Beranda » Artikel » Semua Makhluk Diciptakan Dari Ketidakadaan

Semua Makhluk Diciptakan Dari Ketidakadaan

Apakah mereka yang menciptakan dirinya sendiri ?

Allah berfirman,

أَمۡ خُلِقُوا۟ مِنۡ غَیۡرِ شَیۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَـٰلِقُونَ.

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?”
[Surat Ath-Thur : 35]

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi,
“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri).” Ini adalah dalil yang melawan mereka dengan sesuatu yang tidak memungkinkan bagi mereka kecuali menerima kebenaran atau (sebaliknya) melenceng dari tuntutan akal sehat dan Agama. Jelasnya, mereka mengingkari keesaan Allah, mendustakan RasulNya sehingga membuat mereka mengingkari bahwa Allah telah menciptakan mereka, padahal telah tertanam dalam akal dan dikuatkan oleh syariat bahwa hal itu tidak terlepas dari tiga hal : Karena mereka “diciptakan tanpa sesuatu pun,” artinya, tidak ada pencipta yang menciptakan mereka tapi mereka ada begitu saja tanpa ada yang mengadakannya, dan ini inti dari kemustahilan, “ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri),” ini juga mustahil, sebab tidak bisa dibayangkan bagaimana seseorang menciptakan dirinya sendiri. Karena dua kemungkinan tersebut tidak benar dan jelas-jelas mustahil, maka yang tersisa adalah kemungkinan ketiga yaitu Allah lah yang menciptakan mereka. Karena hal ini telah diketahui, di mana tidak selayaknya ibadah diberikan kecuali hanya kepada-Nya.
(An-Nafahat Al-Makkiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi)

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,

هذا المقام في إثبات الربوبية وتوحيد الألوهية، فقال تعالى : ( أم خلقوا من غير شيء أم هم الخالقون )

Pembicaraan ini adalah tentang penetapan sifat rububiyyah Allah dan juga tauhid Uluhiyyah bagi Allah.
Firman Allah,

{أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ}

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? (Ath-Thur: 35)

أي : أوجدوا من غير موجد ؟ أم هم أوجدوا أنفسهم ؟ أي : لا هذا ولا هذا ، بل الله هو الذي خلقهم وأنشأهم بعد أن لم يكونوا شيئا مذكورا .

Yakni apakah mereka ada dengan begitu saja tanpa ada yang menciptakan? Ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? Yakni tidaklah demikian keadaannya, bahkan Allah-lah Yang Menciptakan dan yang mengadakan mereka dari tiada.
Diriwayatkan dari Muhammad ibnu Jubair ibnu Mut’im, dari ayahnya yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Nabi صلى الله عليه وسلم dalam salat Magribnya membaca surat Ath-Thur; dan ketika sampai pada ayat ini, yaitu firman-Nya: Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa? (Ath-Thur: 35-37) Hampir saja hatiku (jantungku) copot.
(HR. Al-Bukhory Muslim)

Hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain melalui berbagai jalur dari Az-Zuhri dengan sanad yang sama. Dan Jubair ibnu Mut’im datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم sesudah Perang Badar untuk menebus para tawanan, saat itu ia masih musyrik. Ayat-ayat inilah yang ia dengar dari Nabi dan menjadi salah satu faktor yang mendorongnya untuk masuk Islam sesudahnya.
(Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Imam Ibnu Katsir)

📌Faedah ayat,
Allah mempertanyakan kepada orang-orang musyrik dari kafir Quraisy yang menolak seruan agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dengan logika akal mereka,

“Apakah mereka itu diciptakan tanpa pencipta ataukah mereka sendiri yang menciptakan diri mereka? Keduanya adalah batil dan mustahil ?”

Dengan ini jelaslah dengan pasti bahwa hanya Allah semata Yang Mencipta mereka, hanya Dia semata yang berhak untuk disembah, dan ibadah tidak layak kecuali untuk-Nya.

Logika ini juga tepat sekali untuk disampaikan kepada orang-orang kafir yang musyrik atau mulhid (atheis) dizaman ini. Mereka yang meng-agung-agungkan logika akal mereka, bahwa semua kejadian alam semesta ini terjadinya seketika dengan sendirinya…
Apakah hal ini masuk akal…?

Sungguh aneh, logika akal orang-orang dulu yang masih primitif lebih baik dibandingkan logika mereka.
Sehingga ketika disampaikan logika pertanyaan Allah yang fasih ini, tersentuh hati mereka untuk beriman dan menganggap mustahil kejadian yang terjadi dengan tanpa ada yang mengatur dan menciptakannya.

Wallahu a’lam

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

 

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *