Beranda » Artikel » PROFESI BUZZER DALAM TINJAUAN

PROFESI BUZZER DALAM TINJAUAN

Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

Syari’at Islam menganjurkan kepada kita untuk bekerja dan memberikan kebebasan kepada kita dalam memilih pekerjaan apa saja selagi pekerjaan tersebut halal.

Demikian ditegaskan oleh Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 5/425, Al-Muru’ah wa Khowarimuha 205, Syaikh Masyhur bin Hasan Salman).

عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ أَنَّ النَّبِيَّ سُئِلَ : أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ : عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُوْرٍ

Dari Rifa’ah bin Rafi’ bahwasanya Nabi pernah ditanya: Pekerjaan apakah yang paling baik? Beliau menjawab: “Pekerjaan seorang dengan tangannya sendiri dan setiap perdagangan yang baik”. (Shahih li ghairihi. Riwayat Al-Bazzar sebagaimana dalam Kasyful Astar 2/83/1257)

عَنِ الْمِقْدَامِ عَنِ النَّبِيِّ قَالَ : مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ, وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Dari Miqdam dari Nabi bahwa beliau bersabda: Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan dari hasil tangannya sendiri, dan adalah Nabiyullah Dawud makan dari hasil pekerjaannya sendiri”. (HR. Bukhari 2076)

Dan juga berdasarkan kaidah berharga “Asal dalam muamalat adalah boleh dan halal”.

Oleh karenanya, apabila kita membaca sirah para salaf, niscaya akan kita dapati bahwa mereka berbeda-beda pekerjaannya, ada yang menjadi pedagang, petani, tukang kayu, tukang besi, tukang sepatu, penjahit baju, pembuat roti, pengembala, buruh dan seabrek pekerjaan lainnya.

Ketahuilah bahwa Syari’at membagi pekerjaan menjadi dua macam:

Pekerjaan haram, seperti bekerja sebagai penyanyi, dukun, penjual khamr, pekerja di bank riba, pelacur, pencuri dan sejenisnya dari pekerjaan-pekerjaan yang dilarang oleh syari’at Islam.

Pekerjaan mubah, contohnya banyak sekali, hanya saja sebagian ulama meneyebutkan bahwa “Pokok pekerjaan itu ada tiga: Tani, dagang, industri”. (Al-Hawi Al-Kabir 19/180, Al-Mardawi).

Nah bagaimana dengan profesi Buzzer?

Buzzer adalah individu atau akun yang bertugas untuk membuat suara-suara bising seperti dengung lebah untuk menyerang seseorang.

Rasulullah bersabda:

مَنْ أَكَلَ بِرَجُلٍ مُسْلِمٍ أَكْلَةً فَإِنَّ اللَّهَ يُطْعِمُهُ مِثْلَهَا مِنْ جَهَنَّمَ وَمَنْ كُسِىَ ثَوْبًا بِرَجُلٍ مُسْلِمٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَكْسُوهُ مِثْلَهُ مِنْ جَهَنَّمَ

Barangsiapa makan satu makanan dengan cara (menuduh dan menfitnah) seorang muslim, maka Allah akan memberinya makan yang semisal dari Neraka Jahannam. Barangsiapa diberi satu pakaian dg cara (menuduh dan memfitnah) seorang muslim, maka Allah akan memberinya pakaian dari Neraka Jahannam. (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad: 240 dan Abu Dawud: 4881, dishahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah: 934)

Maksud hadits ini adalah: menjadikan kehormatan saudaranya sebagai jembatan untjk meraih harta, jabatan, dan kedudukan dengan cara menceritakan aib seorang muslim, menuduhnya, melanggar kehormatannya atau menyebutkannya dengan sifat-sifat buruk kepada musuhnya untuk mendapatkan dunia.

Jika seorang tidak mengindahkan pada makan dan minumnya walau dengan cara menodai kehormatan saudaranya, maka dimanakan persaudaraan Islam?! (Lihat Ahadits Akhlak hlm.161 Syeikh Abdur Razzaq Al Badr, Syarh Adabul Mufrad2/1063 Syeikh Said Ruslan)

Setelah kita mengetahui bahwa profesi buzzer adalah haram karena menodau kehormatan seorang muslim, maka gaji yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut adalah haram juga. Nabi bersabda:

إِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

“Sesungguhnya Allah apabila mengharamkan sesuatu, maka Dia mengharamkan pula hasil (upahnya)”. (HR. Ahmad 1/247, 293 dishahikan Ibnu Qoyyim)

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *