Beranda » Artikel » Sosok Pemimpin Yang Adil dan ‘Alim

Sosok Pemimpin Yang Adil dan ‘Alim

Karakteristik manusia yang mempunyai keinginan yang tinggi untuk menjadi pemimpin tampak dalam tingkah laku yang dilandaskan pada suatu keyakinan yang sangat mendalam bahwa apa yang dilakukannya merupakan bagian dari ibadah kepada Allah.

Pemimpin merupakan suatu panggilan yang sangat mulia dan perintah dari Allah yang menempatkan dirinya sebagai makhluk pilihan sehingga tumbuh dalam dirinya kehati-hatian, menghargai waktu, hemat, produktif, dan memperlebar sifat kasih sayang sesama manusia.

Ada diantara pemimpin diakhir zaman yang dikhawatirkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم kemunculannya terhadap umatnya, yaitu pemimpin-pemimpin yang menyeret para pengikutnya ke lembah kesesatan.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

وَإِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

“Sesungguhnya yang aku khawatirkan pada umatku adalah imam-imam (tokoh-tokoh panutan) yang menyesatkan.” (HR Abu Dawud, 4252 dishahihkan Al-Albany).

Selama berabad-abad umat manusia hidup dalam ketentraman di bawah kepemimpinan Islam. Andaikan semua tetap berjalan pada jalurnya niscaya umat manusia akan mengalami hal yang sangat berbeda seperti yang di alami saat ini penuh dengan gejolak, bencana, ketidakpercayaan terhadap pemimpin dll. Niscaya dunia ini akan indah serta menyenangkan hati setiap manusia. Namun takdir berkehendak lain, dan kemunduran itu bermula dari diri umat Islam sendiri.

Dahulu, diawal sejarah Islam para pemimpin adalah sosok yang adil dan ‘alim, seperti para Khulafaur Rasyidin dan para pemimpin dari Bani Umayyah maupun Bani Abbasiyah yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sehingga mereka mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan yang sangat besar dari Allah.
Sebagaimana yang Allah janjikan.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًۭا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًۭٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh, akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barangsiapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nur: 55].

Diantara sosok pemimpin yang adil dan ‘alim adalah Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz رحمه الله. Hal ini terlihat dalam nasehat ucapannya.

قال عمر بن عبد العزيز رحمه الله:
أي عامل من عمالي رغب عن الحق ولم يعمل بالكتاب والسنة فلا طاعة له عليكم، وقد صيرت أمره إليكم حتى يراجع الحق وهو دميم.

الإسلام السياسي- من عام الجماعة إلى حكم الجماعة، لمحمد الدمارداش العقالي: ص ٥٧. (mawdoo3.com)

Berkata Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz رحمه الله,
Siapa saja ada diantara salah satu pegawai ku yang membenci kebenaran, tidak mau beramal sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah maka tidak ada ketaatan bagi kalian kepadanya. Dan aku serahkan perkaranya kepada kalian sampai dia mau kembali kepada yang hak dalam keadaan hina.

Al-Islam As-Siyasy – min ‘Amil Jama’ah ila hukmil jama’ah, Muhammad Ad-Damardasy: h. 57. (mawdoo3.com)

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *