Beranda » Artikel » Wasiat-Wasiat Indah Di Zaman Fitnah

Wasiat-Wasiat Indah Di Zaman Fitnah

Wasiat-Wasiat Indah Di Zaman Fitnah

 

Di tengah gelombang fitnah yang sangat dahsyat di zaman ini, kita butuh wasiat-wasiat salaf sebagai lentera yang menyinari perjalanan kita agar berjalan menuju arah yang benar sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya, sehingga kita selamat dunia akhirat.

1. Wasiat Nabi Muhammad “Kunci Selamat Di Zaman Fitnah”

Dari Uqbah bin Amir رضي الله عنه bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, “Wahai Rasulullah, apa kiat agar selamat?” Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab:

امْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ

Jagalah lisanmu, tetaplah di dalam rumahmu, dan menangislah atas segala kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi: 2406, Ahmad 5/259, dinyatakan shahīh oleh al-Albani dalam ash-Shahīhah no. 890).

Nabi صلى الله عليه وسلم mengumpulkan tiga perkara yang agung ini agar seorang hamba selamat ketika terjadi fitnah. Tidak ada keselamatan ketika terjadi fitnah kecuali dengan berpegang pada tiga perkara ini:

1. Menjaga lisan
Sungguh betapa banyak dosa manusia karena lisannya! Dan betapa sering fitnah terjadi karena lisannya! Maka selamatlah orang yang pandai menjaga lisannya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

من صمت نجا

Barangsiapa yang diam, maka selamat.” (HR. Tirmidzi 660 dan dishahihkan Al-Albani dalam As Shahihah: 536)

2. Tetap di rumah
Terutama ketika terjadi fitnah, agar bisa selamat di tengah fitnah yang melanda. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ السَّعِيدَ لَمَنْ جُنِّبَ الْفِتَنَ

Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah yang dijauhkan dari fitnah.”(HR. Abu Dawud: 4263, dinyatakan shahīh oleh al-Albani dalam al-Misykāh no. 540)

3. Menangislah atas kesalahanmu
Yaitu menghadirkannya, bahwa dirinya banyak berbuat dosa; dosa yang telah lewat atau sekarang, yang dilakukan terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, semuanya dia sesali dan menggiringnya untuk taubat kepada Allah سبحانه وتعالى. Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah mengajarkan doa:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ، وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku seluruhnya, yang kecil maupun yang besar, yang dahulu maupun yang belakangan, yang dilakukan terang-terangan maupun tersembunyi.” (HR Muslim: 483)

2. Wasiat Khalifah Ali bin Abi Thalib “Jangan Memantik Api Fitnah”

Ada sebuah petuah emas khalifah Ali bin Abi Thalib di zaman fitnah yang perlu kita renungkan dan kita amalkan hari-hari ini, yaitu:

عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: «لاَ تَكُونُوا عُجُلًا مَذَايِيعَ بُذُرًا، فَإِنْ مِنْ وَرَائِكُمْ بَلاَءً مُبَرِّحًا مُكلحًا ، وَأُمُورًا مُتَمَاحِلَةً رُدُحًا» الأدب المفرد للبخاري (327).

Dari Ali bin Abi Thalib berkata: “Janganlah kalian menjadi orang yang tergesa-gesa, gegabah menyiarkan berita dan menabur benih, karena di belakang kalian bencana yang sangat parah, dan perkara-perkara bagaikan ombak yang dahsyat menghantam.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dalam Adabul Mufrad: 327 dan dishahihkan al-Albani)

Dalam atsar ini, sahabat Ali mengingatkan kepada kita dari tiga perkara yang sering dilanggar oleh kebanyakan manusia saat fitnah melanda sehingga malah menimbulkan api fitnah semakin membara. Tiga perkara tersebut adalah:

1. Tergesa-gesa, sembrono, ngawur, tanpa memperhatikan konsekwensi perbuatan, karena orang yang seperti itu rawan tersungkur dalam kesalahan dan penyimpangan.

2. Gegabah menshare berita tanpa tabayyun dan kehati-hatian padahal berita belum tentu benar. Anggaplah memang benar semestinya dipikirkan dulu apakah menyebarkannya mengandung kemaslahatan atau justru mengandung kerusakan?!

3. Menyalakan api fitnah dan menabur benih-benih kerusakan seperti namimah (adu domba), perpecahan dan permusuhan diantara kaum muslimin. (At-Tuhaf bil Matsuri Minas Salaf, hlm. 52 karya Syeikh Abdur Rozzaq Al-Badr)

3. Wasiat Sahabat Ibnu Mas’ud “Agar Selamat Saat Fitnah Melanda”

Beliau berkata kepada seorang yang meminta wasiat kepadanya:

لِيَسَعْكَ بَيْتُكَ، وَابْكِ مِنْ ذِكْرِ خَطِيئَتِكَ، وَكُفَّ لِسَانَكَ

Menetaplah di rumahmu, tangisilah dosa-dosamu dan tahanlah lisanmu”. (Az-Zuhd hlm. 42 karya Nuaim bin Hammad)

Sebuah wasiat yang sangat agung dari sahabat Abdullah bin Mas’ud kepada seseorang yang meminta wasiat kepada beliau.

Tiga wasiat emas yang singkat namun padat isinya. Jika seorang mempraktekkanya maka dia akan selamat dari berbagai ujian dan cobaan yang menerpa dirinya

Tiga wasiat tersebut adalah:
1. Menetap di rumah, terutama saat zaman fitnah, tidak perlu ikut berpartisipasi dan berkecimpung terjun menceburkan diri padanya, karena fitnah itu harus dijauhi bukan malah didekati.

2. Menangisi dosa, karena isak tangis taubat hamba bisa meredam bencana yang melanda, sebab dosa adalah biang kerok segala petaka di dunia. Tidak ada obat penawar yang lebih baik dari isak tangis taubat manusia.

3. Menahan lisan, karana lidah adalah sumber dosa dan kerap menjadi pemantik fitnah yang membara. Mengerem lidah berati membendung derasnya fitnah.

4. Wasiat Sulaiman Al-A’masy “3 Wasiat Emas Di Zaman Fitnah”

Al-Khollal meriwayatkan dalam As-Sunnah : 91 dengan sanad shahih dari Sufyan bin ‘Uyainah, beliau berkata: Tatkala Walid bin Yazid terbunuh, ada seorang di Kufah yang aslinya dari Syam, dia orang yang sangat cerdas (Sulaiman Al-A’masy).
Dia mengatakan kepada Khalaf bin Hausyan tatkala terjadi fitnah: Kumpulkanlah orang-orang yang ada di sini dan buatkanlah makanan. Tatkala mereka berkumpul, Al-A’masy mengatakan:

أنا لكم نذير ! كف رجل يده وملك لسانه وعالج قلبه

Aku memberikan peringatan kepada kalian. Seorang diantara kita hendaknya menahan tangannya, mengerem lisannya dan memperbaiki hatinya.”

Tatkala sampai ucapan ini kepada Imam Ahmad bin Hanbal, beliau berkata: Lihatlah kepada A’masy, alangkah bagusnya ucapannya padahal beliau seorang yang tempramen!

Ya, beliau memang tempramen sifatnya karena manusia, namun beliau berhenti mengikuti garis dalil.

Subhanallah, wasiat yang singkat namun sangat berharga dan bermanfaat sekali jika kita menghayatinya.

5. Wasiat Imam Adz-Dzahabi

Beliau mengatakan:

“Apabila fitnah melanda maka:
1. Berpeganglah dengan sunnah
2. Banyaklah diam
3. Jangan berkecimpung dalam hal yang tidak bermanfaat
4. Dan jika engkau kesulitan, maka kembalikan kepada Allah dan rasulNya
5. Berhentilah dan katakanlah “Allahu A’lam (Allah lebih tahu)”. (Siyar A’lam Nubala 20/141)

6. Wasiat Syeikh Shalih Alu Syeikh “Lisan Di Saat Fitnah”
.
Syeikh Shalih Alu Syeikh رحمه الله berkata:
Dahulu para salaf di saat fitnah melanda mereka memperbanyak diam dan sedikit bicara. Oleh karenanya, ucapan mereka dikenang dan dinukil.
Sedangkan orang belakang, mereka banyak bicara, bahkan lebih banyak bicara lagi saat fitnah melanda, ini merupakan kurangnya ilmu“. (Ath Thariqu Ila Nubughil Ilmi, hlm. 309)

Demikian wasiat-wasiat emas para salaf. Semoga bermanfaat.

Ustadz Yusuf Abu Ubaidah AsSidawi

__⁣⁣_⁣________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣_____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA   Disampaikan oleh Al-Ustadz Maududi Abdullah –hafidzahullah-, tadi malam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *