Beranda » Artikel » Jadilah Mata Air Ilmu Saat Banyak Fitnah di Negerimu

Jadilah Mata Air Ilmu Saat Banyak Fitnah di Negerimu

Jadilah Mata Air Ilmu Saat Banyak Fitnah di Negerimu

 

Harus ada segolongan kaum muslimin yang menyibukkan diri dengan ilmu untuk memberikan pengajaran dan peringatan kepada yang lainnya, sebagaimana perintah Allah.

وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِیَنفِرُوا۟ كَاۤفَّةࣰۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةࣲ مِّنۡهُمۡ طَاۤىِٕفَةࣱ لِّیَتَفَقَّهُوا۟ فِی ٱلدِّینِ وَلِیُنذِرُوا۟ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوۤا۟ إِلَیۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ یَحۡذَرُونَ.

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah : 122)

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di رحمه الله,
Ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu syar’i, dan bahwa orang telah mempelajari ilmu hendaknya menyebarkannya di tengah-tengah hamba Allah, karena tersebarnya ilmu dari orang ‘alim (berilmu) termasuk keberkahannya dan pahalanya yang akan berkembang untuknya. Adapun jika dibatasi untuk dirinya saja dan tidak didakwahkannya di jalan Allah dengan hikmah dan nasehat yang baik serta tidak mengajarkan orang-orang bodoh hal-hal yang tidak mereka ketahui, maka apa hasil yang diperoleh dari ilmunya?
Dirinya akan mati, ilmu dan buahnya pun mati, dan hal ini sungguh sayang bagi orang yang diberikan ilmu dan kepahaman.

Dalam ayat ini juga terdapat petunjuk dan pengarahan, yakni bahwa kaum muslimin hendaknya membagi-bagi tugas, ada orang yang khusus mengisi waktunya untuk suau maslahat dan bersungguh-sungguh terhadapnya tidak berpindah kepada yang lain agar maslahat mereka tegak dan manfaat menjadi sempurna, meskipun jalur yang dilewati berbeda-beda, amal yang dilakukan tidak sama, namun tujuannya satu, yaitu menegakkan maslahat agama dan dunia mereka.
Dengan menyampaikan ilmu kepada mereka
(Taisir Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di)

Rasulullah صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ mengingatkan akan adanya gelombang fitnah yang dahsyat yang memporak porandakan tatanan kehidupan kaum muslimin baik dalam individu,masyarakat atau negara.

إِنَّ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنْ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنْ السَّاعِي قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا قَالَ كُونُوا أَحْلَاسَ بُيُوتِكُمْ.

Akan datang kepada kalian fitnah sebagaimana malam yang gelap gulita, pada masa itu seorang beriman di pagi hari lalu kafir di sore hari, orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan dan orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berlari.” Para sahabat bertanya, “Lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: “Tetaplah kalian di rumah-rumah kalian.” (HR. Abu Dawud, 3718 dishahihkan Al-Albany)

Berkata Syaikh Yahya An-Najmi,
Sesungguhnya kita sekarang berada pada zaman yang banyak terjadi fitnah. Apa yang anda dengar, membuat air mata menetes, hati bersedih, membuyarkan konsentrasi, dan membingungkan akal sehat. Kita berada di suatu zaman yang setan-setan sedang mengangkat leher-leher mereka tinggi-tinggi. Menyebar berbagai kerusakan pada hamba-hamba Allah. Sehingga engkau tidak mendengar selain pembunuhan, pengungsian, pengkhianatan, peledakan, penodaan, dan penghancuran. Berbuat dosa menjadi mudah bagi manusia, dan berbagai kekejian yang mengerikan amatlah ringan terhadap kebanyakan mereka. Anda pun terheran-heran, bagaimana manusia dengan gampangnya membunuh, menumpahkan darah, dan memusnahkan harta benda.
(Darussalam, wordpres.com. Terj. Ust. Muhammad Cahyo.)

Maka tinggal di rumah-rumah dengan ilmu adalah jalan yang paling baik dan paling selamat. Dengan ilmu akan terselamatkan diri sendiri, keluarga dan ummat dari marabahaya fitnah.

قال عبد الله بن مسعود رضي الله عنه:
كونوا ينابيع العلم، مصابيح الهدى، أحلاس البيوت، سرج الليل، جدد القلوب، خلقان الثياب، تُعرَفون في السماء وتخفون على أهل الأرض.

تأثير الأنفاس من أحاديث الإخلاص، ص ٢٧٥

Berkata sahabat Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه,
Jadilah kalian itu sumber mata air ilmu, menjadi lentera petunjuk, menjadi penghuni permadani dirumahmu, menjadi bintang-bintang di malam hari, menjadi hati yang lurus, dan pakaian yang sejuk, maka kalian akan dikenal oleh penduduk langit sekalipun tidak dikenal di antara penduduk bumi.”

Ta’thîrul Anfâs min Hadîtsil Ikhlâsh, hlm. 275

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

1260

User Rating: 4.8 ( 2 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Bersiap Menyambut Tamu yang Agung

Bersiap Menyambut Tamu yang Agung Mutiara Nasehat Para Ulama Salaf     Ramadhan bulan istimewa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *