Beranda » Akhlak » DOA DI BULAN RAMADHAN

DOA DI BULAN RAMADHAN

Hendaknya seorang mukmin memperbanyak doa dan sungguh-sungguh dalam berdoa saat berpuasa. Karena saat berpuasa seseorang menyambut seruan Allah untuk meninggalkan apa yang disukai jiwanya lalu mengerjakan apa-apa yang diridhai Rabbnya. Hatinya bersih karena ketaatan-ketaatan yang dikerjakannya serta ia meninggalkan apa-apa yang menghalangi terkabulnya.

Dalam serangkaian ayat yang membicarakan mengenai bulan Ramadhan Allah menjelaskan tentang doa,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon padaKu, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu dalam kebenaran.”(Al-Baqarah 186)

Allah menyaratkan tiga hal kepada kita agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah.
(1) Memohon hanya kepada Allah.
(2) Memenuhi segala perintahNya dan
(3) Beriman kepada Allah, Rabb yang Maha Kuasa mengabulkan segala permintaan.

Ibnu Katsir menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa, bulan yang menjadi kesempatan emas untuk sebanyak-banyaknya melakukan amal kebaikan, termasuk memperbanyak doa. Karena doa-doa di Bulan Ramadhan ini menjadi spesial.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

 ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) imam yang adil,
(2)orang yang berpuasa hingga ia berbuka, imam yang adil dan
(3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi, 2050 dishohihkan Al-Albany)

Bagi orang yang benar-benar menyambut Ramadhan dengan keimanan dan penuh rasa harap agar mendapat ridha Allah, maka bulan Ramadhan akan benar-benar Ia optimalkan untuk memperpanjang doa-doa kepada Allah. Karena ia sadar begitu butuhnya ia untuk bisa mencurahkan tentang berbagai macam permasalahan kehidupan kepada Rabb, karena Ia sadar begitu banyak harapan-harapan untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya. Karena sejatinya, berdoa bukanlah hanya dimaknai sebagai sebuah ritual belaka, bukan hanya dimaknai sebagai sebuah perkataan yang hanya sampai pada lisan saja, atau bahkan kita sering merasakan lisan berucap namun hati tak mampu merasa. Tetapi doa adalah bentuk terbaik komunikasi seorang Hamba kepada Rabbnya.

📌Ada tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan.

1. Waktu sahur
Nabi صلى الله عليه سلم bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, 1145 dan Muslim, 758).

2. Saat berpuasa
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Ada tiga doa yang tidak akan ditolak:
Doa orang tua (untuk anaknya),
Doa orang yang berpuasa,
Dan doa musafir.”[HR. Al-Baihaqi dishohihkan Al-Albany dalam Ash-Shahihah: 1797]

Rasulullah bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَلِكُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka di setiap siang dan malam Ramadhan, dan bagi setiap muslim di setiap malam dan siangnya ada doa yang pasti dikabulkan.” [HR. Ath-Thobrani, dishohihkan Al-Albany dalam At-tin Targhib: 1002]

Imam Nawawi berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

3. Ketika berbuka puasa
Nabi bersabda,
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak :
….
(2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka,
…” (HR. Tirmidzi, 2050 dishohihkan Al-Albany)

Wallahu a’lam

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Hendaknya seorang mukmin memperbanyak doa dan sungguh-sungguh dalam berdoa saat berpuasa. Karena saat berpuasa seseorang menyambut seruan Allah untuk meninggalkan apa yang disukai jiwanya lalu mengerjakan apa-apa yang diridhai Rabbnya. Hatinya bersih karena ketaatan-ketaatan yang dikerjakannya serta ia meninggalkan apa-apa yang menghalangi terkabulnya.

Dalam serangkaian ayat yang membicarakan mengenai bulan Ramadhan Allah menjelaskan tentang doa,

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon padaKu, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu dalam kebenaran.”(Al-Baqarah 186)

Allah menyaratkan tiga hal kepada kita agar doa-doa kita dikabulkan oleh Allah.
(1) Memohon hanya kepada Allah.
(2) Memenuhi segala perintahNya dan
(3) Beriman kepada Allah, Rabb yang Maha Kuasa mengabulkan segala permintaan.

Ibnu Katsir menerangkan bahwa masalah ini disebutkan di sela-sela penyebutan hukum puasa. Ini menunjukkan mengenai anjuran memperbanyak do’a ketika bulan itu sempurna, bahkan diperintahkan memperbanyak do’a tersebut di setiap kali berbuka puasa. (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 66).

Bulan Ramadhan adalah bulan istimewa, bulan yang menjadi kesempatan emas untuk sebanyak-banyaknya melakukan amal kebaikan, termasuk memperbanyak doa. Karena doa-doa di Bulan Ramadhan ini menjadi spesial.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) imam yang adil,
(2)orang yang berpuasa hingga ia berbuka, imam yang adil dan
(3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi, 2050 dishohihkan Al-Albany)

Bagi orang yang benar-benar menyambut Ramadhan dengan keimanan dan penuh rasa harap agar mendapat ridha Allah, maka bulan Ramadhan akan benar-benar Ia optimalkan untuk memperpanjang doa-doa kepada Allah. Karena ia sadar begitu butuhnya ia untuk bisa mencurahkan tentang berbagai macam permasalahan kehidupan kepada Rabb, karena Ia sadar begitu banyak harapan-harapan untuk kehidupan yang lebih baik ke depannya. Karena sejatinya, berdoa bukanlah hanya dimaknai sebagai sebuah ritual belaka, bukan hanya dimaknai sebagai sebuah perkataan yang hanya sampai pada lisan saja, atau bahkan kita sering merasakan lisan berucap namun hati tak mampu merasa. Tetapi doa adalah bentuk terbaik komunikasi seorang Hamba kepada Rabbnya.

📌Ada tiga waktu terkabulnya doa di bulan Ramadhan.

1⃣- Waktu sahur
Nabi صلى الله عليه سلم bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, 1145 dan Muslim, 758).

2⃣- Saat berpuasa
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدُّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Ada tiga doa yang tidak akan ditolak:
Doa orang tua (untuk anaknya),
Doa orang yang berpuasa,
Dan doa musafir.”[HR. Al-Baihaqi dishohihkan Al-Albany dalam Ash-Shahihah: 1797]

Rasulullah bersabda,

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَلِكُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ
“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka di setiap siang dan malam Ramadhan, dan bagi setiap muslim di setiap malam dan siangnya ada doa yang pasti dikabulkan.” [HR. Ath-Thobrani, dishohihkan Al-Albany dalam At-tin Targhib: 1002]

Imam Nawawi berkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demi urusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.” (Al-Majmu’, 6: 273)

3⃣- Ketika berbuka puasa
Nabi bersabda,
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak :
….
(2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka,
…” (HR. Tirmidzi, 2050 dishohihkan Al-Albany)

Wallahu a’lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI ( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: multaqaduat.com
📹 Youtube: multaqaduatindonesia
📺 Instagram: Multaqa Duat Indonesia
📠 Telegram: multaqaduat
🎙️ Twitter: Multaqa Du’at indonesia
📱 Facebook: Multaqa Duat Indonesia
📱 Facebook Grup : Multaqa Duat Indonesia Grup
📱WA grup Ikhwan MDI : MDI Ikhwan 001
📱WA grup Akhwat MDI : MDI Akhwat 002
✉️ Email : team.media.mdi@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6281320205670⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *