Beranda » Artikel » Mereka Selalu Berupaya Memadamkan Cahaya Allah, Tetapi Selalu Digagalkan Oleh Allah

Mereka Selalu Berupaya Memadamkan Cahaya Allah, Tetapi Selalu Digagalkan Oleh Allah

Allah berfirman,

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.
“Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai”. [Surat At-Taubah: 32]

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله,
Setelah jelas (bagi orang-orang kafir), bahwa mereka tidak memiliki hujjah terhadap apa yang mereka katakan dan tidak memiliki keterangan yang mereka jadikan sebaai pijakan, bahkan perkataan itu hanya semata-mata mengada-ada dan membuat kedustaan, maka dalam ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan, bahwa mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulutnya. Cahaya di sini adalah agama-Nya yang disampaikan oleh para rasul-Nya, dan yang disebutkan dalam kitab-kitab yang diturunkan-Nya, berupa syari’at dan penguatnya (bukti-buktinya).

Allah menamainya sebagai cahaya, karena ia merupakan cahaya yang menerangi gelapnya kebodohan dan agama-agama yang batil. Agama tersebut mengandung pengetahuan terhadap kebenaran dan pengamalannya, adapun selainnya adalah kesesatan. Nah, orang-orang Yahudi, Nasrani dan orang-orang yang serupa dengan mereka yang terdiri dari kaum musyrik ingin memadamkan cahaya Allah melalui perkataan mereka yang sama sekali tidak memiliki dasar.

(Usaha mereka pasti gagal), meskipun mereka berkumpul bersama untuk memadamkanya.
(Taisir Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Orang-orang kafir menghendaki dengan pendustaan mereka untuk menghilangkan agama islam dan membatalkan hujjah-hujjah Allah dan bukti-bukti nyata tentang keesaan-Nya yang dibawa oleh Muhammad. Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan agama-Nya dan menampakkannya serta meninggikan kalimat-Nya, meskipun orang-orang yang ingkar tidak menyukainya.

Begitu gencar upaya orang-orang kafir untuk membendung penyebaran dakwah Islam sejak awal kali munculnya dibawa oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di Mekkah, yang dipelopori oleh orang-orang kafir Quraisy, lalu di Madinah lebih gencar dilakukan orang-orang munafik yang bekerjasama dengan orang-orang Yahudi.
Diakhir masa kenabian Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, upaya pemadaman cahaya Islam selain masih dilanjutkan oleh orang-orang kafir dari kalangan Yahudi dan Munafikin bertambah lagi dengan upaya kekuatan besar yang menguasai dunia saat itu, di Timur oleh Kisra Persia yang beragama Majusi, di barat oleh kekaisaran Bizantium (Romawi) yang beragama Kristen.

Namun upaya mereka membendung dan usaha memadamkan cahaya Islam, gagal total. Sebagaimana janji Allah yang akan tetap menjaga agama Islam dan menyempurnakan cahayanya walaupun semua orang kafir membencinya dan berupaya keras untuk memadamkannya.

Dizaman modern ini, upaya untuk memadamkan cahaya Islam dilakukan para orintalis barat dan misionasris Kristen dan Yahudi yang bekerja sama dengan kelompok-kelomook liberal dari kaum muslimin dengan pendangkalan akidah dan pelabelan kaum muslimin yang teguh memegangi Sunnah Nabi dengan sebutan teroris dan radikal melalui upaya media elektronik dan media sosial yang mereka kuasai, dan hanya karena pertolongan Allah, semua upaya itu telah dan akan gagal total sampai hari kiamat. Walillahil hamd.

Wallahu a’lam

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *