Beranda » Artikel » PENGEBOMAN DALAM PANDANGAN ISLAM

PENGEBOMAN DALAM PANDANGAN ISLAM

Oleh : Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi

Tragedi pengeboman di Gereja Makassar pagi ini menambah catatan hitam dan kenangan pahit bagi bangsa Indonesia. Berbagai media massa tak ketinggalan untuk gencar menampilkan komentar dan berita tentangnya. Namun kitapun bertanya-tanya: Bagaimana sebenarnya hukum pengeboman dalam pandangan agama Islam?
Seorang yang ingin mengetahui suatu hukum apakah boleh ataukah haram, maka hendaknya dia melihat kepada buah dan hasil yang ditimbulkannya.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama melihat hukum pengeboman secara adil, apakah yang kita dapati bersama ?!! Kita akan mendapati dampak negatif dan kerusakan-kerusakan yang banyak akibat pengeboman di Negara Islam, di antaranya:

1. Hilangnya keamanan Negara dan munculnya kekacauan

Tidak ragu lagi bahwa keamanan merupakan kenikmatan besar dan kebutuhan primer bagi pribadi, masyarakat dan negara, bahkan keamanan bagi manusia lebih penting daripada kebutuhan pangan. Oleh karenanya, Nabi Ibrahim dalam do’anya lebih mendahulukan keamanan daripada pangan.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. (QS. Al-Baqarah: 126)
Perhatikanlah, bagaimana keamanan lebih didahulukan daripada kebutuhan pangan, sebab mungkinkah seorang akan merasakan lezatnya makanana bila dia diselimuti oleh ketakutan dan kecemasan?!!.

2. Terbunuhnya Nyawa
Lihatlah, betapa banyak nyawa yang terbang karena aksi ini?! Bukankah terkadang yang menjadi korban adalah manusia-manusia yang tidak bersalah?! Bila mereka adalah muslim, maka ingatlah sabda Nabi:

لَزَوَالُ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ

Hilangnya dunia beserta isinya sungguh lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim dengan tidak benar.
Dan bila mereka adalah non muslim, maka ingatlah sabda Nabi:

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا مُعَاهَدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

Barangsiapa yang membunuh jiwa yang mu’ahad (orang kafir yang ada perjanjian damai), maka dia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya dapat dicium dari perjalanan selama empat puluh tahun. (HR. Bukhori 6914)

3. Menghilangkan Wibawa Pemimpin
Rasulullah telah menekankan kepada kita untuk menghormati pemimpin.

السُّلْطَانُ ظِلُّ اللهِ فِيْ الأَرْضِ فََمَنْ أَكْرَمَهُ أَكْرَمَ اللهُ وَمَنْ أَهَانَهُ أَهَانَهُ اللهُ

Para penguasa adalah naungan Alloh di muka bumi. Barangsiapa yang memuliakan penguasa, Alloh akan memuliakannya. Barangsiapa yang menghina penguasa, Alloh akan menghinakannya.
Bila pemimpin tidak dipercaya lagi, maka jangan tanyakan lagi dampak yang timbul akibatnya!! Demikian juga, para pemimpin telah dipercaya untuk memberikan keamanan kepada orang non muslim yang datang berziarah ke Negara Islam, maka hendaknya kita tunjukkan akhlak Islam yang sebenarnya, berupa kejujuran, perdamaian, dan dakwah kepada kebaikan, bukan malah kecurangan dan kedhaliman yang sangat jauh dari akhlak Islam.

4. Mencemarkan Agama Islam
Adanya aksi pengeboman ini sangat dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk mencemarkan nama Islam dan menuduh bahwa seperti inilah ajaran Islam. Kemudian setelah itu mereka menggelari orang-orang yang berpegang kepada agama dengan julukan teroris!!! Tak cukup sampai di situ, mereka juga akhirnya menekan kaum muslimin dari bantuan-bantuan dan aktivitas Islam dengan alasan terorisme!!

Dari keterangan singkat di atas, dapat kita petik sebuah kesimpulan bahwa pengeboman bukanlah jihad syar’i yang diinginkan dalam Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam yang kasih sayang bagi semesta, akal dan fithrah.

Sesungguhnya aksi-aksi ini hanyalah disebabkan karena kebodohan dan kesalahan dalam memahami agama. Oleh karenanya sudah semestinya kita kembali kepada agama Islam dengan pemahaman yang lurus dan bahu-membahu memerangi penyimpangan dengan menyebarkan ilmu agama ini kepada manusia karena ilmu adalah obat yang dapat menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut.

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *