Beranda » Artikel » Manusia yang paling banyak kesalahannya

Manusia yang paling banyak kesalahannya

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu ; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk” [Al-Ma’idah: 105]

Kebanyakan manusia lupa dengan aib yang melekat pada diri-diri mereka sendiri dan menutup mata dari kekurangan yang ada. Lebih parah lagi, ada yang bersikap sebaliknya, yaitu berbaik sangka dan menganggap diri telah bersih dan sempurna, padahal Allah melarang yang demikian itu. Allah berfirman:

فَلَا تُزَكُّوۤا۟ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰۤ.

“Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [An-Najm: 32].

 

Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه menasehati untuk selalu introspeksi diri sendiri agar tidak terjatuh dalam penyucian diri sendiri sehingga siap untuk dihisab Allah nanti.

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ.

“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)” [HR. Tirmidzi].

Perbuatan-perbuatan menghujat, mengolok-olok atau menghina saudaranya sendiri amatlah tercela. Seseorang akan merasa sakit hati ketika dirinya diolok-olok oleh temannya. Bahkan bagi seseorang yang memiliki sifat sensitif akan menjadi permusuhan diantara keduanya.

Islam memandang menghujat dan berkata tidak senonoh sebagai perbuatan tercela dan tidak terpuji. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

سِباب المسلم فسوقٌ، وقتاله كفرٌ.

“Mencaci maki seorang muslim itu kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran.”(HR Al-Bukhory, 5584)

 

Dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم mensifati jeleknya orang yang suka mencela saudaranya yang muslim.

بِحسْبِ امْرِئٍ من الشَّرِّ أنْ يَحقِرَ أخاهُ المسلِمَ.

 “Seseorang cukup dianggap buruk (perilakunya) apabila dia mengejek saudaranya sesama Muslim”.(HR. Al-Bukhâri, 6064; Muslim, 2564)

 

Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim,” [Al Hujuraat : 11].

Seorang yang banyak menyebut-nyebut celaan atau kesalahan saudaranya, pada hakikatnya dia telah membuka lobang aibnya sendiri. Sehingga semakin banyak dia melakukan hal itu semakin nampak pula celaan dan kesalahan dirinya.

 

‏قَال مُحمّد بن سِيرين رحِمَه الله :

” إنَّ أكثر النّـاس خطَـايا أكثرُهُـم

 ذكـرًا لخطَـايا النّـاس “.

 المجالسة وجواهر العلم،٦ /٨٦.

Imam Muhammad bin Sirin رحمه الله berkata :

“Sesungguhnya manusia yang paling banyak kesalahannya adalah orang yang kebanyakan mereka membicarakan kesalahan-kesalahan manusia “.

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *