Beranda » Akhlak » Pahitnya Meminta-Minta Kepada Manusia

Pahitnya Meminta-Minta Kepada Manusia

Pahitnya Meminta-Minta Kepada Manusia

Mutiara Nasehat Para Sahabat Nabi

 

Sesungguhnya tidak ada nikmat yang lebih tinggi daripada nikmat sehat, setelah dianugerahi keyakinan dalam Islam.

Dengan fisik yang sehat, seseorang dapat bekerja mencari nafkah, dapat beribadah, menikmati makanan, dan pergi beribadah umroh ataupun haji.

Orang yang sehat dapat melakukan apa saja yang disenanginya. Sebaliknya, bagi orang yang sakit, makanan yang enak pun menjadi pahit dan bahkan terkadang menjadi pantangan.
Kalau sudah demikian, uang jutaan rupiah yang dimilikinya seolah tak ada artinya.

Maka kesehatan merupakan nikmat terbesar bagi manusia setelah dianugerahi keimanan dan keistiqomahan dalam iman.

Anas رضي الله عنه meriwayatkan, suatu hari Nabi صلى الله عليه وسلم didatangi seseorang, seraya bertanya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الدُّعَاءِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: سَلْ رَبَّك الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعَادَهُ. ثُمَّ سَأَلَهُ فَأَعَادَهُ وَزَادَ: فَإِذَا أُعْطِيتَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَقَدْ أَفْلَحْتَ.

“Wahai Rasulullah, doa apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Mintalah pemaafan (al-afwu) dan ke sehatan(al-‘afiyah) kepada Rabbmu di dunia dan akhirat.” Kemudian, lelaki itu datang lagi esok hari dan bertanya, “Wahai Rasulullah, doa apa yang paling utama?”
Beliau menjawab, “Mintalah pemaafan dan kesehatan kepada Rabbmu di dunia dan akhirat”. Kemudian, ia datang lagi di hari ketiga, kemudian bertanya, “Wahai Nabi Allah, doa apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Mintalah pemaafan dan kesehatan kepada Rabbmu di dunia dan akhirat. Jika kamu telah diberi maaf dan sehat di dunia dan akhirat, kamu telah beruntung.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albany dalam Shohih At-Targhib, 3388).

Rasulullah صلى الله عليه وسلم menempatkan permaafan dan kesehatan adalah seutama-utama anugerah setelah keyakinan.
Sabdanya,

سلوا الله العفو والعافية، فإن أحدًا لم يعط بعد اليقين خيرًا من العافية.

Mintalah pemaafan dan kesehatan kepada Allah, karena tidak ada pemberian kepada siapapun setelah keyakinan yang lebih baik dari kesehatan.” (HR. At-Tirmidzy, 3558 dishahihkan Al-Albany)

Kemudian sebaliknya dari sebaik-baik kenikmatan adalah sejelek-jeleknya permintaan di dunia, yaitu meminta-minta kepada manusia. Dalam hadits diatas, Nabi صلى الله عليه وسلم memerintahkan ummatnya untuk meminta-minta dengan sungguh-sungguh hanya kepada Allah. Karena meminta kepada manusia menunjukkan lemah dan jeleknya perangai, itulah perangainya para pemalas.

لأنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ.

Salah satu dari kalian memikul kayu bakar dipunggungnya itu lebih baik daripada ia minta-minta kepada seseorang baik diberi atau ditolak. (HR. Bukhari, 2374; Muslim, 1042).

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib telah memberikan keteladanan dalam hal ini dalam ungkapan nasehatnya.

قال علي بن أبي طالب رضى الله عنه:
ذقت الطيبات كلها فلم أجد أطيب من العافيــة وذقت مرارات الدنيا فلم أجد أمرّ من الحاجة إلى الناس.
(أرشيف ملتقى أهل الحديث – كم نغفل عن هذه السنة في البخاري – المكتبة الشاملة الحديثة، ص86)

درر من اقوال أئمة السلف (kalemtayeb.com)

Berkata Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه,
Aku telah merasakan kebaikan-kebaikan semuanya, maka aku tidak mendapatkan yang lebih baik dari nikmatnya sehat. Dan aku telah merasakan pahitnya dunia namun aku tidak mendapatkan yang lebih pahit dari meminta-minta kebutuhan kepada manusia.
(Arsip Multaqo Ahlul Hadits, h. 86)

Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

488

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *