Beranda » Akidah » Perkara Sial Bagimu itu Adalah yang Menghalangimu dari Allah

Perkara Sial Bagimu itu Adalah yang Menghalangimu dari Allah

Perkara Sial Bagimu itu Adalah yang Menghalangimu dari Allah

 

Mutiara Nasehat para Ulama Salaf.

Tidak ada kesialan dalam Islam. Hanya sebagian orang menganggap adanya kesialan atau tathoyur dalam hal tertentu, sebagaimana yang Allah beritakan tentang Fir’aun. Allah berfirman :

فَإِذَا جَاءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَالُواْ لَنَا هَذِهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُواْ بِمُوسَى وَمَن مَّعَهُ أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: “Ini disebabkan (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (Al-A’raaf: 131).

Ibnu Jarir ath-Thabari -Semoga Allah merahmatinya- mengatakan: “Allah telah menceritakan bahwa apabila pengikut Fir’aun mendapat keselamatan, kesuburan, keuntungan, kemakmuran dan banyak rezeki, serta menemukan kesenangan duniawi, mereka mengatakan: ‘Kami memang lebih pantas mendapatkan semua ini.’ Sebaliknya, manakala tertimpa kejelekan berupa kekeringan, bencana dan musibah, mereka bertathayyur kepada Musa ‘Alaihissallam dan orang-orang yang besertanya, yakni melemparkan penyebabnya kepada Musa dan orang-orangnya. Mereka mengatakan: ‘Sejak kedatangan Musa, kita kehilangan kemakmuran, kesuburan dan tertimpa krisis.’”

“Allah Azza wa Jalla menyebutkan bahwa keberuntungan, kemakmuran, dan keburukan serta bencana kaum Fir’aun dan yang lainnya tidak lain adalah ketetapan yang baik dan yang buruk semuanya dari Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui sehingga mereka menuduh Musa Alaihissallam dan pengikutnya sebagai penyebabnya.” (Tafsiir Ibni Jarir ath-Thabari: 4/30-31)

Keyakinan adanya kesialan itu merupakan keyakinan yang yang menyimpang. Dan hal itu termasuk kesyirikan.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ، وَمَا مِنَّا إِلاَّ ، وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّل

Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik dan setiap orang pasti (pernah terlintas dalam hatinya sesuatu dari hal ini). Hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.” (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad (no. 909), Abu Dawud (no. 3910), at-Tirmidzi (no. 1614), Ibnu Majah (no. 3538)

Namun seandainya ada kesialan maka bisa saja terjadi tetapi bukan berarti hal itu penyebab datangnya kesialan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنْ كَانَ الشُّؤْم فَفِى الْمَرْأَةِ وَالْفَرَسِ وَالْمَسْكَنِ.

Seandainya kesialan itu ada, maka pada wanita, kuda, dan tempat tinggal.” (HR. Al-Bukhari: 5095; Muslim: 2226)

Para ulama Salaf mengingatkan tentang kesialan yang paling berbahaya adalah yang menjadikan seseorang terkalahkan dari Allah.

قال أبو سليمان الداراني رحمه الله :
كل ما أشغلك عن الله فهو عليك مشؤوم. (البداية والنهاية؛ ج. ١٤، ص. ١٤٤)

📚 درر من اقوال أئمة السلف (kalemrayeb.com)

Berkata Imam Abu Sulaiman Ad-Darany رحمه الله,
Semua perkara yang menyibukkanmu dari mengingat Allah, maka dia itu merupakan kesialan bagimu. (Al-Bidayah wan Nihayah: j. 14, h. 144)

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *