Beranda » Artikel » PERBEDAAN ASWAJA DAN WAHHABI (Bag. 2)

PERBEDAAN ASWAJA DAN WAHHABI (Bag. 2)

Pada bagian ini kami akan menyingkap, Syubhat dan fitnah receh dari pengikut Hawa Nafsu yang telah banyak menjebak pengikutnya serta menjerumuskan banyak manusia dalam lubang kebodohan.

Aswaja

Aswaja meyakini bahwa Allah ada tanpa tempat dan Arah

__Dalil__

Firman Allah ta’ala:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلبَصِيْرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dg Allah baik dari satu segi maupun semua segi” (QS as Syura: 11)

Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al Bantani menyatakan:

وَالْوَاجِبُ عَلَيْنَا أَنْ نَقْطَعَ بِكَوْنِهِ تَعَالَى مُنَزَّهًا عَنِ الْمَكَانِ وَالْجِهَةِ

“Dan kita wajib meyakini secara pasti bahwa Allah ta’ala maha suci dari tempat dan arah….”

(Muhammad Nawawi bin Umar al Bantani, “at-Tafsir al Munir li Ma’alim at-Tanzil”, jilid I, hal. 282)

 

Wahhabi

Wahhabi meyakini Allah berada di atas, bertempat di atas Arsy

Muhammad Jamil Zaino (tokoh Wahhabi) mengatakan:

أَنَّ اللهَ فَوْقَ اْلعَرْشِ بِذَاتِهِ مُنْفَصِلٌ مِنْ خَلْقِهِ لاَ يُشْبِهُهُ أَحَدٌ مِنْ مَخْلُوْقَاتِهِ فِي عُلُوِّهِ

“Allah di atas Arsy dengan dzat-Nya, terpisah dari makhluk-Nya”

(Muhammad Jamil Zaino, Tawjihat Islamiyah li Ishlah al fardi wa al Mujtama’, hal. 21)

Ketahui perbedaanya maka akan terhindar dari kesesatannya

——————-

Rudud (sanggahan)

Penulis berkata :

“Aswaja meyakini bahwa Allah ada tanpa tempat dan Arah”

Rudud :

  1. Penulis dengan secara terang dan jelas memulai tulisannya dengan keyakinan atau akidah yang bathil, Bahwasanya mereka meyakini Allah ada tanpa tempat dan Arah. Yang dimana tujuan ini untuk melancarkan Fitnah mereka kepada Ahlussunnah bahwa Ahlussunnah (salafiyyin) mengatakan Allah memiliki tempat dan Allah butuh pada tempat, wal iyadzubillah. Ini menandakan kebodohan dan kedangkalan penulis dalam membaca dan muthola’ah.
  1. Ahlussunnah menetapkan Apa yang Allah tetapkan pada DiriNya. Sementara mereka menetapkan bagi Allah apa yang sesuai dengan akal fikiran mereka, padahal Allah tidak menurunkan ayat tentangnya.
  1. Tujuan si penulis adalah untuk meyakinkan pengikutnya Bahwa ayat-ayat tentang sifat Allah yang Maha tinggi dan Allah Beristiwa diatas Arsy bukanlah makna yang dimaksud oleh Allah, artinya secara langsung mereka mengatakan “Orang yang meyakini Zhohir ayat dan Hadits tentang sifat adalah sesat”. Artinya Al Quran dan Hadits tentang sifat Allah Harom diyakini sesuai dengan Zhohirnya, Naudzubillah padahal 3 generasi Salaf meyakini sifat Allah dengan Zhohir ayat dan Hadits yang Allah tetapkan atas diriNya sendiri, tanpa Tasybih, tanpa Ta’til, tanpa Takyif, tanpa Tamtsil, karena Allah Berfirman :

 لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيْعُ اْلبَصِيْرُ

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dg Allah baik dari satu segi maupun semua segi” (QS as Syura: 11)

Keyakinan Inilah yang ingin mereka Jauhkan dari Kaum Muslimin, wal iyadzubillah.

  1. perkataan “Allah ada tanpa tempat dan arah” maksudnya adalah Allah tidak diliputi tempat dan Arah, dan Allahlah yang meliputi tempat dan Arah karena Allah maha Besar dari Apapun maka inilah keyakinan Ahlussunnah wal Jam’ah yang kami yakini dan dinukilkan oleh Salafussholeh. Dan tidak seperti yang mereka tuduhkan bahwa salafiyyah memiliki keyakinan Allah butuh tempat dan arah, wal iyadzubillah.

Berkata Syaikh Muhammad Sholih Al Munajjid Hafizhohullah:

قلنا له : هذا معنى صحيح نوافقك عليه؛ إذ كيف يحيط بالله الأول

 والآخر ، والظاهر والباطن : شيء من مخلوقاته ؛ بل الرب تعالى أعظم وأكبر من كل مخلوق ، قد وسع كرسيه السموات والأرض ، فقد روى البخاري (4812) ، ومسلم (2787) عن أبي هريرة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ( يَقْبِضُ اللَّهُ الْأَرْضَ وَيَطْوِي السَّمَوَاتِ بِيَمِينِهِ ثُمَّ يَقُولُ : أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ مُلُوكُ الْأَرْضِ ؟ )

Kami mengatakan : bahwa Allah meliputi segala sesuatu baik tempat dan Arah, dan tidak ada sesuatu apapun yang meliputi Allah Ta’ala, adalah Makna yang benar yang kami sepakat denganya.

Oleh karenanya bagaimana mungkin Allah Al awwal Al Akhir Azh Zhohir Al Bathin diliputi oleh sesuatu dari yang dia ciptakan?

Bahkan Allah adalah Zat yang lebih Agung, lebih Besar, dari apa yang dia ciptakan, kekuasaannya meliputi Langit dan Bumi.

Sebagaimana diriwayatkan Oleh Al bukhori (4812), dan Muslim (2787), dari Abu Hurairah Rodhiyallahu anhu berkata : Aku mendengar Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda :

“Allah menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya seraya mengatakan; ‘Akulah Sang Raja, mana yang mendakwakan diri raja-raja bumi?”

  1. Akan tetapi jika maksud perkataan “Allah ada tanpa tempat dan arah” adalah Allah tidak Maha Tinggi atas Makluknya secara dzat dan Makna, maka ini adalah keyakinan kelompok Jamhmiyyah yang menafikan sifat Uluww (ketinggian Allah). Maka kalian berada pada keyakinan yang mana ayyuhal tabi’il hawa?
  1. Secara tidak langsung sebebarnya penulis ingin menggiring manusia kepada keyakinan Jahmiyyah dan Mu’thilah, bahwa ayat tentang :

-Allah beristiwa diatas Arsy sebagaimana Dalam firman Allah :

الرحمن على العرش استوى

“Allah yang maha penyayang beristiwa di atas Arsy”

Mereka mengatakan maksudnya “Allah tidak benar-benar beristiwa diatas Arsy akan tetapi maknanya adalah berkuasa atau menguasai arsy” maka ini adalah perkataan bathil yang tidak pernah diajarkan Oleh Allah dan RosulNya serta Salafussholeh. Ini adalah Taqowwul Alallah. Berbicara tentang Allah tanpa Ilmu.

-ayat dan haditsyang menunjukkan kemaha tinggian Allah semisal :

وهو العلي العظيم

“dan dia maha tinggi dan Maha Agung” Al Baqoroh 255.

سبح اسم ربك الأعلى

“Bertasbihlah dengan Nama Robbmu yang Maha tinggi” Al A’la 1.

وهو القاهر فوق عباده

“dan Dialah yang berkuasa diatas Hambah-hambahnya” Al An’am 18.

يخافون ربهم من فوقهم و يفعلون ما يؤمرون

“dan mereka Takut kepada Tuhan yang Berkuasa Diatas Mereka serta melaksanakan yang yang diperintahNya” An Nahl 50.

Dan banyak Ayat dan Hadits yang menunjukkan sifat Tingginya Allah. Maka mereka dengan tanpa Adab mengatakan “Kalau Allah tinggi diatas Makhluk, berarti Allah sama seperti Lampu, seperti langit, seperti matahari” wal iyadzubillah. Darimana mereka mendapatkan Logika seperti ini? Bukankah tidak ada yang serupa dengan Allah? Baik Dzat dan Sifatnya? Secara terang-terangan merekalah yang berbuat tasybih dan tamtsil atas Sifat-sifat Allah.

Bahkan Nabi pernah Bertanya tentang Allah kepada seorang budak dengan Lafaz Aina (dimana) padahal Beliau adalah Seorang Nabi. Beliau bersabda :

أين الله؟

“Dimana Allah?” maka budak wanita menjawab : في السماء  Allah diatas Langit. Maka Rosul membebaskan Budak tersebut karena jawabannya menandakan sebagai seorang Muslim. Apakah Rosul tidak tahu kalau Allah tidak Butuh Arah sehinggah bertanya dengan kata “dimana” yang menunjukkan Arah? Wal iyadzubillah, sesungguhnya Allah tidak butuh Arah, Kitalah yang butuh Arah untuk mengetahui Allah, dan tidak ada Arah yang lebih Mulia selain Arah yang Allah tetapkan Atas dirinya, Yakni “diatas seluruh makhluknya” sebagaimana yang difirmankanNya dalam Banyak ayat dan Disabdakan Oleh Rosulnya Sholallahu alaihi wasallam.

 

PENULIS BERKATA

 Wahhabi

Wahhabi meyakini Allah berada di atas, bertempat di atas Arsy

 Muhammad Jamil Zaino (tokoh Wahhabi) mengatakanma

 أَنَّ اللهَ فَوْقَ اْلعَرْشِ بِذَاتِهِ مُنْفَصِلٌ مِنْ خَلْقِهِ لاَ يُشْبِهُهُ أَحَدٌ مِنْ مَخْلُوْقَاتِهِ فِي عُلُوِّهِ

 “Allah di atas Arsy dengan dzat-Nya, terpisah dari makhluk-Nya”

(Muhammad Jamil Zaino, Tawjihat Islamiyah li Ishlah al fardi wa al Mujtama’, hal. 21)

 

SANGGAHAN

Maka kami meminta kepada kepada penulis untuk mendatangkan 1 bukti Bahwa Allah tidaklah berada diatas. Keyakinan Ahlussunnah (salafiyyin) Allah berada diatas adalah keyakinan yang sesuai dengan Al Quran Dan Sunnah serta ijma’ para Sahabat, tabiin dan tabiut tabiin.

Jika kalian mengatakan Allah tidak.berada diatas, maka silahkan dijawab pertanyaan : Alam yang diliputi Arah ini berada dimana? Silahkan dijawab dengan Hati Nurani.

Ahlussunnah jika tidak Ada ayat dan Hadits yang menunjukkan Allah diatas maka Kamipun tidak akan meyakini demikian.

Berikutnya mereka menuduh bahwa salafiyiin mengatakan Allah bertempat di Arsy, Berarti Allah butuh tempat, Berarti Allah butuh Arsy.

Maka kami katakan berikan 1 saja perkataan dari Ulama’ salafiyyin yang mengatakan Allah “Bertempat di Arsy” atau “Allah butuh pada Arsy”

Berada diatas Arsy bukan berarti Allah bertempat di Arsy atau Allah butuh pada Arsy, dan Allah tidak butuh kepada Makhluk, Makhluklah yang butuh kepada Allah. Arsy yang butuh kepada Allah.

Bahkan sudah sunnatullah Yang diatas tidak butuh kepada yang dibawah seperti Arsy makhluk yang paling tinggi tidak butuh kepada 7 lapis Langit yang berada dibawahnya dan mustahil Arsy bertempat pada langit ke 7 hanya dikarenankan arsy berada diatasnya, Rosul bersabda :

ﻣَﺎ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕُ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻜُﺮْﺳِﻲِّ ﺇِﻻَّ ﻛَﺤَﻠَﻘَﺔٍ ﻣُﻠْﻘَﺎﺓٍ ﺑِﺄَﺭْﺽِ ﻓَﻼَﺓٍ ﻭَﻓَﻀْﻞُ ﺍﻟْﻌَﺮْﺵِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜُﺮْﺳِﻲِّ ﻛَﻔَﻀْﻞِ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﻔَﻼَﺓِ ﻋَﻠَﻰ ﺗِﻠْﻚَ ﺍﻟْﺤَﻠَﻘَﺔِ

 Tidaklah tujuh langit dibandingkan kursi (Allah) kecuali seperti cincin yang dilemparkan di tanah lapang dan besarnya ‘Arsy dibandingkan kursi adalah seperti tanah lapang dibandingkan dengan cincin “. AL baihaqiy  Bab Asma was sifat juz 2 hal 300-301.

Apakah 7 lapis langit berada dibawah Arsy maknanya Arsy yang butuh Langit? Atau sebaliknya?

Hal inilah yang dijelaskan Oleh Syaikh Muhammad Jamil zainu yang justru membantah si penulis :

أَنَّ اللهَ فَوْقَ اْلعَرْشِ بِذَاتِهِ مُنْفَصِلٌ مِنْ خَلْقِهِ لاَ يُشْبِهُهُ أَحَدٌ مِنْ مَخْلُوْقَاتِهِ فِي عُلُوِّهِ

“Allah di atas Arsy dengan dzat-Nya, terpisah dari makhluk-Nya”

(Muhammad Jamil Zaino, Tawjihat Islamiyah li Ishlah al fardi wa al Mujtama’, hal. 21)

Bahkan Telah sangat jelas diatas bahwa “Allah terpisah dari Makhluknya” sementara arsy adalah Makhluk Allah. Dan dengan terang membantah syubhat dan Fitnah dari Ahlul Hawa’ yang sengaja menjauhkan Umat ini dari Ajaran Salafushsholeh.

Wallahu A’lam bishshowdiat

————————–

Al Faqir Syarif M Datundugon

Ahlussunnah Wal jama’ah Kotamobagu

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *