Beranda » Akhlak » CERMINAN SALAF TENTANG DERMAWAN (11)

CERMINAN SALAF TENTANG DERMAWAN (11)

CERMINAN SALAF TENTANG DERMAWAN (11)

 

Sifat dermawan dapat menjauhkan seseorang dari kekufuran, karena dengan sifat dermawan akan melatih kita untuk tidak kufur nikmat atau sombong dengan apa yang telah ia miliki.

Ia akan selalu berfikir dan bersyukur dengan apa yang ia miliki bahwa semua adalah pemberian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan di dalam sebagian hartanya ada hak-hak orang lain yang harus diberikan.

ketika kedermawanan kita wujudkan dalam bentuk uluran tangan mengentaskan saudara-saudara kita dari kemiskinan maka akan terwujud kehidupan yang adil dan aman Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan atau bahkan ingin menjadi kaya namun, banyak yang salah sangka, ia mengira bahwa perbuatan kikir akan mangantarkannya menjadi seorang yang kaya raya.

Padahal, itu hanya logika setan saja. ”Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepada kalian. Dan Allah mahaluas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 268).

Berikut ini adalah cerminan kaum salaf seputar dermawan. Kiranya kita bisa meneladani sehingga kehidupan kita sehari-hari menjadi lebih baik dan penuh barakah insyaAllah.
1. Dari Nafi’ –semoga Allah merahmatinya- ia berkata : “Tidaklah meninggal ibnu umar –semoga Allah meridhainya- melainkan ia telah membebaskan lebih dari seribu hamba sahaya”. (Siyar ‘Alam an-Nubala 3/218).

2. Dari Nafi’ –semoga Allah meridhainya-, ia berkata : suatu hari Ibnu umar –semoga Allah meridhainya- menginginkan buah anggur , di waktu ia sakit. Maka aku membelikan untuknya setangkai anggur dengan satu dirham, aku datang dan aku letakkan di tangannya. Kemudian datanglah seorang peminta berdiri di samping pintu, maka ibnu umar berkata: berikan anggur kepadanya, lalu aku berkata kepadanya : cobalah dulu darinya. Maka ia menjawab: tidak, maka aku berikan anggur kepada peminta. (Hilyatul Auliya’ : 1/297).

3. Dari Abdullah bin zubair –Semoga Allah meridhainya-, ia berkata :”Tidaklah aku melihat dua wanita dermawan yang melebihi Aisyah dan asma. Adapun Aisyah, ia biasa mengumpulkan sesuatu (harta) dengan yang lainnya sehingga apabila telah terkumpul padanya maka ia bagi-bagi. Sedangkan Asma’, ia tidak memegang sedikitpun untuk keesokan harinya. (Al-Adab Al-Mufrad, no: 106).

4. Dari urwah dari Aisyah –Semoga Allah meridhai keduanya- Aku melihatnya membagikan (uang) sebanyak tujuh puluh ribu sedangkan pakaiannya terdapat tambalan. (Az-Zuhud karya Imam Ahmad, hal: 206).

5. Dari Hisyam bin ‘Urwah –Semoga Allah meridhainya- :”Sesungguhnya muawiyah telah membeli rumah Aisyah seharga seratus ribu, maka tidaklah datang sore harinya melainkan hanya tersisa satu dirham dan ia berbuka hanya dengan roti dan minyak. Maka sang budak bertanya kepadanya : “Wahai ummul mukminin andaikata engkau tadi membeli daging satu dirham buat kami? Maka Aisyah menjawab : andaikata kamu tadi mengingatkanku pasti akan aku kabulkan”. (Hilyatul Auliya : 1/223).

6. Dari Maimun bin Mihran –semoga Allah merahmatinya-, ia berkata : ”Aku masuk menemui Abdullah bin Umar, maka tidak ada di dalamnya yang senilai selimutku ini. Dan sungguh telah datang kepadanya dua puluh ribu dari sebagian penguasa, maka ia memerintahkan untuk dibagikan. Kemudian ia lupa memberi keluarga yang biasa ia beri, lalu ia pinjam seribu dan ia berikan kepada mereka. (Syu’ab Al-Iman karya Al-Baihaqy: 7/434).

7. Adalah Sa’id bin Al-‘Ash –semoga Allah merahmatinya, ia biasa mengundang sahabat dan tetanggannya setiap hari jum’at dan mengganti pakaian mereka dengan pakaian yang istimewa, memberikan kepada mereka hadiah yang besar serta mengirim untuk keluarga mereka oleh-oleh yang banyak. Ia memasuki masjid dengan budaknya setiap hari jum’at dengan membawa kantong yang berisi dinar lalu ia meletakkannya di depan orang shalat. Maka orang yang shalat di masjid kufah setiap malam jumat menjadi banyak.” (Tahdzib Al-Kamal, karya Al-Mizzi, 10/506).

8. Dari Muhammad bin Mus’ab –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata, berkata hasan Al-Bashry : “Aku perhatikan mengenai kedermawanan, maka aku tidak mendapatkan cabang dan pokoknya melainkan dengan berbaik sangka kepada Allah. Sedangkan pokok dan cabang semua kebakhilan adalah buruk sangka kepada Allah. (Syu’ab Al-Iman, karya Al-Baihaqi : 7/441).

9. Dari bin Husain : Sesungguhnya apabila datang kepadanya seorang peminta maka ia menyambutnya seraya mengatakan :”Selamat datang dengan orang yang membawakan bekalku menuju kampung akhirat.” (Shafwat As-Shafwah : 2/148).

10. Dari Jabir bin Zaid –Semoga Allah merahhmatinya- berkata : ”Aku sedekah dengan satu dirham atas orang anak yatim atau orang miskin lebih aku cintai daripada berhaji setelah haji islam.” (Hilyatul Auliya’ : 3/89).

11. Dari Muhammad bin Ka’b Al-Qurazhy –Semoga Allah merahmatinya- sesungguhnya ia mempunyai perbendaharaan di madinah. Suatu saat ia mengeluarkan shadaqah yang melimpah. Maka ditanyakan kepadanya : simpan untuk anak-anakmu, maka ia menjawab : tidak, akan tetapi aku simpan (shadaqah) untuk diriku di sisi Rabbku dan aku jadikan Rabbku untuk anak-anakku.” (Siyar ‘Alam An-Nubala’ : 5/68).

12. Dari Yahya Al Wahhadzi –Semoga Allah merahmatinya- berkata: ”Tidaklah aku melihat jiwa yang lebih luas daripada ismail bin ‘Ayyasy, karena apabila kami mendatanginya di kebunnya maka tidaklah ia rela menyuguhkan kepada kami melainkan berupa domba dan kue.” (Siyar ‘Alam An-Nubala’ : 8/312).

13. Dari Mujahid –Semoga Allah merahmatinya-, ia berkata : ”Andaikata seseorang berinfaq sebesar gunung uhud dalam ketaatan maka tidaklah ia termasuk orang yang menyesal”. (Al-Jaliyah : 3/292).

14. Seorang peminta datang meminta di pintu Ar-Rabi’ bin Khas’am, maka ia mengatakan : berilah gula kepada peminta ini. Kemudian keluarganya berkata kepadanya : sesungguhnya peminta ini hanya menginginkan roti. Maka ia menjawab : berikan kepadanya gula, karena sesungguhnya saya (Robi’ bin khas’am menyenangi gula).” (Az-Zuhdu, karya Imam Ahmad, hal: 3997).

15. Dari Rabi’ –Semoga Allah merahmatinya- berkata: ”Dahulu Imam Syafi’i melintas (di sebuah jalan) maka jatuhlah cambuknya, kemudian seorang anak laki-laki meloncat (untuk mengambilkan cambuk), lalu mengusapnya dengan kainnya dan mengambilnya kemudian imam syafi’I memberinya tujuh dinar.” (Siyar ‘Alam An-Nubala 10/37).

16. Ar Rabi’ –Semoga Allah merahmatinya- berkata: ketika aku telah menikah, Imam Syafi’I bertanya kepadaku: Berapa mahar yang kamu bayar? Aku menjawab: 30 dinar, aku telah dahulukan 6 dinar, maka beliau memberiku 24 dinar.”

[ Terjemah ini disarikan dari kitab “Mawa’idz Ash-Shahabah”, karya Umar bin Abdullah Al-Muqbil, kitab “Min Akhbar As-Salaf As-Shalih”, karya Abu Yahya Zakariya Gulam Qadir, kitab “Hayat As-Salaf Baina Al-Qauli Wa al-Amal”, karya Ahmad bin Nashir At-Thayar, kitab “Mausu’ah Al Akhlaq”, karya team ilmiyah Ad-Duror As-Saniyah, kitab “Adab Ad-Din wa Dunya”, karya Ali bin Muhammad Al-Mawardy, dengan tambahan muqaddimah dan penutup ].

Al-Faqiir ila ‘Afwi Rabbih
Ustadz Hamidin As-Sidawy, Abu Harits
Islamic Center, Makkah Al-Mukarramah
( 14/06/1442 H )

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: https://web.facebook.com/multaqa2020
📱 Facebook: https://web.facebook.com/groups/384944829178650
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

980

User Rating: 4.61 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Hilangnya Ukhuwah di Jalan Allah

Hilangnya Ukhuwah di Jalan Allah Mutiara Nasehat Para Ulama Salaf   Ukhuwah di jalan Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *