Beranda » Artikel » Doa Shalat Istikharah dan Penjelasannya

Doa Shalat Istikharah dan Penjelasannya

Doa Shalat Istikharah dan Penjelasannya

 

Bismillah…

Doa istikharah terkandung dalam hadis Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu, yang menerangkan tentang shalat istikharah :

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Allaahumma innii astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka bi qudratika.

Wa as-aluka min fadhlikal a’zhiim, fainnaka taqdiru walaa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub.

Allaahumma in kunta ta’lam anna hadzal amro -SEBUTKAN HAJATNYA- khairunlii fi diini wa ma’aasyi wa aaqibati amrii, faqdirhuli wa yassirhu lii tsumma baariklii fiihi.

Wa in kunta ta’lam anna hadzal amro syarrunlii fii diini wa ma’aasyi wa aaqibati amrii, fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu. Waqdurliyal khairo haaitsu kaana tsumma ardhini bihi.

Artinya :

“Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada Engkau memilihkan mana yang baik menurut pengetahuan Engkau dan saya memohon kepada Engkau untuk memberi kekuatan dengan kekuasaan Engkau, dan saya memohon anugerah-Mu yang agung. Karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan saya tidak berkuasa dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan saya tidak mengetahui dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui akan yang gaib.

Ya Allah apabila Engkau ketahui bahwa perkara ini (sebutkan perkara yang kita hadapi) baik bagiku, dalam agamaku, penghidupanku, dan baik akibatnya maka tetapkanlah perkara itu untukku dan mudahkahlah bagiku dan berikanlah keberkahan bagiku.

Apabila Engkau ketahui bahwa perkara ini (sebutkan perkara yang kita hadapi) buruk bagiku dalam agamaku, untuk penghidupanku dan buruk akibatnya maka jauhkanlah perkara itu dariku dan jauhkanlah aku dari padanya.

Takdirkanlah yang baik untukku di mana saja berada. Lalu jadikanlah saya rida denganmu. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu”.

Penjelasan Doa

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ،

Ya Allah sesungguhnya saya memohon kepada-Mu memilihkan mana yang baik menurut pengetahuan-Mu.”

Dalam kaidah bahasa Arab dijelaskan, huruf sin س dan ta’ ت, jika bergabung di awalan kata kerja (fi’il), maka itu menunjukkan permintaan. Sehingga kalimat doa yang berbunyi أَسْتَخِيْرُكَ / astakhiiruka bermakna : Saya memohon kepada Engkau ya Allah, untuk memilihkan pilihan terbaik, sesuai dengan ilmu Engkau yang maha sempurna.

Kita meminta kepada Allah berwasilah dengan sifat ilmu-Nya Allah, karena ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Allah maha tahu, mana yang terbaik untuk hamba-Nya.

وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ،

Saya memohon kepada Engkau untuk memberi kekuatan dengan kekuasaan Engkau.”

Seperti keterangan di atas, bahwa huruf sin س dan ta’ ت, jika bergabung di awalan kata kerja (fi’il), mengandung makna permintaan / permohonan. Bedanya kalimat ini dengan kalimat sebelumnya :

– Kalimat sebelumnya yang berbunyi أَسْتَخِيْرُكَ / astakhiiruka, maknanya memohon kepada Allah untuk memilihkan yang terbaik.

– Adapun kalimat ini; yang berbunyi وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ / wa astaqdiru bi qudratika, artinya adalah, setelah memohon kepada Allah untuk ditujukkan pilihan terbaik, kita memohon kepada Allah untuk diberi qudroh / kekuatan untuk mencapainya. Karena manusia itu lemah, ia tak mampu kecuali jika Allah yang menjadikannya mampu.

وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ،

Saya memohon anugerah-Mu yang agung

Maksudnya, meminta kepada Allah, dengan kelembutan dan anugerahnya, untuk menolongnya menentukan pilihan terbaik dan diberi kemampuan menggapainya. “Karena hanya Engkau yang mampu ya Allah, aku tak memiliki kekuatan. Engkau yang maha tahu ya Allah, sementara aku bodoh tidak tahu.” Di sini ada perendahan di hadapan Allah ta’ala berupa kesadaran kekerdilan di hadapan Tuhan semesta alam. Yang maha kuasa atas segala sesuatu dan maha tahu masa depan.

فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ،

Karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan saya tidak berkuasa.”

Di sini ada pengakuan kelemahan kita dalam kemampuan, dan menyerahkan kemampuan kepada Allah agar Allah memberi kekuatan untuk menggapai pilihan terbaik.

وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ

Dan Engkau Maha Mengetahui sedangkan saya tidak mengetahui. dan Engkaulah Yang Maha Mengetahui akan yang gaib.”

Demikian pula di sini ada pengakuan kelemahan kita dalam ilmu pengetahuan, dan menyerahkan ilmu itu kepada Allah agar memilihkan yang terbaik.

Pembaca yang dimuliakan Allah.
Ada dua faktor mustajab doa yang terkandung dalam kalimat ajaib ini :

1. Mengakui kelemahan dan kesalahan diri di hadapan Allah.

Cara berdoa seperti inilah yang sering dilakukan oleh para Nabi dan Rasul. Diantara contohnya adalah doa Nabi Adam alaihis salam,

رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ

Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf : 23)

Doa Nabi Yunus alaihis salam,

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبٗا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادَىٰ فِي ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبۡحَٰنَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Anbiya’ : 87)

Di ayat selanjutnya Allah mengatakan,

فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَنَجَّيۡنَٰهُ مِنَ ٱلۡغَمِّۚ وَكَذَٰلِكَ نُـۨجِي ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Maka Kami kabulkan doanya Yunus dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS. Al-Anbiya’ : 88)

2. Bertawasul dengan nama Allah yang maha mulia.

Di dalam doa istikharah kita bertawasul dengan nama Allah Al- Aalim (Maha Tahu) dan Al-Qaadir (Maha kuasa).

Berdoa dengan nama Allah juga sering dipraktekkan oleh para Nabi dan Rasul. Pembaca bisa baca salahsatu contohnya di Quran surat Al-Anbiya’ ayat 83 – 90.

Secara khusus, Allah ta’ala memerintahkan kita berdoa kepada-Nya dengan bertawasul dengan nama-nama Allah yang maha indah. Allah berfirman,

وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ

Dan Allah memiliki Asma’ul-Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma’ul-Husna itu(QS. Al-A’raf : 180)

اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -sebutkan hajatnya- خَيْرٌ لِيْ

Ya Allah apabila Engkau ketahui bahwa perkara ini……” (sebutkan perkara yang kita hadapi) baik bagiku,

Sebutkan apa hajat pilihan kita. Bisa berupa calon istri, calon rumah, calon tempat kerja, calon sekolahan anak dst. Boleh dengan bahasa apapun yang dipahamin, namun dengan bahasa arab lebih baik.

خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ

Baik bagiku, dalam agamaku, penghidupanku, dan baik akibatnya

Coba kita perhatikan, agama menjadi pertimbangan pertama. Ini pelajaran berharga bahwa, seorang muslim harus menjadikan agama sebagai hal yang paling mahal dalam hidupnya. Menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa ditawar untuk melanjutkan bisnis ataukah nikah atau yang lain. Jika ternyata hal-hal tersebut berpotensi mencederai agamanya, maka dengan lapang dada dia tinggalkan.

Mengapa agama diletakkan di pertama? Karena betapa banyak orang yang dapat pilihan duniawi dalam hal pasangan hidup atau bisnis dll, yang tampaknya menguntungkan, tapi ternyata menghancurkan agamanya.

فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ

“Maka berilah aku kemampuan dan mudahkahlah bagiku

Kita tak akan dapat menggapai apa yang menjadi pilihan terbaik, kecuali jika Allah memberi kita kekuatan / kemampuan. Dan terkadang untuk meraih sesuatu yang kita inginkan, meski kita telah memiliki kekuatan, jalannya diwaranai kesusahan. Oleh karenya kita minta kepada Allah supaya diberi kemudahan.

ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ

Dan berikanlah keberkahan bagiku

Kemudian kita minta keberkahan kepada Allah. Karena terkadang rizki itu mudah kita dapatkan, ada manfaat yang kita dapatkan, namun sayang, tidak ada keberkahan. Sehingga manfaat terasa hampa. Atau lebih banyak kerugiannya.

وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ
فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Apabila Engkau tahu bahwa pilihan ini (sebutkan perkara yang kita hadapi) buruk bagiku dalam agamaku, untuk kehidupanku dan buruk akibatnya, maka jauhkanlah pilihan itu dariku dan jauhkanlah aku dari padanya.”

Palingkan hal itu dari kami. Kami pasrahkan seutuhnya kepada Engkau ya Allah. Tidak ada batasan dalam pemalingan tersebut. Karena Allah maha tahu mana cara yang paling hikmah dan indah.

Ada dua pemalingan yang terkandung dalam kalimat doa ini :

1. Minta kita dijauhkan dari pilihan buruk tersebut

2. Minta pilihan buruk tersebut dijauhkan dari kita.

Sehingga kita dipalingkan dari keburukan dari dua sisi sekaligus. Kita dijauhkan dari keburukan secara sempurna.

وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِه

Takdirkanlah yang baik untukku di mana saja berada. Lalu jadikanlah saya rida denganmu. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu“.

Ini harapan setiap manusia.

Sekian…

Wallahua’lam bis shawab.

*

Referensi :

Kami sarikan dari penjelasan Syekh Khalid As-Sabt hafidzahullah yang termaktub dalam situs resmi beliau : Khaledalsabt.com dengan beberapa penambahan dan penyesuaian dari kami.

Hamalatul Quran Jogjakarta,  29 Rabius Tsani 1442 H

Ditulis oleh : Ustadz Ahmad Anshori

__⁣⁣_⁣________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣_____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA

NASEHAT DI KARAVEA, TANJUNG KARANG DONGGALA   Disampaikan oleh Al-Ustadz Maududi Abdullah –hafidzahullah-, tadi malam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *