Beranda » Artikel » STUDI TAMBAHAN LAFADZ HADITS YANG DINILAI LEMAH DALAM KITAB AL AHADITS AS-SHAHIHAH, KARYA SYEIKH AL ALBANY (19)

STUDI TAMBAHAN LAFADZ HADITS YANG DINILAI LEMAH DALAM KITAB AL AHADITS AS-SHAHIHAH, KARYA SYEIKH AL ALBANY (19)

STUDI TAMBAHAN LAFADZ HADITS YANG DINILAI LEMAH DALAM KITAB AL AHADITS AS-SHAHIHAH, KARYA SYEIKH AL ALBANY (19)

Oleh Syaikh ‘Amr Abdul Mun’im Salim (Hafidzahullah)

 

TAMBAHAN LAFADZ : HUMAMAH (ARANG)

DALAM HADITS : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk istinja dengan najis, atau dengan tulang, atau dengan kotoran.

Aku berkata : hadits dengan tambahan ini diriwayatkan oleh Ismail bin Iyasy. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Abi Amr As-Syaibany, dari Abdullah bin fairus ad-Dailamy dari Abdullah Mas’ud –semoga Allah meridhainya- ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami istinja dengan najis, atau dengan tulang atau kotoran, atau dengan arang.

Abu Dawud mengeluarkan (no: 39), al-Baihaqy (1/109), ad-Daruqutny (1/55).

Ad-Daruqutny berkata : Sanad hadits ini dari negri Syam dan tidak shahih. Al-Baihaqy berkata : Sanad hadits ini dari negeri Syam dan tidak kuat.

Abu berkata : Ismail bin Iyasy adalah seorang perawi yang shaduq (jujur) dalam riwayatnya dari orang-orang Syam.

Hadits ini termasuk darinya. Karena Yahya bin Abi Amr berasal dari Syam. Dialah yang dikuatkan oleh At Turkumany dan al-Baihaqy mengomentarinya : “Sepantasnya sanad hadits ini adalah shahih, karena Abdullah bin fairuz ad-dailamy dikuatkan oleh Ibnu Ma’in dan al Ijly. Dan Al Hakim juga meriwayatkannya.

Demikian pula pemlik sunan yang empat. Dia (Abdullah bin Fairuz) berasal dari negri Suriah, sedangkan riwayat Ibnu Iyasy dari negri Syam adalah shahih.

Aku berkata : hanya saja, sesungguhnya lafadz HUMAMAH (arang) merupakan riwayat menyendiri yang dibawa oleh Ibnu Iyasy dengan jalan dan sanad ini.

Dan tidak datang penyebutannya dalam hadits-hadits yang shahih dan tidak pula dikuatkan oleh perawi yang terpercaya. Akan tetapi hanya diriwayatkan dari jalan yang lemah. Jalan yang lemah tidak akan bisa menerima tambahan riwayat. Karena tambahan riwayat hanya bisa diterima dari al Hafidz (perawi yang terpercaya). Sementara hadits ini telah diriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud secara marfu’ (bersambung kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) :

“Seorang utusan dari kalangan jin telah mendatangiku, lalu aku pergi bersamanya dan aku membacakan Al Qur’an kepada mereka.” ia (ibnu Mas’ud) berkata : maka Nabi Shallallaahu’alaihi wa asallam pergi (bersama para sahabat), kemudian beliau memperlihatkan kepada kami (para sahabat) bekas jejak mereka dan bekas api mereka dan mereka meminta makanan kepadanya (Rasulullah) . maka beliau bersabda: “bagi kalian adalah tulang-tulang yang telah disebutkan padanya Nama Allah yang apabila ada di tangan kalian terlihat ada dagingnya dan setiap kotoran hewan maka itu untuk makanan hewan-hewan mereka.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Maka janganlah kamu membersihkan najis dengan keduanya (tulang dan kotoran hewan), karena keduanya adalah merupakan makanan saudara kalian dari kalangan jin”

Ahmad mengeluarkannya (1/436), Ath Tayalisi (281), Muslim (1/332), Abu Dawud (85) secara ringkas, At Tirmidzi (18, 3258), Ibnu Huzaimah (1/45), Ibnu Hibban (al Ihsan, 2/35), dari jalan Dawud Ibnu Abi Hind, dari Sya’by, dari al Qamah, dari Ibnu Mas’ud.

Hadits ini juga mempunyai tambahan yang lain di Ad Daruqutny dalam “Sunan”, dari Riwayat Musa bin Ali Rabah, dari bapaknya, dari Ibnu Mas’ud. Ad Daruqutny berkata : “Ali bin Rabah tidak shahih hadits dari ibnu mas’ud. Allah ‘alam

📚 [Tambahan lafadz yang lemah dalam kitab Al Ahadits As-Shahiha, karya Syaikh Al Albani –Rahimahullah-, karya Syaikh ‘Amr Abdul Mun’im Salim, Hafidzahullah-, hal : 37-38 ]

Alih Bahasa
Ustadz Hamidin As-Sidawy, Abu Harits
Islamic Centre Dakwah, Makkah al-Mukarramah
( 05/06/1442 H )

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: https://web.facebook.com/multaqa2020
📱 Facebook: https://web.facebook.com/groups/384944829178650
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

385

User Rating: 5 ( 2 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

Hilangnya Ukhuwah di Jalan Allah

Hilangnya Ukhuwah di Jalan Allah Mutiara Nasehat Para Ulama Salaf   Ukhuwah di jalan Allah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *