Beranda » Artikel » Orang yang Membersihkan Jiwanya

Orang yang Membersihkan Jiwanya

Orang yang Membersihkan Jiwanya

 

Jiwa manusia memiliki dua sisi, yaitu yang baik dan buruk, sehingga sangatlah penting dan urgen untuk diperhatikan.

Penyucian jiwa dan qalbu yang merupakan pangkal bagi lahirnya akhlak mulia, adalah unsur penting bagi berlangsungnya kekuatan serta kewibawaan seorang manusia serta kemuliaan suatu bangsa. Dan itu merupakan salah satu tugas utama yang karenanya Allah mengutus Nabi-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Allah berfirman:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Sungguh telah beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh telah merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams : 9-10).

Pembersihan jiwa pada hakikatnya adalah kelaziman dari ketakwaan kepada Allah. Dan memang tujuan pembersihan jiwa adalah diraihnya ketakwaan kepada Allah.

Al Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Dan maknanya adalah: Sungguh telah beruntung orang yang membesarkan jiwanya, meninggikannya dan memunculkannya dengan ketaatan pada Allah. Dan sungguh telah rugi orang yang menyembunyikannya, menghinakannya, dan mengecilkannya dengan kedurhakaan pada Allah. Asal dari تدسية adalah penyembunyian. Di antaranya adalah firman Allah ta’ala: (يدسه في التراب) “Menyembunyikannya ke dalam tanah”. Maka pelaku maksiat itu menyembunyikan –atau menguburkan- dirinya ke dalam maksiat dan menyembunyikan tempatnya, dan bersembunyi dari para makhluk dikarenakan jeleknya apa yang dikerjakannya. Dia telah terhina di sisi dirinya sendiri, terhina di sisi Alloh, dan terhina di sisi para makhluk. Adapun ketaatan dan kebajikan itu membesarkan jiwa, memuliakannya dan meninggikannya hingga menjadi paling mulia, paling besar, paling suci dan paling tinggi,…” (Al-Jawabul Kafi: 1/hal. 52).

Para Rasul diutus Allah untuk memberi peringatan (tadzkir), menyampaikan pengajaran (ta’lim) dan mensucikan jiwa (tazkiyah), sebagaimana yang terdapat dalam do’a yang dilantunkan oleh Nabi Ibrahim عليه السلام untuk anak cucunya:

رَبَّنَا وَٱبۡعَثۡ فِیهِمۡ رَسُولࣰا مِّنۡهُمۡ یَتۡلُوا۟ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتِكَ وَیُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَیُزَكِّیهِمۡۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِیزُ ٱلۡحَكِیمُ.

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikmah (as-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. Al-Baqarah : 129)

Maka Allah-pun mengabulkan permintaan Nabi Ibrahim عليه السلام tersebut dan menganugerahkan kepada umat ini karunia yang tiada terkira, firman-Nya:

Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepada-Mu) Kami telah mengutus kepadamu rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu dan mensucikanmu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 151)

Jiwa yang mulia, tidaklah ridha terhadap sesuatu, kecuali terhadap sesuatu yang paling tinggi, paling mulia dan paling terpuji (paling baik) hasil akhirnya. Adapun jiwa yang rendah, dia hanya berputar di sekeliling perkara yang hina, dia menghampiri perkara hina itu sebagaimana lalat menghinggapi kotoran. Jiwa yang mulia dan tinggi, tidak akan ridha terhadap tindak kedzaliman, hal yang vulgar, pencurian, dan pengkhianatan, karena jiwanya lebih besar dan lebih mulia dari itu semua. Sedangkan jiwa yang hina dan rendah, berkebalikan dengan hal itu. Maka setiap jiwa akan cenderung kepada sesuatu yang selaras dan sesuai dengannya. (Al-Fawaaid, Ibnul Qayyim, hal. 178)

Wallahu a’lam

🍃 Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

__⁣⁣_⁣________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣_____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA   Disampaikan oleh Al-Ustadz Maududi Abdullah –hafidzahullah-, tadi malam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *