Beranda » Akhlak » Penderitaan Manusia Yang Hasad

Penderitaan Manusia Yang Hasad

Penderitaan Manusia Yang Hasad

Mutiara Nasehat Para Ulama Salaf

 

Hasad adalah salah satu dari penyakit hati yang mendominasi, tidak ada manusia yang bisa lepas darinya kecuali hanya sedikit. Maka dari itu, ada ungkapan yang mengatakan, “tidak ada satu pun jasad yang bisa lepas dari hasad.” (Majmu’ Fatawa, Juz 10)

Hasad atau iri dengki adalah rasa tidak nyaman dengan sebuah kelebihan yang Allah berikan pada orang lain. Iri hati ini kerap terjadi ketika kelebihan orang lain itu dianggap sebagai “ancaman”, atau minimal “saingan”. Atau.. dianggap halangan bagi diri untuk memiliki kelebihan serupa.

Iri dengki adalah sebuah perasaan ketidak nyamanan hati atas kelebihan orang lain. Tidak sekedar merasa tidak nyaman, bahkan berusaha juga agar kelebihan orang lain itu dihilangkan darinya, dengan cara apapun.

Penyakit hasad mampu memecah belah umat. Sebab.. dari perilaku hasad ini, muncul lah keretakan ukhuwah. Keretakan ukhuwah ini mampu menyebabkan disintegrasi bangsa disebabkan permasalahan di kalangan masyarakat.

Hasad merupakan penyakit umat terdahulu dan watak aslinya bangsa Yahudi.
Allah berfirman,

وَدَّ كَثِيرٌ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعۡدِ إِيمَٰنِكُمۡ كُفَّارًا حَسَدًا مِّنۡ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلۡحَقُّۖۚ

Banyak ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (Al-Baqarah : 109)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Umatku akan ditimpa penyakit berbagai umat.”

Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, apa saja penyakit umat-umat (terdahulu)?”

Rasulullah berkata, “Kufur Nikmat, menyalah-gunakan nikmat, saling berlomba memperbanyak dunia, saling berbuat najsy (mengelabui dalam penawaran, pen.), saling memusuhi, dan saling hasad – menghasadi hingga timbulnya sikap melampaui batas (kezaliman).” (HR. Al-Hakim, 4:168 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mujam Al-Awsath, 2/275/9173 dishahihkan Al-Albany dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 680)

Oleh karena itu Rasulullah صلى الله عليه وسلم melarang dengan keras umatnya dari sifat hasad.

«لاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَتَنَاجَشُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخوَاناً.

Janganlah kalian saling hasad (mendengki), janganlah saling tanajusy (menyakiti dalam jual beli), janganlah saling benci, janganlah saling membelakangi (mendiamkan), dan janganlah menjual di atas jualan saudaranya.” (HR. Muslim, 2564)

Bahayanya hasad :

1. Selalu keberatan dan tidak ridha dengan ketetapan dan takdir Allah.
Karena.. orang yang hasad itu membenci nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.

2. Selalu merasa gelisah, terbakar dan jengkel. Karena, nikmat Allah kepada hambaNya itu tidak terhitung. Setiap kali ia melihat nikmat pada orang lain, timbullah hasad pada dirinya dan lalu membenci nikmat tersebut. Ia senantiasa berada dalam kegalauan.

3. Umumnya orang yang hasad.. membenci orang yang dia hasad.
Ia pun berusaha menyembunyikan nikmat Allah kepada orang tersebut atau bahkan berusaha menghilangkan nikmat tersebut. Maka terkumpul lah rasa hasad dan permusuhan.

4. Orang hasad itu.. menyerupai kebiasaan Yahudi – yang merasa hasad dengan pemberian keutamaan Allah kepada orang lain.

5. Orang hasad.. meremehkan nikmat Allah kepada dirinya sendiri.
Karena dia merasa nikmat Allah kepada orang lain lebih sempurna dan lebih utama sehingga ia menganggap kecil nikmat Allah pada dirinya lalu ia pun tidak bersyukur kepada Allah Ta’ala atas nikmat tersebut.

6. Orang hasad.. menunjukkan betapa sensitif dirinya, tidak suka kebaikan pada orang lain.
Bahkan dia seorang rendahan.. karena tidak memandang sesuatu kecuali kepada dunia. Andai ia memandang akhirat, ia pun akan berpaling darinya.
(Silsilah Fatawa Nur Ala Darb’, Syaikh Ibnu Utsaimin)

Cukuplah penderitaan yang panjang yang diderita oleh orang yang hasad sebagai pelajaran berharga agar terhindar darinya.

قال الشافعي رحمه الله:
الحاسد طويل الحسرات عادم الدرجات.
(حلية الأولياء وطبقات الأوصياء، لأبي نعيم الأصبهاني: ص. ١٤١)

📚 درر من أقوال أئمة السلف (kalemtayeb.com)

Berkata Imam Asy-Syafi’i رحمه الله,
Orang yang iri dengki itu akan panjang kerugiannya dan semakin rendah martabatnya.
(Hilyah Al-Auliya’wa Thabaqathul Asfhiya’Abu Nu’aim Al-Asbahany, hal. 141)

Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: https://web.facebook.com/multaqa2020
📱 Facebook: https://web.facebook.com/groups/384944829178650
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

875

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Bersiap Menyambut Tamu yang Agung

Bersiap Menyambut Tamu yang Agung Mutiara Nasehat Para Ulama Salaf     Ramadhan bulan istimewa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *