Beranda » Artikel » IKAN SEPAT IKAN GABUS

IKAN SEPAT IKAN GABUS

IKAN SEPAT IKAN GABUS

 

Semakin cepat semakin bagus , itulah ungkapan yang tepat bagi para jomblo (baca : telat nikah) untuk segera menikah, seandainya mereka tahu bahwa diantara indahnya menikah dan berkeluarga adalah terkumpulnya banyak pahala dan ganjaran, karena setiap aktifitas hubungan suami istri apabila diniatkan untuk mengharap wajah Allah maka didalamnya terdapat pahala yang besar, dalam memberi nafkahnya pun bernilaikan sedekah.

Rasulullah –shalallahu alahi wasallam– bersabda ;

وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى اللُّقْمَةَ تَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِكَ

Dan sekali-kali tidaklah engkau memberi nafkah, melainkan kamu diberi pahala sampai berupa suapan yang engkau suapkan kedalam mulut isterimu”. (HR. Bukhari : 2742, Muslim : 1628).

Setiap suapan makanan yang dimakan istri dan anak serta keluarga bernilai sedekah, bayangkanlah jika anak istri kita makan sampai 3 piring misalnya, maka berapa nilai pahala sedekah yang didapatkan bagi sang suami?

Yang lebih dahsyat lagi dari keindahan menikah adalah bercumbu dan hubungan intim seorang suami dengan istri nya dinilai sebagai ibadah dan sedekah disisi Allah Ta’ala.

Dari Abu Dzar –radhiyallahu anhu– ia berkata :

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُولَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ، وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ: ” أَوَلَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُونَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةً، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ، وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ»

Beberapa sahabat Nabi berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang kaya bisa memperoleh pahala lebih banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa seperti kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan harta-harta mereka.’ Beliau bersabda, ‘Bukankah Allah telah menjadikan apa yang ada padamu sebagai sedekah?Sesungguhnya setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap takbir sedekah, setiap tahmid sedekah, setiap tahlil sedekah, setiap amar makruf adalah sedekah mencegah kemungkaran juga sedekah, bahkan pada setiap jima’ (bersetubuh dengan isteri) seseorang dari kamu adalah sedekah.’Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah jika seseorang di antara kita mendatangi syahwatnya pada istrinya maka akan mendapatkan pahala?’Rasulullah menjawab, ‘Apakah kamu tidak melihat jika seseorang meletakkan kemaluannya pada yang haram maka akan mendapat dosa, demikian juga bila diletakan pada yang halal maka akan mendapat pahala”. (HR. Muslim : 1006).

Terkait masalah hubungan intim , ada perkataan Imam Al Qurtubi –rahimahullah– yang patut kita renungkan, beliau rahimahullah berkata,

وَيُقَالُ إِنَّ كُلَّ مَنْ كَانَ أَتْقَى فَشَهْوَتُهُ أَشَدُّ، لِأَنَّ الَّذِي لَا يَكُونُ تَقِيًّا فَإِنَّمَا يَتَفَرَّجُ بِالنَّظَرِ وَالْمَسِّ، أَلَا تَرَى مَا رُوِيَ فِي الخبر: (العينان تزنيان واليد ان تَزْنِيَانِ). فَإِذَا كَانَ فِي النَّظَرِ وَالْمَسِّ نَوْعٌ مِنْ قَضَاءِ الشَّهْوَةِ قَلَّ الْجِمَاعُ، وَالْمُتَّقِي لَا يَنْظُرُ وَلَا يَمَسُّ فَتَكُونُ الشَّهْوَةُ مُجْتَمِعَةٌ فِي نَفْسِهِ فَيَكُونُ أَكْثَرَ جِمَاعًا. وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ الْوَرَّاقُ: كُلُّ شَهْوَةٍ تُقَسِّي الْقَلْبَ إِلَّا الْجِمَاعَ فَإِنَّهُ يُصَفِّي الْقَلْبَ، وَلِهَذَا كَانَ الْأَنْبِيَاءُ يَفْعَلُونَ ذَلِكَ.

Dan dikatakan sesungguhnya setiap yang bertaqwa syahwatnya lebih besar, karena orang-orang yang tidak bertaqwa melepaskan syahwatnya dengan melihat (jelalatan) dan menyentuh yang haram. Tidaklah engkau melihat riwayat yang mengatakan, “Dua mata pun melakukan zina, demikian juga kedua tangan lalu kemaluan membenarkannya atau mendustakannya”. Jika melihat dan menyentuh termasuk pelampiasan syahwat, maka (keinginan) bercampurnya (jima’) berkurang. Sementara orang-orang yang bertaqwa mereka tidak melihat dan tidak juga menyentuh (yang haram), maka syahwatnya terkumpul (terpendam semakin besar) sehingga keinginan untuk jima’ pun semakin besar pula. Abu Bakar Al-Warraq berkata, “Setiap pelampiasan syahwat, membuat hati menjadi keras kecuali jima’, karena ia menjadikan hati lebih bersih, karena itulah para nabi melakukan hal tersebut” (Tafsir al-Qurthubi 5/253)

Faedah dari perkataan Imam Al Qurtubi –rahimahullah– diatas adalah :

[1] Bahwa dengan menjaga pandangan, hidup semakin ni’mat dengan bertambahnya syahwat.

[2] Ni’mat yang halal hanya diraih dengan ketakwaan, bukan dengan dosa dan maksiat.

[3] Balasan itu tergantung amalan, kalau amalannya baik maka balasannya pun baik dan sebaliknya kalau amalannya buruk maka ia akan ditimpa dengan keburukan yang setimpal.

[4] Berjima atau hubungan intim yang halal adalah perkara yang diperhatikan oleh orang orang shalih, karena didalamnya banyak manfa’atnya diantaranya :

(a) Menjaga dan melestarikan keturunan.

(b) Mengeluarkan air mani yang kalau tertahan akan membahayakan.

(c) Ahli kedokteran memandang bahwa dengan bersetubuh kesehatan pun semakin terjaga, dan berjima’ bisa melepaskan ketegangan dan mencari kelezatan serta kenikmatan.

Sungguh sangat merana bagi para jomblo, semoga Allah Ta’ala mudahkan untuk segera menikah , sebagaimana pepatah mengatakan, “Ikan sepat ikan gabus, semakin cepat semakin bagus”, Wallahu waliyyut Taufiq.

Ustadz Abu Ghozie As Sundawie

——————-

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Aamiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *