Beranda » Akidah » Salafy Bukan Sekedar Pengakuan

Salafy Bukan Sekedar Pengakuan

Salafy Bukan Sekedar Pengakuan

 

Manhaj Salaf adalah satu-satunya manhaj yang hak dan diridhai oleh Allah karena sandaran mereka hanya dengan yang dibawa dan diamalkan para sahabat Nabi.

وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلۡأَوَّلُونَ مِنَ ٱلۡمُهَـٰجِرِینَ وَٱلۡأَنصَارِ وَٱلَّذِینَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحۡسَـٰنࣲ رَّضِیَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوا۟ عَنۡهُ وَأَعَدَّ لَهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی تَحۡتَهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۤ أَبَدࣰاۚ ذَ ٰ⁠لِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِیمُ.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.”
(Surat At-Taubah : 100)

Demikian yang dinyatakan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم,

وإن بني إسرائيل تفرقت على ثنتين وسبعين ملة وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة كلهم في النار إلا ملة واحدة قالوا ومن هي يا رسول الله قال ما أنا عليه وأصحابي

Sesungguhnya bani Israil akan terpecah belah menjadi 72 golongan sedangkan umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan. Semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan. Mereka [para sahabat] bertanya “Siapakah golongan itu wahai Rasulullah?”. Beliau berkata, “Apa yang Aku dan para sahabat-Ku ada di atasnya”. (HR. At-Tirmidzi, 2641 dihasankan Al-Albany)

Manhaj Salaf bukan hanya sekedar identitas dan pengakuan, namun manhaj ini adalah pemahaman yang memadukan unsur pernyataan dan unsur pengamalnya.
Hal ini senada dengan kisah, ketika seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan melakukan pengakuan bahwa kami sudah beriman, maka turunlah ayat,

قَالَتِ ٱلۡأَعۡرَابُ ءَامَنَّاۖ قُل لَّمۡ تُؤۡمِنُواْ وَلَٰكِن قُولُوٓاْ أَسۡلَمۡنَا وَلَمَّا يَدۡخُلِ ٱلۡإِيمَٰنُ فِي قُلُوبِكُمۡۖ

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ´kami telah tunduk´, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu.” (Surat Al-Hujurat : 14)

Dengan demikian, ayat tersebut menyebutkan dua unsur ke Islaman, yaitu Iqrar (pengakuan) dan I’tiqad (keyakinan), sebagaimana tentang pernyataan orang yang menyatakan Salafy (mengikuti manhaj Salaf). Maka tidak akan memiliki faedah pernyataan itu jika tidak ada penerapan manhaj itu dalam semua sisi kehidupan keislamannya, sebagaimana pernyataan Arab Badui yang menyatakan Islam, tetapi belum sempurna Iman masuk kedalam relung hati mereka.

قال الإمام الألباني رحمه الله:
ﻻ ﺃﺣﺪ ﻳﺴﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺃﻧﺎ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺇﻻ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻓﻌﻼ ﻳﺘﺒﻨﻮﻥ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﺩﻋﻮﺓ ﻭﻣﻨﻬﺎﺟﺎ ﻭﺳﻠﻮﻛﺎ.

ﺳﻠﺴﻠﺔ ﺍﻟﻬﺪﻯ (848)

Berkata Syaikh Al-Albany رحمه الله :
“Tidak ada seorangpun yang mampu mengatakan: “Saya berada diatas manhaj Salaf melainkan orang-orang yang perbuatannya dibangun diatas manhaj Salaf dalam hal Dakwah, manhaj (pemahaman) dan akhlaknya”

Silsilah Al-Huda (848)

Wallohu a’lam

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

 

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *