Beranda » Artikel » Menyiapkan Kekuatan untuk Menghadapi Musuh

Menyiapkan Kekuatan untuk Menghadapi Musuh

Menyiapkan Kekuatan untuk Menghadapi Musuh

Mutiara Nasehat para Sahabat Nabi

 

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk selalu waspada dan siap sedia menghadapi musuh-musuh mereka.

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةࣲ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَیۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ وَءَاخَرِینَ مِن دُونِهِمۡ لَا تَعۡلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ یَعۡلَمُهُمۡۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَیۡءࣲ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ یُوَفَّ إِلَیۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ.

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).(Surat Al-Anfal : 60)

Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar,
Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar mereka mempersiapkan kekuatan untuk menghadapi musuh-musuh; namun hakikatnya Allah mampu membinaskan mereka hanya dengan ucapan-Nya, dan segenggam debu, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ketika musuh-musuh mengepung beliau dari luar rumah, akan tetapi Allah ingin menguji sebagian hamba-Nya kepada sebagian lainnya, maka mereka pun diperintahkan untuk mempersiapkan kekuatan dan peralatan tempur, dan perintah ini terus berlaku hingga zaman kita saat ini, dan Allah menjanjikan atas kesabaran dan ketaqwaan mereka dengan bantuan Malaikat yang lebih besar kekuatannya.
(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar)

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Allah memerintahkan untuk mempersiapkan perlengkapan perang guna memerangi mereka sesuai dengan kemampuan, fasilitas dan kesanggupan, di mana Allah berfirman:

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم

“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka apa saja yang kalian sanggupi.”
Sesuai dengan kemampuan yang ada pada kalian, yaitu:

مِّن قُوَّةࣲ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَیۡلِ

“Kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda yang ditambat untuk berperang.”

Uqbah menceritakan: aku pernah mendengar Rasulullah bersabda ketika beliau berada di atas mimbar:

“‘Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka apa saja yang kalian sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah.(HR. Muslim, Ahmad dan Abu Dawud)

Rasulullah ﷺ bersabda: “Kuda itu untuk tiga orang; bagi seseorang, yang mana kuda itu sebagai pahala, bagi orang yang lain sebagai pelindung dan bagi yang lain lagi sebagai dosa. Kuda yang memberikan pahala kepada seseorang adalah kuda yang ditambat (digunakan) di jalan Allah, lalu ia menambatkannya di padang rumput kebun. Maka tidaklah setiap kali ia makan, melainkan menjadi kebaikan orang tersebut. Walaupun kuda itu berhenti dari merumput dan menaiki atau dua tempat yang tinggi, maka bekas telapak kakinya dan kotorannya menjadi kebaikan baginya. Jika kuda itu melintasi sungai lalu kuda itu minum dan ia (penunggangnya) tidak membawanya sengaja untuk memberi minum, maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dengan demikian itu, kuda memberi pahala kepadanya. Ada juga orang yang menambatkannya (menggunakannya) sebagai kekayaan dan kehormatan dirinya, tetapi tidak melupakan hak Allah yang ada pada leher dan punggungnya (dalam menggunakan memeliharanya), maka kuda itu baginya sebagai pelindung. Dan ada orang yang menambatkan kuda dengan maksud membanggakan diri dan maka kuda itu baginya merupakan dosa.” (HR. Malik)

Kemudian Rasulullah pernah ditanya tentang keledai, maka beliau pun bersabda: “Allah tidak menurunkan ayat mengenai keledai itu melainkan di dalam ayat yang mencakup dan luar biasa ini: ‘Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya ia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya ia akan melihat basalannya pula.(QS. Az-Zalzalah : 7-8).
(HR. al-Bukhari dan Imam Muslim)

Mayoritas (jumhur) ulama berpendapat, bahwa memanah itu lebih baik daripada menunggang kuda. Sedangkan Imam Malik berpendapat bahwa menunggang kuda lebih baik daripada memanah. Pendapat jumhurul ulama lebih kuat berdasarkan hadits tersebut. Wallahu a’lam.

Rasulullah bersabda: “Pada ubun-ubun kuda itu telah ditetapkan kebaikan sampai hari Kiamat kelak, berupa pahala dan ghanimah.(HR. Al-Bukhari)

Firman-Nya:

تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمۡ

Kalian menggentarkan.” Yaitu, menakut-nakuti dengan persiapan itu musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian.

Dari kalangan orang-orang kafir.

وَءَاخَرِینَ مِن دونهم

Dan orang-orang selain mereka.
Muqatil bin Hayyan dan Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam mengatakan: “Mereka itu adalah orang-orang munafik.” Hal ini diperkuat oleh firman Allah Ta’ala:
“Dan di antara orang-orang Arab Badui yang di sekeliling kalian itu ada orang-orang munafik, dan juga di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kamilah yang mengetahui mereka.” (QS At-Taubah : 101)
(Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Imam Ibnu Katsir)

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk selalu mempersiapkan diri, untuk menghadapi musuh-musuhnya, dengan semua yang dapat diperbuat dalam jumlah dan perlengkapan militer, supaya bisa memasukan dengan itu rasa ketakutan di hati musuh-musuh Allah dan musuh-musuhnya yang senantiasa menunggu-nunggu kesempatan menghabisi kaum muslimin, dan juga hal itu dapat menakut-nakuti orang-orang lain yang belum menampakan api permusuhan kepada kaum muslimin sekarang. Akan tetapi Allah mengetahui mereka dan mengetahui apa yang mereka tutup-tutupi dalam hati mereka. Dan apa saja yang dikeluarkan baik harta benda atau lainnya di jalan Allah sedikit ataupun banyak, maka Allah akan memberikan ganti bagi kaum muslimin di dunia dan menyimpan pahala amalan itu bagi mereka hingga hari kiamat, sedang mereka tidak mengalami pengurangan dari pahala amalan itu sedikitpun.

قال عمر بن الخطاب رضى الله عنه:
علموا اولادكم الرماية والسباحة وركوب الخيل .

📚 درر من اقوال أئمة السلف (kalemtayeb.com)

Berkata Amirul Mukminin Umar bin Khattab رضي الله عنه,
Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang, dan menunggang kuda.

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

🍃 Utsadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

__⁣⁣_⁣________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣_____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA   Disampaikan oleh Al-Ustadz Maududi Abdullah –hafidzahullah-, tadi malam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *