Beranda » Akidah » Ramadhan Bulan Melimpahnya Ghanimah

Ramadhan Bulan Melimpahnya Ghanimah

Sesungguhnya bulan Ramadan adalah bulan ghanimah dan penuh keberuntungan. Pedagang yang cerdas akan memanfaatkan kesempatan yang baik untuk menambah keuntungannya. Maka gunakanlah kesempatan bulan ini dengan beribadah, memperbanyak shalat dan membaca Al-Qur’an, memaafkan orang dan berbuat baik kepada orang lain serta bersedekah kepada orang-orang fakir.

Di bulan Ramadan pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Pada setiap malamnya ada penyeru yang menyeru: ”Wahai pencari kebaikan datanglah! Wahai pencari keburukan, berhentilah! Maka jadilah hamba Allah yang menyukai kebaikan dengan mengikuti para salaf yang shaleh dan mengambil petunjuk sunnah Nabi kalian sallallahu ’alaihi wa sallam agar kita keluar dari bulan Ramadan dalam keadaan dosa terampuni dan amal shalehnya diterima. Ketahuilah bahwa bulan Ramadan adalah bulan paling mulia.

Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata: “Di antaranya –adanya keistimewaan di antara ciptaan Allah-, Dia mengistemewakan bulan Ramadan dibandingkan bulan yang lain, dan mengutamakan sepuluh (malam) terakhir di antara seluruh malam”. (Zadul Ma’ad, 1/56)

Keutamaan Bulan Ramadan dibanding bulan lain, ada empat:

Pertama: Di dalamnya ada malam yang lebih baik di antara malam-malam setahun, yaitu Lailatul Qadar. Allah berfirman :

إنا أنزلناه في ليلة القدر . وما أدراك ما ليلة القدر . ليلة القدر خير من ألف شهر . تنزّل الملائكة والروح فيها بإذن ربهم من كل أمر . سلام هي حتى مطلع الفجر

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS.Al-Qadar: 1-5).

Maka ibadah pada malam ini lebih baik (dibandingkan) beribadah seribu bulan

Kedua: Di bulan ini diturunkan kitab yang paling mulia (Al-Quran) kepada nabi yang paling mulia alaihimus salam (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Allah berfirman:

شهر رمضان الذي أُنزل فيه القرآن هدى للناس وبيّنات من الهدى والفرقان البقرة / 158

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Allah juga berfirman:

إنا أنزلناه في ليلة مباركة إنا كنا منذرين .فيها يُفرق كل أمر حكيم . أمراً من عندنا إنا كنا مرسِلين الدخان / 3-5

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad-Dukhan: 3-5)

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabrani dalam Kitab Mu’jam Al-Kabir dari Watsilah bin Al-Asyqa’ radhiallahu’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

( أُنزلت صحف إبراهيم أول ليلة من شهر رمضان ، وأُنزلت التوراة لِسِتٍ مضت من رمضان ، وأُنزل الإنجيل لثلاث عشرة مضت من رمضان ، وأُنزل الزبور لثمان عشرة خلت من رمضان ، وأُنزل القرآن لأربع وعشرين خلت من رمضان ) . حسنه الألباني في السلسلة الصحيحة (1575)

“Shuhuf (lembaran-lembaran wahyu) Ibrahhim diturunkan pada awal bulan Ramadan, Taurat diturunkan setelah enam hari bulan Ramadan, Injil diturunkan setelah tiga belas hari bulan Ramadan, Zabur diturunkan setelah delapan belas hari bulan Ramadan dan Al-Qur’an diturunkan setelah duapuluh empat bulan Ramadan”. (Dihasankan oleh Al-Albany dalam kitab Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah, no. 1575)

Ketiga: Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup serta para setan dibelenggu.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu sesungguhnya Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda: ”Apabila bulan Ramadan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR.Muttafaq’alaih)

Diriwayatkan oleh Nasa’i dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, sesungguhnya Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda: ”Ketika bulan Ramadan datang, pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu jahanam ditutup dan syetan-syetan dibelenggu”. (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab shahih Al-Jami, no. 471)

Diriwayatkan oleh Tirmzi, Ibnu Majah dan Ibnu Huzaimah, dalam sebuah riwayat:

( إذا كان أول ليلة في شهر رمضان صُفِّدت الشياطين ومَرَدَة الجن ، وغلقت أبواب النار فلم يُفتح منها باب ، وفتحت أبواب الجنة فلم يغلق منها باب ، وينادي منادٍ : يا باغي الخير أقبل، ويا باغي الشر أقصر . ولله عُتقاء من النار وذلك كل ليلة ) . وحسنه الألباني في صحيح الجامع (759)

“Ketika awal malam bulan Ramadan tiba, setan dan jin pembangkang dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintunya yang dibuka, pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pun pintunya yang ditutup. (Kemudian) ada penyeru yang berseru: “Wahai pencari kebaikan datanglah! Wahai pencari keburukan, berhentilah! Dan Allah menetapkan (orang-orang yang) dibebeskan dari siksa neraka, dan hal itu (terjadi pada) setiap malam.” (Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam shahih Al-Jami’, no. 759).

Jika ada yang berkata, mengapa masih kita saksikan keburukan dan kemaksiatan banyak terjadi di bulan Ramadan, padahal setan-setan telah dibelenggu. Mengapa hal itu dapat terjadi?

Jawabnya adalah bahwa perkara tersebut sedikit terjadi pada orang yang menjaga syarat-syarat dan adab berpuasa. Atau bahwa yang dibelenggu adalah sebagian syetan yaitu setan yang membangkang bukan semuanya. Atau maksudnya adalah berkurangkan keburukan, dan hal ini sangat tampak sekali. Atau bahwa yang terjerumus dalam kemaksiatan pada bulan lebih sedikit dibandingkan pada bulan-bulan lainnya, karena pembelengguan semua setan tidak berarti harus tidak terjadi sama sekali keburukan dan kemaksiatan, karena ada sebab-sebab selain setan yang menyebabkan hal tersebut, seperti nafsu buruk, adat jelek dan setan (dari jenis) manusia. (Al-Fath, 4/145).

Keempat: Di bulan Ramadan banyak sekali ibadah-ibadah yang tidak dijumpai di bulan lain seperti puasa (wajib), qiyam (taraweh), memberikan makanan (berbuka), i’tikaf, shadaqah dan membaca Al-Qur’an.

Dinukil dari artikel islamqa.info

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *