Beranda » Artikel » Hati yang tidak pernah merasa kenyang dari membaca Al-Qur’an

Hati yang tidak pernah merasa kenyang dari membaca Al-Qur’an

Mutiara nasehat para sahabat Nabi.

Allah berfirman,

إِنَّ ٱلَّذِینَ یَتۡلُونَ كِتَـٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُوا۟ مِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ سِرࣰّا وَعَلَانِیَةࣰ یَرۡجُونَ تِجَـٰرَةࣰ لَّن تَبُورَ ۝ لِیُوَفِّیَهُمۡ أُجُورَهُمۡ وَیَزِیدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦۤۚ إِنَّهُۥ غَفُورࣱ شَكُورࣱ.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” [Faathir : 29-30].

Tidak ada suara yang lebih indah melebihi keindahan suara bacaan Al-Qur’an . Tiada yang lebih menenteramkan saat didengar kecuali mendengarkan lantunan ayat-ayat Qur’an . Inilah fitrah manusia yang beriman sesungguhnya.
Bacaan Al-Qur’an yang menjadikan tangisan Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه menyentuh hati para wanita dan anak Qurays yang masih kafir. Bacaan Al-Qur’anlah yang telah meluluhkan hati Umar bin Khattab رضي الله عنه yang sebelumnya keras menjadi lembut. Bacaan Al-Qur’anlah yang menjadi jalan pembuka baginya memeluk Islam. Dan masih banyak lagi kisah orang-orang terdahulu yang tersentuh masuk Islam karena mendengar bacaan Al-Qur’an.

Al-Quran merupakan petunjuk dan pedoman yang Allah berikan kepada umat-Nya. Untuk itu, Allah tidak hanya memerintahkan untuk membaca Al-Quran, tetapi juga mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Perintah mengenai tadabbur Al-Quran telah Allah sampaikan dalam firman-nya,

أَفَلَا یَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَاۤ.
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?”.
[Muhammad: 24]

Yang demikian itu, karena Al-Quran merupakan pintu hidayah terbesar, sebagaimana firman Allah,

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيْراً.
“Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” [Al-Isra: 9].

Generasi Salafus Sholih telah memberikan keteladanan yang sempurna dalam bermuamalah dengan Al-Qur’an, baik dalam intensitas bacaan maupun interaksi untuk men-tadabburi-nya.
Seperti yang dilakukan oleh Amirul Mukminin Utsman bin Affan رضي الله عنه.

قال عثمان بن عفان رضى الله عنه:
لو أن قلوبنا طهرت ما شبعنا من كلام ربّنا، وإني لأكره أن يأتي عليّ يوم لا أنظر في المصحف.

تاريخ مدينة دمشق، ج. ٣٩, ص. ٢٣٩. (mawdoo3.com)

Berkata Amirul Mukminin Utsman bin Affan رضي الله عنه,
Kalau hati kita bersih niscaya kita tidak akan pernah merasa kenyang untuk membaca Kalam Allah (Al-Qur’an). Dan aku sangat membenci jika datang suatu hari kepadaku yang aku tidak melihat selembarpun dari mushaf (Al-Qur’an).

Tarikh Madinah Dimsyaq, j. 39, h. 239
(mawdoo3.com)

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tentang Abdul Aziz

Periksa Juga

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5)

RENUNGAN PERPISAHAN (bag-5) Oleh : Ustadz Abu Ghozie As Sundawie   Diantara amalan spesial dipenghujung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *