Beranda » Akidah » Mempertentangkan Antara Akal dengan Dalil Sumber Kerusakan

Mempertentangkan Antara Akal dengan Dalil Sumber Kerusakan

Mempertentangkan Antara Akal dengan Dalil Sumber Kerusakan

 

Akal memiliki posisi yang sangat mulia dalam Islam. Namun demikian, bukan berarti akal diberi kebebasan tanpa batas dalam memahami agama. Akal yang sehat akan selalu sejalan dengan syariat Allah, dalam permasalahan apa pun.
Allah berfirman,

وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ.

Dialah yang menjadikan kalian memiliki pendengaran, penglihatan, dan hati, supaya kalian bersyukur.” (Surat An-Nahl : 78)

Ibnu Katsîr rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini mengatakan, “Allah memberikan mereka telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, dan hati -yakni akal yang tempatnya di hati- untuk membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang membahayakan… Dan Allah memberikan umat manusia kenikmatan-kenikmatan ini, agar dengannya mereka dapat beribadah kepada Rabb-nya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Imam Ibnu Katsir)

Allah menciptakan akal dan memberinya kekuatan adalah untuk berpikir dan Allah menjadikan padanya batas yang ia harus berhenti padanya dari sisi berpikirnya bukan dari sisi ia menerima karunia Ilahi. Jika akal menggunakan daya pikirnya pada lingkup dan batasnya serta memaksimalkan pengkajiannya, ia akan tepat (menentukan) dengan izin Allah. Jika ia menggunakan akalnya di luar lingkup dan batasnya yang Allah telah tetapkan maka ia akan membabi buta….” (Lawami’ul Anwar Al-Bahiyyah, As-Safarayini: hlm. 1105)

Dalam ketetapan yang diyakini Ahlus Sunnah, kebenaran dalil adalah mutlak sedangkan kebenaran akal itu nisbi
Maka akal harus tunduk kepada dalil, bukan dalil yang tunduk kepada akal.
Dan akal yang sehat pasti tidak akan bertentangan dengan dalil yang shohih.
(Majmu’ Al Fatawa, 3/339, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).

قال ابن القيم الجوزيه رحمه الله:
المعارَضةُ بين العقل والنقل هي أصل كل فساد في العالم، وهي ضد دعوة الرسل من كل وجه.

📚مختصر الصواعق 2-544.
(saaid.net)

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله,
Mempertentangkan antara akal dan dalil adalah sumber kerusakan di alam ini. Dan hal itu jelas bertentangan dengan dakwahnya para Rasul dari segi apapun.

Mukhtasar Ash-Showa’iq, 2/544 (saaid.net)

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

1240

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *