Beranda » Artikel » Jangan Tinggalkan Jalan Menuju Kemuliaan Ummat

Jangan Tinggalkan Jalan Menuju Kemuliaan Ummat

Jangan Tinggalkan Jalan Menuju Kemuliaan Ummat

Mutiara Nasehat Para Sahabat Nabi

 

Kenyataan yang terjadi di ummat Islam yang sangat memprihatinkan sekarang ini adalah karena mereka melalaikan satu jalan pokok untuk mewujudkan janji Allah mendapatkan kemuliaan, yaitu jalan iihad.

Ada dua sisi kelompok yang telah melalaikannya, satu sisi berlebihan dalam antipati terhadap syariat sehingga mereka meninggalkan jalan jihad yang mulia karena terbawa oleh opini orang kafir dan munafik yang menyudutkan Islam bahwa jalan jihad dianggap jalan keras dan radikal.

Sementara sisi kelompok yang lain berlebihan dalam menggaungkan syariat jihad sehingga mereka terjerumus dalam mengkafirkan kaum muslimin yang lain yang dianggap tidak sepemahaman dan juga mengangkat bendera jihad melawan orang kafir tapi tidak sesuai dengan bimbingan syariat yang hak. Dua sisi kelompok inilah yang menjadikan keruh dan kotornya keindahan syariat jihad di jalan Allah.
Hanya kelompok tengah-tengah, yaitu golongan Ahlussunnah yang tetap menjaga indahnya syariat jihad hanya untuk menegakkan kalimat Allah yang hak dengan bimbingan ulama Rabbany yang lurus dan Istiqomah diatas kebenaran.

Allah memperingatkan Rasul-Nya untuk menjadi renungan bagi ummatnya, bahwa bila mereka lebih mengutamakan ayah-ayah, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum kerabat dan harta benda dengan yang mereka kumpulkan dan perdagangan yang mereka khawatirkan tidak laku dan rumah-rumah nyaman yang mereka tinggali, bila mereka lebih mengutamakan semua itu daripada cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasul-Nya dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah oleh siksaan Allah dan balasan yang akan menimpa mereka. Dan Allah tidak memberikan taufik kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada-Nya.
Allah berfirman,

قُلۡ إِن كَانَ ءَابَاۤؤُكُمۡ وَأَبۡنَاۤؤُكُمۡ وَإِخۡوَ ٰ⁠نُكُمۡ وَأَزۡوَ ٰ⁠جُكُمۡ وَعَشِیرَتُكُمۡ وَأَمۡوَ ٰ⁠لٌ ٱقۡتَرَفۡتُمُوهَا وَتِجَـٰرَةࣱ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَـٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَاۤ أَحَبَّ إِلَیۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادࣲ فِی سَبِیلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ یَأۡتِیَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۗ وَٱللَّهُ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَـٰسِقِینَ.

“Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”
[Surat At-Taubah 24]

Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar,
Ayat ini adalah salah satu ayat yang paling keras, menyerukan kepada manusia yang hampir tidak satupun dari mereka yang lepas darinya kecuali yang Allah membebaskan mereka dengan kelembutan-Nya.
(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, tafsirweb)

Kecintaan berlebihan terhadap dunia menjadikan ummat ini terpuruk dalam kehinaan, karena tatkala mereka mencintai dunia tidak pada semestinya maka yang paling pertama mereka tinggalkan adalah jalan jihad di jalan Allah. Padahal jalan jihad inilah yang telah mengantarkan para pendahulu ummat ini meraih kemulyaan dan ketinggian derajat yang telah dijanjikan oleh Allah.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda memperingatkan hal ini,

إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِيْنَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيْتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُـمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَيَنْزِعُهُ شَيْئٌ حَتَّى تَرْجِعُواْ إِلَى دِيْنِكُمْ.

“Apabila kalian melakukan jual beli dengan cara ‘inah, berpegang pada ekor sapi, kalian ridha dengan hasil tanaman dan kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan membuat kalian dikuasai oleh kehinaan yang tidak ada sesuatu pun yang mampu mencabut kehinaan tersebut (dari kalian) sampai kalian kembali kepada agama kalian.”([HR. Abu Dawud, 3462 dishahihkan Al-Albany).

Dan para Salaf, terutama para Sahabat juga telah memperingatkan perkara ini, sebagaimana yang disampaikan Khalifah Abi Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه.

قال أبو بكر الصديق رضي الله عنه:
ما تركت أمة الجهاد إلا وقرنها الله بالذل.

محمود شريف، الوثائق الدولية المعنية بحقوق الإنسان، المجلد الثاني، دار الشروق، القاهرة.
(mawdoo3.com)

Berkata Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه:
Tidaklah ummat meninggalkan jihad melainkan Allah akan menurunkan kepadanya kehinaan.

Mahmud Syarif, Al-Wtsaiq Ad-Dauliyyah, j. 2
(mawdoo3.com)

Wallahu ‘alam

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc\

——————-

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *