Beranda » Artikel » Hikmah Terbesar Puasa Adalah Takwa

Hikmah Terbesar Puasa Adalah Takwa

Hikmah terbesar puasa adalah takwa, mengapa demikian ?

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(Al-Baqarah: 183)

Makna taqwa.
Imam Ar-Raghib Al-Asfahani mendenifisikan : “Taqwa yaitu menjaga jiwa dari perbuatan yang membuatnya berdosa, dan itu dengan meninggalkan apa yang dilarang, dan menjadi sempurna dengan meninggalkan sebagian yang dihalalkan” [Al-Mufradat Fi Gharibil Qur’an, hal 531]

Imam Al-Jurjani “ Taqwa yaitu menjaga diri dari siksa Allah dengan menta’atiNya. Yakni menjaga diri dari pekerjaan yang mengakibatkan siksa, baik dengan melakukan perbuatan atau meninggalkannya” [Kitabut Ta’rifat, hl.68]

Semua ibadah yang Allah syari’atkan untuk manusia bertujuan membentuk mereka menjadi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa kepada-Nya. Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai manusia, sembahlah Tuhan Penciptamu dan Pencipta orang-orang sebelum kamu agar kamu berTaqwa.” (Al-Baqarah : 21)

Faedah taqwa,

Jaminan keberkahan hidup seseorang dan suatu negeri dan keselamatan penduduknya dari azab Allah di dunia dan di akhirat hanya jika mereka bertaqwa kepada Allah.
Allah berfirman :

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan berTaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”(Al-A’raf: 96)

Taqwa merupakan standar penilaian Allah terhadap manusia. Allah tidak jadikan harta, kedudukan, pangkat, kekuasaan dan acuan materi lainnya dalam memuliakan hamba-Nya, tapi hanya dengan taqwa.
Allah berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Wahai sekalian manusia. Sesungguhnya Kami ciptakan kamu sebagai laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan beraneka suku agar kalian mudah untuk saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kalian adalah yang paling baik Taqwanya.” (Al-Hujurat : 13)

Taqwa itu sebaik-baik bekal.
Takwa menjadi standar kualitas hidup dan kemuliaan seorang hamba, maka Taqwa juga Allah jadikan sebaik-baik bekal dalam menuju Allah dan ridha-Nya, sebagaimana firman-Nya :

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah Taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah : 197)

Taqwa sebaik-baik landasan amaliah kehidupan didunia.
Allah berfirman:

لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ فِيهِ

“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya.” (At-Taubah : 108)

Taqwa dasar diterinya semua ibadah kepada Allah.
Sebagaimana kisah diterimanya kurban Habil dan tidak diterima kurban Qobil adalah karena takwa.
Allah berfirman mengisahkan perkataan Habil:

قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ المتقين

Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa” (Al-Maidah : 27)

Allah berfirman,
“Tidak akan sampai kepada Allah daging maupun darahnya (kurban), akan tetapi yang akan sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan dari kalian.” (l-Hajj: 37).

Taqwa merupakan sebab keberuntungan.
Allah menjamin kesuksesan dan keberuntungan orang yang bertakwa.
Allah berfirman,

وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”(Al-Qoshosh: 83)

FirmanNya,
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, mudah-mudahan kalian beruntung.” (Al-Baqarah: 189)

Taqwa syarat mendapatkan pertolongan dan pembelaan dari Allah.
Allah berfirman,

“Sesungguhnya Allah senantiasa bersama dengan orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang suka berbuat kebaikan.” (An-Nahl: 128)

Orang paling faqih dan paham agama adalah orang yang paling bertaqwa.

Suatu ketika, Sa’ad bin Ibrahim rahimahullah ditanya mengenai siapakah orang yang paling faqih di antara penduduk Madinah? Maka beliau menjawab, “Yaitu orang yang paling bertaqwa di antara mereka.” Sebagaimana dinukil oleh Ibnul Qayim dalam Miftah Dar as-Sa’adah (Ta’liqat Risalah Lathifah, Abul Harits at-Ta’muri, hal. 44).
Wallahu a’lam

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *