barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasu-Nya dalam perintah dan larangan, serta takut dampak buruk pelanggaran dan khawatir terhadap siksaan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang beruntung memperoleh kemenangan di dunia dan kenikmatan yang utama diakherat dalam surga.

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *