Beranda » Artikel » Maha Kuasanya Allah Yang Mutlak

Maha Kuasanya Allah Yang Mutlak

Maha Kuasanya Allah Yang Mutlak

 

“Allah yang membentuk manusia sesuai kehendak-Nya”

Allah berfirman,

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.

Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ali Imran : 6)

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله,
Firman nya,
{Dialah yang membentuk kamu dalam rahim}
Misalnya dibentuk laki-laki atau perempuan, berkulit putih atau berkulit hitam.

Ayat-ayat di atas mengandung taqrir (pernyataan) terhadap keesaan Allah dan keberhakan-Nya untuk diibadati tidak selain-Nya, membatalkan sesembahan-sesembahan yang disembah selain-Nya, membantah keyakinan orang-orang Nasrani yang menyangka bahwa Nabi Isa ‘alaihis salam berhak disembah. Demikian juga menunjukkan bahwa Allah Maha Hidup dan Maha Mengurus (Qayyumiyyah Tammah) yang mencakup semua sifat suci bagi-Nya, menerangkan syari’at-syari’at yang besar dan bahwa syari’at tersebut merupakan rahmat dan hidayah bagi manusia, menerangkan hukuman bagi mereka yang tidak mau mengambil syari’at yang diturunkan-Nya dan menyatakan luasnya ilmu Allah, terlaksananya apa yang Dia kehendaki dan menerangkan pula tentang hikmah (kebijaksanaan)-Nya.
(Taisir Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di)

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Allah memberitakan bahwa Dia mengetahui semua yang gaib di langit dan di bumi, tiada sesuatu pun darinya yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحامِ كَيْفَ يَشاءُ

Dialah yang membentuk kalian dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.” (QS. Ali Imran : 6)

أي : يخلقكم كما يشاء في الأرحام من ذكر وأنثى ، [ و ] حسن وقبيح ، وشقي وسعيد ( لا إله إلا هو العزيز الحكيم ) أي : هو الذي خلق ، وهو المستحق للإلهية وحده لا شريك له ، وله العزة التي لا ترام ، والحكمة والأحكام .

Yakni menciptakan kalian di dalam rahim menurut yang dikehendaki-Nya, apakah laki-laki atau perempuan, apakah tampan atau buruk rupanya, dan apakah celaka atau bahagia.

لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Ali Imran: 6)
Artinya, Dialah Yang Maha Pencipta, dan Dialah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan milik-Nya-lah semua keagungan yang tak terbatas, hikmah, dan semua keputusan hukum.

وهذه الآية فيها تعريض بل تصريح بأن عيسى ابن مريم عبد مخلوق ، كما خلق الله سائر البشر ، لأن الله [ تعالى ] صوره في الرحم وخلقه كما يشاء ، فكيف يكون إلها كما زعمته النصارى – عليهم لعائن الله – وقد تقلب في الأحشاء ، وتنقل من حال إلى حال.

Di dalam ayat ini terkandung sindiran —dan bahkan cukup jelas— bahwa Isa ibnu Maryam عليه السلام adalah seorang hamba lagi makhluk, seperti manusia lainnya yang diciptakan oleh Allah; karena Allah telah membentuknya di dalam rahim dan menciptakannya sebagaimana dikehendaki-Nya, maka mana mungkin ia dianggap sebagai tuhan seperti yang diduga oleh orang-orang Nasrani. Sesungguhnya dia tumbuh di dalam rahim dan berubah-ubah dari satu keadaan kepada keadaan yang lainnya, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهاتِكُمْ خَلْقاً مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُماتٍ ثَلاثٍ

“Dia menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.” (QS. Az-Zumar : 6)

(Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Imam Ibnu Katsir)

Jauh sebelum sains modern menemukan proses pembentukan embrio manusia, pada ke-7 M, Al-Qur’an telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia.
Prof Keith L Moore, guru besar Departemen Anatomi dan Biologi Sel Universitas Toronto pun telah membuktikan kebenaran firman Allah itu.
“Saya tak tahu apa-apa tentang agama, namun saya meyakini kebenaran fakta yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Sunnah.”

Moore terkagum-kagum dengan kandungan Al-Qur’an yang secara akurat menjelaskan perkembangan embrio manusia.

Al-Qur’an secara gamblang telah menjelaskan proses pembentukan embrio manusia. Al-Qur’an telah berbicara tentang pertumbuhan janin di dalam perut ibu fase demi fase, padahal janin dan pertumbuhannya tidaklah terlihat dengan mata kepala dan tidak mungkin juga dijelaskan hanya dengan duga dan kira.
Sains modern baru mengetahui proses penciptaan di alam rahim setelah ditemukannya alat–alat pemeriksaan modern.

Prof. Moore berkata lagi, “Saya sungguh sangat membahagiakan bisa membantu mengklarifikasi pernyataan Al-Qur’an tentang perkembangan manusia. Jelaslah bagi saya, pernyataan (Al-Qur’an) itu pastilah turun kepada Muhammad dari Tuhannya.”
(Anatomi Berorientasi Klinis, Prof Keith L. Moore)

Faedah ayat,
Karena Dialah Allah satu satu-Nya dzat yang menciptakan manusia dalam rahim-rahim ibu-ibu mereka sebagaimna yang dikehendaki-Nya, apakah itu menjadi laki-laki atau perempuan, bersifat baik atau buruk, celaka atau bahagia. Sehingga, Tidak ada Tuhan sesembahan yang patut di ibadahi kecual Dia. Dia maha perkasa yang tidak terkalahkan, juga maha bijaksana dalam penetapan perintah dan pengaturan-Nya.

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

_⁣⁣⁣_________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: multaqaduat.com
📹 Youtube: multaqaduatindonesia
📺 Instagram: Multaqa Duat Indonesia
📠 Telegram: multaqaduat
🎙️ Twitter: Multaqa Du’at indonesia
📱 Facebook: Multaqa Duat Indonesia
📱 Facebook Grup : Multaqa Duat Indonesia Grup
📱WA grup Ikhwan MDI : MDI Ikhwan 001
📱WA grup Akhwat MDI : MDI Akhwat 002
✉️ Email : team.media.mdi@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6281320205670⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

User Rating: 4.51 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *