Beranda » Akidah » SIKAP PERTENGAHAN AHLUS SUNNAH

SIKAP PERTENGAHAN AHLUS SUNNAH

SIKAP PERTENGAHAN AHLUS SUNNAH

Oleh : Abu Ghozie As Sundawie

 

Diantara karakteristik Ahlus sunnah adalah al Wasathiyyah (pertengahan) dibandingkan firqah firqah Ahli bid’ah. Mereka tidak extreem kanan tidak pula extreem kiri, tapi berada di tengah tengah.

Syaikh Abdullah al Atsari hafidzahullah berkata :

أَنَّهم أَهلُ الوسطِ والاعتدالِ بَيْنَ الإفراطِ والتفريطِ، وَبَيْنَ الغُلُوِّ والجفاءِ سواءً أَكَانَ فِيْ بَابِ العَقِيْدَةِ أَمِ الْأَحْكَامِ وَالسُلُوْكِ فَهُمْ وَسَطٌ بَيْنَ فِرَقِ الْأُمَّةِ، كَمَا أَنَّ الأُمَّةَ وَسَطٌ بَيْنَ الْمِلَلِ.

“Sesunguhnya Ahlus sunnah pertengahan antara sikap berlebihan (ifrath atau ghuluw) dan sikap meremehkan (tafrifh atau jafa) baik dalam urusan aqidah, hukum, dan prilaku, mereka pertengahan dibandingkan antara kelompok kelompok islam sebagaimana islam juga pertengahan dibandingkan agama agama yang ada.” (Al Wajiz fi aqidatis salafis Shalih)

Allah Ta’ala berfirman :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِّتَكُونُواْ شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia” (QS. Al Baqarah : 143)

Dari Abu Sa’id Al Khudri ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

يُدْعَى نُوحٌ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُقَالُ لَهُ: هَلْ بَلَّغْتَ، فَيَقُولُ: نَعَمْ، فَيُدْعَى قَوْمُهُ، فَيُقَالُ لَهُمْ: هَلْ بَلَّغَكُمْ؟ فَيَقُولُونَ: مَا أَتَانَا مِنْ نَذِيرٍ – أَوْ مَا أَتَانَا مِنْ أَحَدٍ – قَالَ: فَيُقَالُ لِنُوحٍ: مَنْ يَشْهَدُ لَكَ؟ فَيَقُولُ: مُحَمَّدٌ وَأُمَّتُهُ، قَالَ: فَذَلِكَ قَوْلُهُ: {وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا} ، قَالَ: الْوَسَطُ الْعَدْلُ، قَالَ: فَيُدْعَوْنَ فَيَشْهَدُونَ لَهُ بِالْبَلَاغِ، قَالَ: ثُمَّ أَشْهَدُ عَلَيْكُمْ

Pada hari kiamat Nuh ‘Alaihis salam dipanggil, lalu dikatakan kepadanya; ‘Apakah engkau telah menyampaikannya?” ia menjawab; ‘Ya, kemudian kaumnya dipanggil dan dikatakan kepada mereka; ‘Apakah ia telah menyampaikannya? ‘ mereka menjawab; ‘Tidak ada seorang pemberi peringatan yang datang kepada kami, -atau beliau mengatakan, – ‘tidak ada seorang pun yang datang kepada kami, ‘” beliau bersabda: “Lalu ditanyakan kembali kepada Nuh; ‘Siapa yang bisa bersaksi untukmu? ‘ lalu ia berkata; ‘Muhammad dan umatnya, ‘ beliau bersabda: “Maka disitulah (kebenaran) firman Allah; “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan..” beliau bersabda: “pertengahan maknanya adalah adil, ” beliau bersabda: “Lalu mereka dipanggil dan bersaksi untuknya (Nuh) bahwa ia telah menyampaikan, ” beliau bersabda: “Kemudian aku bersaksi atas kalian.” (HR. Ahmad, Al Musnad no (11283)

Secara bahasa kata “wasath” memiliki beberapa makna :

[1] Berada diantara dua sisi (pertengahan), seperti ungkapan جَلَسْتُ وسَطَ الدَّارِ artinya aku duduk ditengah rumah, جئت وسط النهار artinya aku datang di pertengahan siang.

Hal ini sebagaimana didalam hadits :

أَنه كَانَ يَقِفُ فِي صَلَاةِ الجَنازة عَلَى المرأَة وَسَطَها

Bahwasanya Beliau berdiri shalat jenazah atas wanita berada di tengah nya (arah perutnya) (Lisanul ‘Arob, Ibnu Mandzur 7/428, Basha-ir Dzawi at-Tamyiz, Fairuz Abadi, 5/210).

[2] Terbaik atau yang paling utama, seperti ungkapan didalam hadits :

إذَا سألْتُمُ اللهَ فاسألُوهُ الفِرْدَوْسَ، فإنَّها أوْسَطُ الجَنَّة وأعْلَى الجَنَّةِ

“Jika meminta kepada Allah, maka mintalah surga firdaus, karena ia surga yang paling utama dan paling tinggi” .

Musthafa Al Bugho mengatakan ketika mengomentari hadits diatas :

أوْسَطُ الجَنَّةِ أَفْضَلُهَا وَخَيْرُهَا.

“Ausathul Jannah artinya surga yang paling baik dan paling utama(HR. Bukhari : 2790)

[3] Adil, sebagaimana didalam hadits :

الْوَسَطُ الْعَدْلُ

“Al Wasath artinya adil(HR. Ahmad no : 11283)

Ibnu Jarir rahimahullah berkata :

الْوَسَطُ الْعَدْلُ وَالْخيَارُ

“Al Wasath adalah keadilan dan yang terbaik(‘Umdatul Qari, syarah Shahih Bukhari 18/95)

Maka makna Umatan Wasathan adalah umat yang paling utama, paling adil, paling sempurna serta jauh dari sifat berlebihan (ekstrim) (Ushul Al Mujtama’ Al Islami, DR Jamaludin Muhammad Mahmud, hal. 171)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :

بَلْ هُمْ الْوَسَطُ فِي فِرَقِ الْأُمَّةِ كَمَا أَنَّ الْأُمَّةَ هِيَ الْوَسَطُ فِي الْأُمَمِ. فَهُمْ وَسَطٌ فِي بَابِ صِفَاتِ اللَّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بَيْنَ أَهْلِ التَّعْطِيلِ الْجَهْمِيَّة؛ وَأَهْلِ التَّمْثِيلِ الْمُشَبِّهَةِ. وَهُمْ وَسَطٌ فِي بَابِ أَفْعَالِ اللَّهِ تَعَالَى بَيْنَ الْقَدَرِيَّةِ وَالْجَبْرِيَّةِ وَفِي بَابِ وَعِيدِ اللَّهِ بَيْنَ الْمُرْجِئَةِ والوعيدية: مِنْ الْقَدَرِيَّةِ وَغَيْرِهِمْ وَفِي بَابِ أَسْمَاءِ الْإِيمَانِ وَالدِّينِ بَيْنَ الحرورية وَالْمُعْتَزِلَةِ وَبَيْنَ الْمُرْجِئَةِ وَالْجَهْمِيَّة (وَفِي أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الرَّوَافِضِ وَالْخَوَارِجِ

Bahkan mereka (ahlus sunnah waljama’ah) adalah golongan pertengahan diantara kelompok kelompok umat ini sebagaimana umat ini adalah umat pertengahan diantara umat umat yang lain. Ahlus sunnah waljama’ah adalah golongan pertengahan dalam masalah sifat sifat Allah diantara ahli ta’thil (mengingkari sifat Allah) al jahmiyah dan ahli tamtsil (menyerupakan sifat Allah dengan sifat Makhluk) Al Musyabbihah. Mereka juga golongan tengah tengah dalam maslah perbuatan Allah antara Qadariyah dan Jabriyah. Mereka juga pertengahan dalam masalah ancaman Allah antara Murji’ah dengan wa’idyah dari kalangan qadariyah dll. Dalam masalah iman dan agama mereka adalah golongan pertengahan antara haruriyah dan mu’tazilah dengan murji’ah dan jahmiyah. Demikian juga mereka golongan pertengahan dalam sikap terhadap para sahabat Rasulullah shalalahu alaihi wasallam antara Rofidhah (Syi’ah) dan Khawarij. (Majmu’ Al Fatawa 3/141)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata :

وَالْفِرْقَةُ النَّاجِيَةُ وَسَطٌ فِيْ بَابِ أَفْعَالِهِ تَعَالَى بَيْنَ الْقَدَرِيَّةِ وَالْجَبْرِيَّةِ وَهُمْ فِيْ بَابِ وَعِيْدِ اللَّهِ بَيْنَ الْمُرْجِئَةِ وَالْوَعِيْدِيَّةِ وَهُمْ وَسَطٌ فِيْ بَابِ الْإِيْمَانِ وَالدِّيْنِ بَيْنَ الْحَرُوْرِيَّةِ وَالْمُعْتَزِلَةِ ، وَبَيْنَ الْمُرْجِئَةِ وَالْجَهْمِيَّةِ ، وَهُمْ وَسَطٌ فِيْ بَابِ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الرَّوَافِضِ وَالْخَوَارِجِ .

Adapun al-Firqatun Najiyah (golongan yang selamat), mereka dalam hal perbuatan-perbuatan Allah subhaanahu wa ta’aalaa telah bersikap tengah antara Qadariyah (kelompok yang mengingkari takdir) dan Jabriyah (kelompok yang menetapkan takdir tetapi meniadakan kehendak bagi manusia). Dalam hal ancaman Allah mereka bersikap tengah antara Murji`ah (kelompok yang menyatakan bahwa perbuatan maksiat seorang hamba tidak akan berakibat siksaan atasnya) dan Wa’idiyyah (kelompok yang berlebihan dalam menetapkan ancaman Allah). Al-Firqatun Najiyah dalam hal keimanan dan agama mereka bersikap tengah antara Haruriyah (khowarij) dan Mu’tazilah, juga pertengahan antara Murji`ah dan Jahmiyah. Adapun tentang para sahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, al-Firqatun Najiyah bersikap tengah antara Rafidhah dan Khawarij (Syarhu Risalatil Imam Al Mujaddid Muhammad bin Abdul wahhab, syaikh Shalih Al Fauzan hal. 31)

———————————————————–

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *