Beranda » Artikel » Terjaga dari kejelekan dunia dan akhirat

Terjaga dari kejelekan dunia dan akhirat

Setiap manusia tentu ingin selalu beruntung dan berbahagia dalam hidupnya, hal tersebut merupakan hal yang lumrah dan wajar.
Di dunia ini, setiap manusia ingin menjadi orang-orang yang beruntung dan berbahagia setiap saat dan di manapun berada. Mereka berharap menjadi manusia-manusia yang bernasib mujur dan baik di alam fana ini.
Allah mengingatkan tentang sebagian besar kehidupan manusia sebagai kerugian, dengan mengecualikan bagi mereka yang memiliki empat sifat.

وَٱلۡعَصۡرِ ۝ إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِی خُسۡرٍ ۝ إِلَّا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ.
“Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
[Surat Al-‘Ashr: 1 – 3]

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menggambarkan manusia yang beruntung dan bahagia di dunia dengan yang jauh dari fitnah.

إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنِ إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنُ وَلَمَنْ ابْتُلِيَ فَصَبَرَ فَوَاهًا
“Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah. Dan barangsiapa yang mendapat ujian lalu bersabar, maka alangkah bagusnya”. (HR Abu Dawud, 4263 dishahihkan Al-Albany)

Sehingga beliau mengajar ummatnya untuk minta perlindungan kepada Allah dalam doanya ddari kejelekan-kejelekan dunia.
تَعَوَّذُوا بِاللهِ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاء.
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang hebat, takdir yang jelek, dan kegembiraan musuh atas kekalahan.” (HR. Al-Bukhari, 6347; Muslim, 2707).

Imam Fudhoil bin Iyadh رحمه الله mengajarka cara menjaga diri dari kejelekan dunia dan akhirat dengan menjauhi dari lima hal.

قال فضيل بن عياض رحمه الله:
من وقي خمسا فقد وقي شر الدنيا والآخرة : العجب و الرياء والكبر والإزدراء والشهوة.

📚حلية الأولياء وطبقات الأصفياء، لأبي نعيم الأصبهاني : ص : ٩٦. (islamweb.net)

Berkata Imam Fudhoil bin Iyadh رحمه الله,
Barangsiapa yang yang menjaga lima perkara ini, sungguh dia telah terjaga dari kejelekan dunia dan akhirat, yaitu:
Ujub (membanggakan diri), riya’, sombong, melecehkan (yang lain), dan (mengikuti) hawa nafsu.

📚 Hilyah Al-Auliya’wa Thabaqathul Asfhiya’Abu Nu’aim Al-Asbahany h 92. (islamweb.net)

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *