Beranda » Artikel » Siapa Yang Mampu Mengalahkan Allah ?

Siapa Yang Mampu Mengalahkan Allah ?

Tidak ada yang mampu menandingi kekuatan Allah, Dialah yang paling kuat.
Allah berfirman,

إِن یَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡۖ وَإِن یَخۡذُلۡكُمۡ فَمَن ذَا ٱلَّذِی یَنصُرُكُم مِّنۢ بَعۡدِهِۦۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡیَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal.”
[Surat Ali ‘Imran : 160]

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi,
Maksudnya apabila Allah membantu kalian dengan pembelaan dan pertolonganya, ”maka tidak ada orang yang dapat mengalahkanmu, ” walaupun orang yang ada di setiap penjuru berkumpul untuk mengalahkan kalian dengan segala sesuatu yang mereka miliki berupa jumlah pasukan dan perlengkapan, karena tidak ada orang yang dapat mengalahkannya. Allah telah menguasai hamba-hambaNya dan telah mengandalikan hidup mereka, dan tidaklah ada seekor hewan melatapun yang bergerak melainkan atas izinNya dan tidak pula diam melainkan dengan izinNya. “jika Allah membiarkanmu tidak memberi pertolongan, ” maksudnya membuat diri kalian bersandar pada diri kalian sendiri, ”maka siapakah gerangan yang dapat menolongmu dalam keadan itu, ” Maka pastilah kalian akan terlantar walaupun seluruh makhluk menolong kalian. Dalam ayat ini terkandung perintah untuk meminta pertolongan dan bergantung hanya kepada Allah, dan berlepas diri dari segala daya upaya dan kekuatan diri. Kerenanya Allah berfirman “dan kepada Allahlah bertawakkal orang-orang yang beriman”, didahulukan ma’mulnya sebagai Batasan bahwa hanya kepada Allah saja bertawakkal, tidak kepada selainNya.

Karena sudah pada tahu bahwa hanya Dialah satu-satunya sang penolong, maka bergantung kepadanya adalah bukti tauhid yang dituju, dan bergantung kepada selainNya adalah perbuatan syirik yang tidak mendatangkan manfaat bagi pelakunya bahkan mendatang madhorot baginya.

Ayat ini mengandung perintah untuk bertawakal kepada Allah semata, dan bahwasanya sebesar kadar keimanan seoranb hamba, maka sebesar itulah kadar tawakalnya.
(An-Nafahat Al-Makkiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi)

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Firman Allah,

( إن ينصركم الله فلا غالب لكم وإن يخذلكم فمن ذا الذي ينصركم من بعده وعلى الله فليتوكل المؤمنون )
وهذا كما تقدم من قوله : ( وما النصر إلا من عند الله العزيز الحكيم ) [ آل عمران : 126 ] ثم أمرهم بالتوكل عليه فقال : ( وعلى الله فليتوكل المؤمنون ).

“Jika Allah menolong kalian, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kalian; jika Allah membiarkan kalian (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kalian (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (Ali Imran: 160)

Ayat ini sama maknanya dengan firman-Nya:

وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Ali Imran: 126)

Kemudian Allah memerintahkan kepada mereka untuk bertawakal kepada-Nya melalui firman-Nya:

{وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ}

Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal. (Ali Imran: 160)

Sudah berlalu sekian banyak kaum-kaum yang kuat, akan tetapi semuanya telah hilang binasa padahal mereka dulu adalah kaum yang perkasa.

Namrudz dan bala tentaranya, Fir’aun dan bala tentaranya, kafir Quraisy yang dimotori Abu Jahal sebagai pimpinannya, Persia dengan berbagai kecongkakannya, Romawi dengan Heraklius raja terbesarnya, Tartar Mongol, Soviet yang komunis dan berbagai kaum yang lainnya, akan panjang jika disebutkan semuanya, maka mereka semua binasa dan tinggal kisah cerita sejarah kebesarannya.

Mereka semua dibinasakan oleh Allah Dzat yang Maha Perkasa, tidak ada yang mampu menolong mereka dari kebinasaan jika sudah dikalahkan oleh Allah.

Dan Allah memperingatkan hambanya yang beriman, bahwa Allah sajalah yang mampu menolong mereka dengan kemenangan dan pertolongan-Nya, maka jika Allah sudah menolong tidak ada seorangpun yang dapat mengalahkan hamba yang ditolongnya.

Dan jika Dia mengabaikan mereka, maka siapakah gerangan yang mampu untuk menolongnya setelah Dia membiarkan mereka?
Maka dari itu, hanya kepada Allah saja, hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.

Wallahu a’lam.

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *