Beranda » Artikel » Tersingkapnya Tabir Keajaiban dan Terbukanya Hikmah

Tersingkapnya Tabir Keajaiban dan Terbukanya Hikmah

Hati merupakan bagian tubuh terpenting dalam tubuh manusia, karena hanya dengannya baik buruknya anggota tubuh manusia.

Hati adalah tempat keimanan seorang hamba kepada Allah, yang menjadi landasan kebaikan dan kemuliaan hidup seorang hamba baik didunia maupun diakhirat.

Apabila seseorang sedang berusaha untuk memperbaiki hati, maka sama saja dia sedang mengusahakan memperbaiki keimanannya kepada Allah.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

إِنَّ اْلإِيْمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ الْخَلِقُ, فَاسْأَلُوْا اللهَ أَنْ يَجَدِّدُ اْلإِيْمَانَ فِي قُلُوْبِكُمْ

“Sesungguhnya iman didalam hati bisa (menjadi) usang (lapuk) sebagaimana pakaian yang bisa usang, maka mohonlah kepada Allah untuk memperbaharui iman yang ada didalam hatimu.” (HR. Al-Hakim, 1/45, dinyatakan shohih oleh Imam al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi, serta dihasankan Al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah, 1585)

Agar hati tumbuh menjadi sempurna dalam kebaikan harus diberi makanan dan minuman.
Makanan dan minuman yang dibutuhkan hati adalah dzikir mengingat Allah dan tafakkur terhadap ayat-ayat Allah.
Allah berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” [Ar-Ra’du: 28].

Firman-nya,

إِنَّ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّیۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَـَٔایَـٰتࣲ لِّأُو۟لِی ٱلۡأَلۡبَـٰبِ ۝
ٱلَّذِینَ یَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِیَـٰمࣰا وَقُعُودࣰا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَیَتَفَكَّرُونَ فِی خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلࣰا سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Wahai Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” [Ali Imran : 190-191].

Inilah makanan dan minuman yang sangat dibutuhkan oleh hati untuk mengarungi perjalanan menuju Allah.
Kemudian ditambahkan usaha pembersihan hati dari berbagai macam kotoran akan menjadi beningnya hati dalam ma’rifatullah (pengenalan Allah).

قال ابن القيم رحمه الله:
إذا غُذي القلب بالتذكر، وسُقي بالتفكر، ونُقي من الدغل، رأى العجائب، وأُلهم الحكمة.

الفوائد: 98. (saaid.net)

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله,
Kalau hati diberi makanan dzikir, diberi minuman tafakkur, dibersihkan dari kotoran, maka dia akan mampu menyingkap berbagai tabir keajaiban, dan dianugerahi Ilham berupa hikmah (ilmu).

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *