Beranda » Akhlak » Cerminan Salaf Tentang “Meneladani Para Sahabat”

Cerminan Salaf Tentang “Meneladani Para Sahabat”

Cerminan Salaf Tentang “Meneladani Para Sahabat”

 

Tidak diragukan lagi, bahwa para sahabat merupakan generasi paling baik dan paling mulia.

Hal ini berdasarkan persaksian Allah dan Rasul-Nya. Banyak ayat-ayat dan hadits-hadits yang memuji mereka, baik secara global maupun terperinci. Jika demikian apa arti sanjungan kita kepada mereka?!

Adapun kedudukan dan keutamaan mereka dalam islam, maka sangatlah agung dan mulia, ibarat kisah-kisah indah yang tiada akan pernah habis ditelan oleh waktu dan masa. Jika kita berbicara ilmu, maka merekalah rajanya. jika kita membahas amal, maka merekalah ratunya.

kalau kita berbicara dakwah, maka merekalah pahlawannya. kalau mau menyoal pengorbanan dan jihad, maka merekalah panglimanya.

kalau mau mempelajari akhlaq, maka merekalah panutan kita yang terbaik setelah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Tidaklah ini semuanya menunjukan melainkan keutamaan dan keistimewaan mereka dalam islam. oleh karena itu pantaslah jika kita disuruh untuk meneladai mereka, mengikuti jejak mereka, serta selalu memuji dan mendoakan mereka dengan kebaikan. Sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah ridha dengan mereka.
Dan yang lebih penting, yang banyak ditinggalkan dan dilupakan oleh kaum muslimin yaitu supaya kita meniru apa yang dipahami, diyakini, diamalkan dan didakwahkan oleh para sahabat Nabi yang mulia. Dimana praktek mereka merupakan amal sekaligus foto copy dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diridhai oleh Allah. Sehingga cara beragama yang paling benar adalah cara sahabat, yaitu yang tengah-tengah antara ifroth (berlebihan) dan tafrith (meremehkan), cara yang adil dan cara yang sesuai dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya.

Jika ada yang berkata, bukankah mereka juga laki-laki atau manusia yang bisa salah dan benar, maka kita jawab ya, akan tetapi tidak sama dengan kita. Kerena Allah telah memberikan kelebihan dan keistimewaan kepada mereka yang sangat banyak, sebagaimana yang akan kami sebutkan di bawah ini sebagiannya, dengan kesaksian dan syadahah dari para ulama kita yang terpercaya, sekarang mari kita simak bersama:

1. Dari Hudzaifah bin Al Yaman -semoga Allah meridhainya- ia berkata: “Ikutilah jalan-jalan kami (para sahabat), karena jika kalian mengikuti kami niscaya kalian akan mendahului (kebaikan) yang sangat banyak dan jika kalian menyelisihi kami, niscaya kalian akan tersesat dengan kesesatan yang jauh.” (Al-Bida’, Karya Ibnu Wadh-Dhah: 44).

2. Imam Ahmad –Semoga Allah merahmatinya- berkata : “Apabila kamu melihat seseorang menyebutkan sahabat Rasulullah dengan kejelekan, maka tuduhlah ia akan keislamannya”. (Syarh Usul ‘Itiqad Ahli Sunnah wal Jamah karya Al-Lalakai, 7/1252).

3. Dari Al Auza’i –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Ilmu adalah apa yang datang dari para sahabat Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dan apa yang tidak datang dari seorang pun dari mereka, maka itu bukanlah merupakan sebuah ilmu”. (Jami’ Bayan Ilmu: 1/769).

4. Dari Ibrahim an-Nakh’i –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Andaikata telah datang kepadaku dari para sahabat, bahwasannya mereka tidak melebihkan sepotong kuku dalam membasuh anggota wudlu niscaya aku tidak akan melebihkan sedikitpun”.(Syarh wal Ibadah: 161).

5. Dari Sya’by –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Apa yang mereka kabarkan dari pada sahabat maka ambillah dan apa yang mereka ucapkan dari pendapat selain mereka (para sahabat), maka kencingilah pendapat tersebut”. (Hilyatul Auliya: 4/319).

6. Dari Shalih bin Kaisan –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Suatu saat aku berkumpul dengan zuhri untuk mencari ilmu, ia berkata: aku akan tulis semua sunnah, baik yang datang dari Nabi maupun apa yang datang dari para sahabat, karena sesungguhnya itu adalah sunnah. Maka aku berkata: aku tidak akan menulisnya, karena itu bukan sunnah. Kemudian Shalih bin Kaisan berkata: “Maka berhasillah zuhri, karena ia telah menulis (ilmu sahabat), sedangkan aku telah menyia-nyiakan kerena aku tidak menulisnya”. (Jami Bayan Ilmu: 1/773).

7. Dari Ubaid bin Muhammad al-Warraq –Semoga Allah merahmatinya-, ia berkata: aku mendengar Bisyr bin Al harits berkata :”Amalan yang paling kuat dalam diriku adalah mencintai para sahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam“. (Hilyatul Auliya: 3: 16).

8. Dari Hasan Al-Bashry –Semoga Allah merahmatinya-, ia berkata: “Ketahuilah akan keutamaan orang-orang muhajirin dan ikutilah petunjuk mereka serta jauhilah apa yang diada-adakan oleh manusia dalam agama mereka, karena sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan”. (Az-Zuhud : 273).

9. Ahmad bin Hambal –Semoga Allah merahmtainya- berkata: “Al-Ittiba’ yaitu seseorang mengikuti apa yang datang dari Nabi shallahu ‘alaihi wasalam dan para sahabatnya, kemudian apa yang datang setelah tabi’in adalah pilihan”. (Abu Dawud fi Masailil Imam Ahmad: 276).

10. Robi’ bin Nafi’ –Semoga Allah merahmatinya- berkata: “Muawiyah bin Abi Sufyan adalah tabir para sahabat Nabi, apabila ada seseorang membuka tabir ini, maka ia berani menyingkap apa yang ada di baliknya”. (Tarikh Ibnu Asakir 59/209).

11. Ibrahim bin Sa’id Al Jauhari –Semoga Allah merahmatinya- berkata: ”Telah mengabarkan kepada kami Abu usamah hamad bin usamah, ia berkata: ”Aku telah mendengar ia ditanya : ”Siapakah yang paling utama Mu’awiyah atau Umar bin Abdul Aziz”? beliau menjawab: ”sahabat Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam tidak bisa diqiyaskan dengan seorangpun.” (Asy Syari’ah, karya Al Ajurri, hal : 165).

12. Al Auza’i –Semoga Allah merahmatinya- berkata : ”Hendaklah engkau mengikuti jejak orang-orang salaf walaupun manusia menolakmu dan jauhilah pendapat manusia walaupun perkataannya membuatmu terpukau. Karena sesungguhnya urusan tersebut telah jelas sedangkan kamu berada di jalan yang lurus”. (Siyar A’laam An-Nubala, 7/120).

Semoga Allah memberikan kekuatan lahir dan batin serta kemudahan di zaman yang penuh dengan fitnah ini, baik fitnah harta, kekuasaan, kedudukan, dan lain-lain. khususnya fitnah fanatisme, perselisiihan dan perpecahan ummat, untuk mengikuti jalan para sahabat yang mulia, dalam semua ibadah, sehingga amalan kita benar-benar menjadi amalan yang diterima di sisi Allah dan diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ya Allah, Sesungguhnya kami mencintai dan menyayangi para sahabat Rasul-Mu semuanya tanpa terkecuali sebagaimana Engkau telah meridhai mereka, maka jadikanlah kami bersama mereka sekalipun tidak dapat beramal seperti amal mereka. Amiin

[ Terjemah ini disarikan dari kitab “Mawa’idz Ash-Shahabah”, karya Umar bin Abdullah Al Muqbil, kitab “Min Akhbar As-Salaf As-Shalih”, karya Abu Yahya Zakariya Gulam Qadir, kitab “Hayat As-Salaf Baina Al-Qauli Wa al-Amal”, karya Ahmad bin Nashir At-Thayar, kitab “Mausu’ah Al Akhlaq”, karya team ilmiyah Ad-Duror As-Saniyah, kitab “Adab Ad-Din wa Dunya”, karya Ali bin Muhammad Al-Mawardy, dengan tambahan muqaddimah dan penutup ].

✒ Alih Bahasa
Ustadz Hamidin As-Sidawy, Abu Harits, Lc.
Islamic Center, Makkah al-mukarramah
( 21/05/1442 H )

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *