Beranda » Artikel » STUDI TAMBAHAN LAFADZ HADITS YANG DINILAI LEMAH DALAM KITAB AL AHADITS AS-SHAHIHAH, KARYA SYEIKH AL ALBANY (25)

STUDI TAMBAHAN LAFADZ HADITS YANG DINILAI LEMAH DALAM KITAB AL AHADITS AS-SHAHIHAH, KARYA SYEIKH AL ALBANY (25)

Oleh Syaikh ‘Amr Abdul Mun’im Salim (Hafidzahullah)

 

TAMBAHAN LAFADZ :

بسم الله

(Dengan menyebut nama Allah)

DALAM HADITS :

أنس بن مالك رضي الله عنه في فوران الماء من بين أصابع النبي صلى الله عليه وسلم

Anas bin Malik –semoga Allah meridhainya- tentang memancarnya air dari jari-jari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aku berkata (penulis) : Abdurrozaq mengeluarkan dari ma’mar dalam “Al-jami” (20535), dari Tsabit dan Qotadah, dari Anas –semoga Allah meridhainya- ia berkata : Sebagian sahabat Nabi mencari air wudhu dan ia tidak menemukannya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : di sini ada air. Maka aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan tangannya dalam bejana yang ada air di dalamnya. Kemudian beliau berkata : berwudhulah kalian dengan bismillah (nama Allah), maka aku melihat air memancar dari jari-jarinya sedangkan mereka melakukan wudhu sampai orang yang paling akhir. Tsabit mengatakan : Aku bertanya kepada Anas, berapa orang pada waktu itu? Sekitar tujuh puluh orang.

Dan jalannya (Anas bin Malik) dikeluarkan oleh Ahmad Ahmad (3/165), An-nasa’I (1/61), Abu Ya’la (5/379), Ibnu huzaimah (1/74), ibnu Abdul bar dalam “tamhid” (1/219), dar qutny, (1/71). Ma’mar telah menyendiri dengan riwayat ini. Sedangkan riwayat dia dari Qotadah, dari tsabit al-bunany adalah lemah.
Daruqutny mengatakan: “Ma’mar jelek hafalannya buat hadits Qotadah dan Al ‘amasy”.

Ibnu Ma’in berkata: “Sanad Ma’mar dari tsabit adalah lemah.”

Aku berkata: “Telah datang dari Ma’mar dengan sanadnya yang terpercaya dalam riwayat Abi khaitsamah, ia berkata: “Aku telah duduk di Qotadah ketika masih kecil, belum hafal sanad hadits.”

Hadits ini juga banyak disebutkan oleh teman-teman qotadah tanpa menyebutkan adanya tambahan bismillah.

Diantaranya, Said bin bin abi ‘Arubah dalam shahih Bhukari (2/521), Muslim (3/1783), Abi Ya’la (5/465), Hisyam Ad-dastawa’I dalam musnad Ahmad (3/170), Muslim, Syu’bah dalam Abi Ya’la (5/454).

Mereka adalah rekan Abu qotadah yang terpercaya. Mereka meriwayatkan tanpa adanya tambahan bismillah. Demikian pula riwayat tsabit al-bunany, para sahabatnya meriwayatkan tanpa tambahan bismillah sebagai bukti keanehan riwayat bismillah dalam hadits Anas. Hammad bin Zaid meriwayatkan dari tsabit, dari Anas semoga Allah meridhainya dalam Musnad Ahmad (3/147), Bukhari (1/85), Muslim (3/1783) dan dikuatkan oleh Hammad bin Salamah dalam musnad (3/175, 248, 249). keduanya dikuatkan oleh Sulaiman bin al-mughirah dalam musnad (3/139, 169), dan Abu Ya’la (6/72). Ketiga perawi diatas tidak meyebutkan huruf-huruf ini (bismillah).

Dzahirnya, sesungguhnya kesalahan ini terjadi pada Ma’mar, sebagaimana yang telah shahih dari hadits Jabir –semoga Allah meridhainya- ia berkata :”kami ditimpa dengan kehausan di hudaibiyah. Maka kami meratap kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada saat itu dihadapannya terdapat gentong yang berisi air. Maka beliau memerintahkan dengan jari-jarinya demikian seraya berkata : pakailah air dengan mengucapkan bismillah. Jabir berkata : Maka datanglah air dari cela jari jemarinya seperti sumber mata air yang bisa mencukupi kami.

Dan datang dalam sebagian riwayat “maka kami minum dan wudhu dengan air tersebut”. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/353) dengan lafadz ini. Asal hadits ini ada di shahihain tanpa penyebutan tambahan bismillah. Ini adalah kejadian lain yang berbeda dengan apa yang disebutkan dalam riwayat Anas.

Ibnu Abdil Bar dalam “At-tamhid” (1/22) mengatakan : Sahabat Jabir meriwayatkan dalam hal tersebut seperti riwayat Anas dengan jumlah yang lebih banyak di luar masjid, yaitu pada tahun hudaibiyah.”

Aku berkata: Sabda Rosulullah shallahu ‘alaihi wa sallam “Pakailah (air) dengan mengucapkan bismillah” dalam hadits Jabir tidak mengandung apa yang dikandung oleh hadits Anas dari riwayat Ma’mar dan tidak ada kaitannya dengan wudhu, akan tetapi berkaitan dengan pemakaian air secara umum.

(Tambahan lafadz yang lemah dalam kitab Al ahadits As-Shahihah, karya Syaikh Al albani –Rahimahullah-, karya Syaikh ‘Amr Abdul Mun’im Salim, Hafidzahullah-, hal : 31)

Alih Bahasa
Hamidin As-Sidawy, Abu Harits

Islamic Centre Dakwah, Makkah Al-mukarramah
( 01/08/1442 H )

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *