Beranda » Artikel » Hilangnya Ukhuwah di Jalan Allah

Hilangnya Ukhuwah di Jalan Allah

Hilangnya Ukhuwah di Jalan Allah

Mutiara Nasehat Para Ulama Salaf

 

Ukhuwah di jalan Allah merupakan fundamen dasar kehidupan bermasyarakat diantara kaum muslimin.

Ukhuwah telah menjadi kekuatan pokok yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah. Bahkan, hal yang pertama dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم saat pertama sampai di Madinah adalah membangun ukhuwah diantara sahabat dengan mempersaudarakan antara orang-orang Muhajirin sebagai pendatang dengan orang-orang Anshar sebagai penduduk pribumi Madinah saat itu.

Ukhuwah di jalan Allah atau ukhuwah islamiyah adalah satu konsepsi Islam yang menyatakan bahwa setiap Muslim dengan Muslim lain hakikatnya ialah bersaudara. Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang menjadi landasan konsep ini. Bahkan dalam beberapa keterangan kerap sekali kata “ukhuwah” atau turunannya digandengkan dengan kata “iman”, “Islam” atau “mukmin”.
Hal ini mengindikasikan bahwa ukhuwah merupakan salah satu parameter utama keimanan dan keislaman seseorang.
Ukhuwah Islamiyah melahirkan banyak keutamaan, pahala, dampak positif pada masyarakat dalam menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan. Orang-orang yang terikat dengan ukhuwah Islamiyah memiliki banyak keutamaan, di antaranya: Mereka merasakan buah dari lezatnya iman.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

ثلاثة من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا الله، وأن يكره أن يعود إلى الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يُقذف في النار.

Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari, 16)

Karena besarnya pengaruh kebaikan dari ukhuwah, sehingga setan berusaha untuk merusak tatanan ukhuwah ini dengan menyebarkan benih permusuhan diantara kaum muslimin dengan desas-desus yang bisa merusak bersatunya hati-hati orang yang beriman.
Sebagaimana yang diingatkan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم,

إن الشَّيطان قد يَئِسَ أن يَعْبُدَه المُصَلُّون في جَزيرة العَرب، ولكن في التَّحْرِيشِ بينهم.

Sesungguhnya setan sudah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang yang salat di jazirah Arab, akan tetapi ia masih bisa berbuat adu domba di antara mereka.” (HR. Muslim, 2812)

Setan sudah putus asa akan kembalinya penduduk jazirah Arab menyembah berhala-berhala sebagaimana yang dulu pernah mereka lakukan sebelum penaklukan Makkah. Hanya saja ia puas dan cukup dengan mengadu domba diantara mereka. Yaitu dengan cara berusaha menanamkan permusuhan, dendam kesumat, peperangan, fitnah dan sebagainya.
Bersatunya kaum muslimin di atas tauhid dan sunnah belumlah membuat setan berputus asa untuk menyesatkan mereka, karena walaupun sulit baginya mengajak kaum muslimin yang benar-benar mentauhidkan Allah dan mengikuti sunnah untuk melakukan syirik dan bid’ah, akan tetapi dia masih bisa memanas-manasi mereka untuk berpecah belah dan saling bermusuhan antara satu dengan lainnya.

Dan apabila permusuhan di tengah-tengah kaum muslimin semakin berkobar, maka mereka akan disibukkan dengan masalah ini sehingga terpalingkan dari dakwah menyebarkan tauhid dan sunnah. Atau minimal perhatian mereka untuk memberantas keyirikan dan bid’ah semakin berkurang, dan sebaliknya, para penyeru kesesatan semakin leluasa menyebarkan kesesatannya. Di sisi lain, perpecahan antara kaum muslimin akan dijadikan senjata bagi musuh-musuh Islam -baik yang berada di luar (orang-orang kafir) maupun dalam selimut (ahlul bid’ah)- sebagai sarana menjatuhkan kaum muslimin dan menjauhkan manusia dari dakwah yang haq.

Kaum muslimin harus segera tersadarkan bahwa ghibah (menyebarkan desas-desus) itu telah menjadi senjata utama utama setan dan orang-orang kafir untuk memporak porandakan barisan ukhuwah di jalan Allah.

قال عبد الله بن المبارك رحمه الله:
إذا ظهرت الغيبة ارتفعت الأخوة في الله.

📚حلية الأولياء وطبقات الأصفياء، لأبي نعيم الأصبهاني: ج. ١٢، ص. ٧٣.(midad.com)

Berkata Abdullah bin Al-Mubarak رحمه الله,
Apabila tersebar luas ghibah maka akan terangkat ukhuwah dijalan Allah.

Hilyah Al-Auliya’wa Thabaqathul Asfhiya’, Abu Nu’aim Al-Asbahany: j. 12, h. 73

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

Share, Like, Comment sebagai Ladang Pahala Kebaikan.

Bismillah..

🔰BERSAMA MERAIH SURGA🔰

Ahsanallahu ilaikum, ikhwah fillah dapatkan info TA’AWUN DAKWAH terbaru di sini👇👇👇

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

 Web: https://multaqaduat.com
 Youtube: https://youtube.com/c/MultaqaDuatIndonesia
 Instagram: http://instagram.com/multaqa_duat_indonesia
 Telegram: https://t.me/multaqaduat
 Twitter: https://twitter.com/MultaqaI?s=08
 Facebook: www.facebook.com/multaqa2020/
 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
 Wagroup Ikhwwan MDI : https://chat.whatsapp.com/H3dwyDnVH4i2IQxiufE1qp
 WAgrup Akhwat MDI : https://chat.whatsapp.com/Gj1Wn7sDAGdJ04BBpxMeBS
 Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
 Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program MDI ini menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN
_⁣⁣⁣___
 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

1760

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *