Beranda » Artikel » CERMINAN SALAF TENTANG BERPEGANG TEGUH DENGAN SUNNAH (3)

CERMINAN SALAF TENTANG BERPEGANG TEGUH DENGAN SUNNAH (3)

CERMINAN SALAF TENTANG BERPEGANG TEGUH DENGAN SUNNAH (3)

 

Setiap generasi mempunyai tantangan dan cobaan yang berbeda-beda, sesuai dengan peradaban dan tingkat cultural pada zaman itu sendiri. Mulai zaman Nabi Adam sampai sekarang. Adapun kita sekarang telah berada di era globalisasi, era informasi, di suatu masa yang penuh dengan fitnah, baik yang berupa fitnah syubhat maupun fitnah syahwat dengan berbagai corak dan macamnya, fitnah yang multidimensi, yang tidak pernah ada dan dialami oleh umat-umat sebelumnya.

Ini menunjukan sekaligus menguatkan bahwa kita sekarang benar-benar telah berada di akhir zaman, di mana bukan hanya nilai-nilai moral atau budaya yang telah banyak berubah, bahkan hukum – hukum syariat pun banyak yang punah dan sirna karena ditinggalkan oleh kaum muslimin itu sendiri, mereka sadari atau tidak.

Terbukti, berapa banyak dari amalan sunnah yang dianggap bid’ah, dan sebaliknya, perkara tauhid dihukumi syirik dan sebaliknya, sesuatu yang ma’ruf menjadi mungkar dan sebaliknya. Ini menunjukkan akan jauhnya kaum muslimin sekarang dari nilai-niai ilmu dan tersebarnya kebodohan yang merajalela. Allahu musta’an

Jika demikian dahsyatnya fitnah akhir zaman sekarang, lalu bagaimana terapinya? Maka tidak diragukan lagi bahwa solusinya yaitu dengan kembali kepada syariat yang mulia ini, berhukum kepadanya dalam segala urusan, serta berpegang teguh dengan SUNNAH YANG SHAHIH dan mengamalkannya sesuai dengan PEMAHAMAN AS-SALAF AS-SHALIH”. Ini merupakan senjata yang ampuh untuk keluar dari semua fitnah, sebagaimana yang dipraktekkan oleh generasi terdahulu, yang telah meraih dan mendapat kemenangan serta kejayaan di muka bumi.

Oleh karena itu, marilah kita simak bersama nasehat dan wasiat kaum salaf yang menganjurkan kepada kita semua, agar berpegang teguh hanya dengan Al-qur’an dan As-sunnah :

1. Dari Az-Zuhri –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Berpegang teguh dan komitmen dengan sunnah adalah jalan keselamatan“. (Syarh As-Sunnah, karya Al-Lalakai: 2/56).

2. Dari ‘Aun bin Abdillah –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Barangsiapa yang meninggal di atas keislaman dan sunnah, maka ia akan mendapat kabar gembira dengan semua kebaikan“. (Syarh As-Sunnah, karya Al-Lalakai: 2/64).

3. Dari Ibnu Yahya –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Tidak ada jalan atau cara yang lebih ringkas untuk menuju ke surga daripada meniti As-sunnah“. (Syarh As-Sunnah, karya Al-Lalakai: 2/88).

4. Dari Fudhail bin ‘Iyadh –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Ikutilah jalan petunjuk dan tidak akan merugikanmu sedikitnya orang mengikuti serta jauhilah jalan-jalan kesesatan dan jangan terperdaya dengan banyaknya orang-orang yang binasa“. (Al I’thisam, karya Asy-Syathibi, hal: 62).

5. Dari Auza’i –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Ada lima perkara yang selalu berada di atasnya para sahabat Rosulullah shallallaahu’alaihi wasallam dan para tabi’in: berjamaah, mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, membaca qur’an dan berjihad di jalan Allah“. (Hilyatul Auliya’, 6/142).

6. Dari Abi Ustman Al-Khairy –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Barangsiapa yang memakmurkan sunnah pada dirinya, baik ucapan maupun perbuatan, maka ia akan berbicara dengan hikmah dan barangsiapa yang memakmurkan dirinya dengan kebid’ahan, ia akan berbicara dengan kebid’ahan. Allah berfirman yang artinya: “Jika kalian mentaati Allah, maka akan mendapat petunjuk“. (Siyar ‘Alam An-Nubala’: 14/64).

7. Dari Ayub As-Sahtiyani –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Sesungguhnya diantara kebahagiaan kawula muda dan orang asing (selain arab) adalah ketika Allah memberi taufiq kepada keduanya berupa seorang ‘alim dari ahli sunnah“. (Syarh As-Sunnah, karya Al-Lalakai: 2/60).

8. Dari Robi bin Sulaiman –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Seorang bertanya kepada imam Syafi’i tentang hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, kemudian orang itu bertanya kepadanya: apa pendapatmu? Maka imam Syafi’i bergetar dan berkeringat seraya berkata: “Langit manakah yang menaungiku, bumi manakah yang melindungiku apabila aku meriwayatkan hadits dari Rasulullah kemudian aku mengambil yang lainnya. Ia berkata: “Apabila kalian menjumpai sunnah Rasulullah Shallallaahu’alaihi wasallam, maka ikutilah dan jangan kalian menoleh kepada pendapat siapapun“. (Hilyatul Auliya’, 9/107).

9. Dari Hammad bin Zaid –Semoga Allah merahmatinya- juga ia berkata: “Sesungguhnya orang – orang yang senang dengan kematian ahlu sunnah, berarti mereka menginginkan untuk mematikan cahaya Allah dengan mulut mereka sedangkan Allah akan selalu menyempurnakan cahaya walaupun orang-orang musyrik marah“. (Syarh As-Sunnah, karya Al-LalakaI: 2/61).

10. Dari Shalih bin Muslim –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: Amir As-Sya’by berkata kepadaku : “Sesungguhnya kehancuran kalian adalah ketika kalian meninggalkan atsar dan mengambil qiyas (yang batil atau akal)“. (Hilyatul Auliya’: 4/320).

11. Dari Sufyan Ats-Tsaury –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Berwasiatlah kepada ahlus sunnah dengan kebaikan, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang dianggap asing“. (Syarh As-Sunnah, karya Al-Lalakai : 2/61).

12. Dari Abdurrahman bin Abi Zinad dari bapaknya –Semoga Allah merahmati keduanya- ia berkata: “Tidaklah aku melihat seorangpun yang lebih tahu tentang sunnah dari pada Qasim bin Muhammad, dan tidak seseorang dikatakan laki-laki yang sesungguhnya sehingga ia mengetahui sunnah“. (Hilyatul Auliya’: 2/184).

13. Hasan –Semoga Allah merahmatinya- ia berkata: “Ketahuilah –semoga Allah merahmatimu-, sesungguhnya ahlu sunnah dahulu adalah orang –orang yang paling sedikit, mereka adalah orang-orang yang paling sedikit pula pada waktu sekarang, mereka tidak bersama dengan orang orang yang mewah dalam kemewahan mereka, atau dengan orang-orang bid’ah dalam kebid’ahan mereka. Mereka sabar di atas sunnah sampai bertemu dengan Allah, maka jadilah kalian demikian“. (Ta’dzim Qadri As-Shalat, karya Marwazih 2/678).

14. Dari Abu Ayub As-Sahtiyani –Semoga Allah merahmatinya, ia berkata: “Sesungguhnya apabila telah sampai kepadaku kematian salah seorang dari ahli sunnah, maka seakan-akan aku kehilangan sebagian anggota badanku“. (Hilyatul Auliya’: 3/9).

Setelah meneladani dan mencontoh panutan kita, Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, Kiranya kita dapat mengambil perajaran pula dari para pendahulu kita As-Salaf As-Shalih, yang mana mereka adalah sebaik-baik generasi dalam mengamalkan agama yang mulia ini, baik yang berkaitan dengan aqidah khususnya, maupun ibadah, muamalah, akhlaq dan lain-lain.

Ya Allah, Rabb kami, jadikanlah kami tunduk dan mengikuti hanya kepada syariat-Mu, sesuai dengan maksud-Mu, yang Engkau turunkan dalam Al-Qur’an dan jadikanlah pula kami tunduk dan mengikuti sunnah Nabi-Mu, sesuai dengan maksud Nabi-Mu, yang ia ucapkan dalam sunnahnya dan sebagaimana yang telah diamalkan oleh salafuna As-Shalih..

Ya Allah, mudahkanlah kami untuk mengikuti jalan mereka, yaitu jalan para salafus shalih, yang telah Engkau ridhai dan bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai.

📚 [ Terjemah ini disarikan dari kitab “Mawa’idz Ash-Shahabah”, karya Umar bin Abdullah Al Muqbil, kitab “Min Akhbar As-Salaf As-Shalih”, karya Abu Yahya Zakariya Glam Qadir, kitab “Hayat As-Salaf Baina Al-Qauli Wa al-Amal”, karya Ahmad bin Nashir At-Thayar, kitab “Mausu’ah Al Akhlaq”, karya team ilmiyah Ad-Duror As-Saniyah, kitab “Adab Ad-Din wa Dunya”, karya Ali bin Muhammad Al-Mawardy, dengan tambahan muqaddimah dan penutup ]

✒ Alih Bahasa
Ustadz Hamidin As-Sidawy, Abu Harits, Lc.
Islamic Center, Makkah al-mukarramah
( 17/05/1442 H )

__⁣⁣_⁣_______________________________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqamah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqa Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *