Beranda » Akidah » Renungan Bagi Yang Merayakan Tahun Baru

Renungan Bagi Yang Merayakan Tahun Baru

Renungan Bagi Yang Merayakan Tahun Baru

 

Bulan demi bulan telah berlalu dan tanpa terasa kita telah berada di pengujung tahun hijriyah. Tidak lama lagi tahun yang lama akan berlalu dan akan datang tahun yang baru.

Hal ini menunjukkan semakin berkurangnya waktu hidup kita di dunia dan mengingatkan semakin dekatnya ajal kita.

Maka sungguh aneh ketika didapatkan ada sebagian orang yang justru bersenang-senang dengan berfoya-foya dalam menyambut tahun baru. Seakan-akan dia tidak ingat bahwa dengan bertambahnya hari, maka bertambah dekat pula saat kematiannya.

Di sisi lain, perayaan tahun baru tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Bahkan hal itu justru merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang orang kafir.

Karena mereka sebagaimana disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah orang-orang yang tertipu dengan kehidupan dunia sehingga yang mereka bangga-banggakan adalah kemewahan dunianya. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan tentang mereka di dalam firman-Nya,

اللهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي اْلأَخِرَةِ إِلاَّ مَتَاعٌ

Dan mereka (orang-orang kafir) berbangga-bangga dengan kehidupan dunianya, padahal tidaklah kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, kecuali hanyalah kesenangan (yang sedikit).” (Surat Ar-Ra’d : 26)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di -semoga Allah merahmatinya- :
Makna kata :

(وَيَقۡدِرُۚ)

wa yaqdir : Menyempit dan sedikit.

(إِلَّا مَتَٰعٞ)

illaa mataa’ : Bersenang-senang dengannya sebentar kemudian habis.

Makna ayat : Firman-Nya :

ٱللَّهُ يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُۚ وَفَرِحُواْ بِٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا فِي ٱلۡأٓخِرَةِ إِلَّا مَتَٰعٞ

Allah ta’ala mengabarkan ketentuan dari semua ketentuan-Nya pada makhluk-Nya yaitu Dia (يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ) melapangkan rezeki untuk siapa pun yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah ia bersyukur atau ingkar? Dan juga menyempitkan dan mengurangi rizki siapa pun yang Dia kehendaki sebagai cobaan, apakah ia bersabar atau mengeluh? Terkadang Dia melapangkan rizki bagi sebagian yang pantas untuk diberi keluasan dan terkadang Dia juga menyempitkan orang yang pantas untuk disempitkan. Kekayaan tidak akan menjadi tolak ukur keridhaan Allah dan tidak pula kefakiran tanda akan murka-Nya ta’ala atas hamba-hamba-Nya. Firman-Nya :

(وَفَرِحُواْ بِٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا)

Orang-orang kafir berbahagia dengan kehidupan dunia karena ketidaktahuan mereka akan durasi, akhir, dan buruknya efek yang ditinggalkannya, tidaklah dunia jika dibandingkan dengan apa yang Allah sediakan bagi para wali-Nya—mereka adalah orang-orang yang beriman dan taat kepada-Nya—kecuali hanya sedikit. Seperti segenggam kurma atau sepotong roti yang diberikan kepada seorang pengembala sebagai bekal selama siang hari, kemudian habis.
(Taisir Karim Ar-Rahman Syaikh As-Sa’dy)

Ayat-ayat yang semisal ini banyak disebutkan dalam Alquran. Mengingatkan kita untuk tidak mengikuti akhlak orang-orang kafir yang membangga-banggakan dunia. Yang demikian ini karena sifat membangga-banggakan dunia akan menyeret pelakunya pada kesombongan dan melalaikannya dari mengingat kematian dan beramal untuk akhiratnya.

Oleh karena itu wajib bagi kaum muslimin untuk meninggalkan kebiasaan mereka dalam merayakan tahun baru hijriyah, karena acara tersebut bukan termasuk ajaran Islam. Bahkan merupakan kebiasaan orang-orang kafir.

Adapun yang semestinya dilakukan oleh seorang muslim terlebih di akhir tahun ini adalah berupaya untuk melakukan interopeksi diri. Selanjutnya bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas seluruh kesalahan yang telah dilakukannya serta memohon ampun atas kekurangannya dalam menjalankan ketaatan kepada-Nya.

Di samping itu juga memohon pertolongan kepada-Nya untuk bisa istiqamah dan senantiasa bertambah ilmu dan amal shalihnya. Begitu pula berusaha agar hari yang akan datang senantiasa lebih baik dari yang sebelumnya, sehingga hidupnya lebih baik dari kematiannya.

📚 [ Diringkas dari khutbah Jum’at dengan perubahan ]

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *